DPRD Medan
May 31, 2019
Lobang Keramat Di Jalan Imam Bonjol Kota Medan Sering Memakan Korban, DPRD Minta Dinas Terkait Turun Tangan
Perbaikan infrastruktur jalan sering kali seperti tidak menghiraukan keselamatan para pengguna jalan. Hal tersebut dapat dilihat langsung dari adanya lubang-lubang yang berada di beberapa ruas jalan, baik di sisi bagian pinggir hingga tengah badan jalan yang acap kali terlihat samar hingga menjerumuskan para pengendara, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
Dihimpun dari masyarakat sekitar mengenai lobang (lubang-red) yang dianggap keramat tersebut, Kamis (13/6/2019) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB kembali memakan korban seorang wanita yang merupakan pengendara sepeda motor terjatuh karena tidak dapat mengelakkan lubang yang ada di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, tepatnya didepan hotel Danau Toba.
" Yang itu (lubang-red) memang kalau sepintas tak terlihat. Ini kalau memang aspal pecah masih terlihat putih-putih kotor, kalau dari jauh kita kan pasti sudah hati-hati. Tapi yang ini aspalnya bersih anjlok ke dalam gitu. Jadi, kalau kita naik sepeda motor dari jauh terlihat seperti aspal juga rata, begitu dekat ternyata lobang. Kemarin, Kamis (13/6/2019) ada lagi yang jatuh (perempuan-red) karena menghindari kendaraannya dari sisi kiri. kasihan bang, itu yang kemarin korbannya perempuan juga, jatuh dan wajahnya sebagian rusak, dan beberapa bagian tubuhnya luka parah akibat kena aspal. Nama korbannya Nisa (20an tahun-red) di ketahui warga Brayan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Medan. Setelah kejadian, korbannya dibawa ke rumah sakit terdekat," ungkap Jhon (50), masyarakat sekitar.
Kepada Metrorakyat.com, Jhon yang merupakan saksi mata saat melintas juga mengatakan, setelah kejadian itu, masih ada lagi korban yang lain.
" Coba sekali-sekali di pantau di dekat lubang itu, beberapa menit sekali ada yang terperangkap lubang itu," katanya.
DPRD Kota Medan : Harus Ada Pemeliharaan Jalan Di Pusat Kota Medan
Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, Boydo HK Panjaitan SH meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Dinas-Dinas terkait untuk melakukan pemeliharaan jalan-jalan di pusat Kota Medan yang sudah diperbaiki, namun masih menyisakan lubang yang membahayakan pengendara dijalanan, khususnya para pengendara sepeda motor yang melintasi pusat kota nomor tiga terbesar di Indonesia yang ada di Provinsi Sumatera Utara ini, setelah Jakarta dan Surabaya.
" Pemko Medan seharusnya peka terbadap itu, apalagi ada berita orang yang jatuh kan, Dinas Perhubungan seharusnya konsentrasi, untuk hal-hal seperti itu biasanya anggaran untuk insidensil kan pasti ada. Di Dinas PU Kota Medan itu kan ada tugasnya yang hanya untuk menutupi lubang. Sehingga, tidak harus untuk mengaspal satu jalan satu ruas jalan kan gitu. Jadi, itu sebenarnya bisa segera dibereskan. Masalahnya ini karena pemerintahnya saja yang gak peka terhadap masyarakat," tegasnya saat dikonfirmasi melalui panggilan suara WhatsApp, Jum'at (14/6/2019) di Kota Medan.
Tidak hanya di Jalan Imam Bonjol saja, setelah tim Metrorakyat.com menelususuri jalanan di inti Deli (pusat kota), masih ada lagi lubang dijalan lain yang sering membuat pengendara terpelosok menabrak lubang akibat tidak mengetahui kondisi jalanan tersebut. Meskipun jalanan terlihat bagus, namun ada lubang mirip saluran air yang juga menjorok kedalam setelah dilakukan pengaspalan guna perbaikan jalan.
Tambah Boydo, untuk mengantisipasi hal tersebut kedepannya pemerintah harus bertanggungjawab, khususnya Dinas Perhubungan harus bisa mengantisipasi agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.
" Ada anggaran untuk pemeliharaan jalan, berarti kan selama ini gak ada diperiksa, gitu. Apalagi ini jalan-jalan yang memang lalu lintasnya padat. Jalan Imam Bonjol itu jalan kota kan, di Jalan Masjid dan daerah Kesawan itu juga termasuk daerah perkotaan. Dishub juga harus bisa mengantisipasi agar tidak ada lagi kejadian yang sama. Dinas Perhubungan dan Dinas PU segeralah, Dishub memberikan informasi terhadap ruas jalan yang ada masalah, supaya Dinas PU segera mengerjakan yang berlubang itu. Karena sudah ada anggarannya," jelasnya.
Kemudian, untuk pengendara di jalanan, Boydo menghimbau agar tetap selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara karena bisa saja jalan bagus dan mulus, namun pasti ada lobang di bahu dan sisi jalan yang mungkin sudah rusak belum di perbaiki.
" Kita minta agar dinas terkait segera memperbaiki jalan yang berlobang tersebut, agar korban yang merupakan pengendara sepeda motor tidak bertambah, sebab, siapa yang bertanggung jawab ketika ada korban terjatuh dan terluka akibat menabrak lobang yang ada di temukan di badan jalan di Kota Medan," pungkasnya. (MR/Tim)
Dihimpun dari masyarakat sekitar mengenai lobang (lubang-red) yang dianggap keramat tersebut, Kamis (13/6/2019) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB kembali memakan korban seorang wanita yang merupakan pengendara sepeda motor terjatuh karena tidak dapat mengelakkan lubang yang ada di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, tepatnya didepan hotel Danau Toba.
" Yang itu (lubang-red) memang kalau sepintas tak terlihat. Ini kalau memang aspal pecah masih terlihat putih-putih kotor, kalau dari jauh kita kan pasti sudah hati-hati. Tapi yang ini aspalnya bersih anjlok ke dalam gitu. Jadi, kalau kita naik sepeda motor dari jauh terlihat seperti aspal juga rata, begitu dekat ternyata lobang. Kemarin, Kamis (13/6/2019) ada lagi yang jatuh (perempuan-red) karena menghindari kendaraannya dari sisi kiri. kasihan bang, itu yang kemarin korbannya perempuan juga, jatuh dan wajahnya sebagian rusak, dan beberapa bagian tubuhnya luka parah akibat kena aspal. Nama korbannya Nisa (20an tahun-red) di ketahui warga Brayan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Medan. Setelah kejadian, korbannya dibawa ke rumah sakit terdekat," ungkap Jhon (50), masyarakat sekitar.
Kepada Metrorakyat.com, Jhon yang merupakan saksi mata saat melintas juga mengatakan, setelah kejadian itu, masih ada lagi korban yang lain.
" Coba sekali-sekali di pantau di dekat lubang itu, beberapa menit sekali ada yang terperangkap lubang itu," katanya.
DPRD Kota Medan : Harus Ada Pemeliharaan Jalan Di Pusat Kota Medan
Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, Boydo HK Panjaitan SH meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Dinas-Dinas terkait untuk melakukan pemeliharaan jalan-jalan di pusat Kota Medan yang sudah diperbaiki, namun masih menyisakan lubang yang membahayakan pengendara dijalanan, khususnya para pengendara sepeda motor yang melintasi pusat kota nomor tiga terbesar di Indonesia yang ada di Provinsi Sumatera Utara ini, setelah Jakarta dan Surabaya.
" Pemko Medan seharusnya peka terbadap itu, apalagi ada berita orang yang jatuh kan, Dinas Perhubungan seharusnya konsentrasi, untuk hal-hal seperti itu biasanya anggaran untuk insidensil kan pasti ada. Di Dinas PU Kota Medan itu kan ada tugasnya yang hanya untuk menutupi lubang. Sehingga, tidak harus untuk mengaspal satu jalan satu ruas jalan kan gitu. Jadi, itu sebenarnya bisa segera dibereskan. Masalahnya ini karena pemerintahnya saja yang gak peka terhadap masyarakat," tegasnya saat dikonfirmasi melalui panggilan suara WhatsApp, Jum'at (14/6/2019) di Kota Medan.
Tidak hanya di Jalan Imam Bonjol saja, setelah tim Metrorakyat.com menelususuri jalanan di inti Deli (pusat kota), masih ada lagi lubang dijalan lain yang sering membuat pengendara terpelosok menabrak lubang akibat tidak mengetahui kondisi jalanan tersebut. Meskipun jalanan terlihat bagus, namun ada lubang mirip saluran air yang juga menjorok kedalam setelah dilakukan pengaspalan guna perbaikan jalan.
Tambah Boydo, untuk mengantisipasi hal tersebut kedepannya pemerintah harus bertanggungjawab, khususnya Dinas Perhubungan harus bisa mengantisipasi agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.
" Ada anggaran untuk pemeliharaan jalan, berarti kan selama ini gak ada diperiksa, gitu. Apalagi ini jalan-jalan yang memang lalu lintasnya padat. Jalan Imam Bonjol itu jalan kota kan, di Jalan Masjid dan daerah Kesawan itu juga termasuk daerah perkotaan. Dishub juga harus bisa mengantisipasi agar tidak ada lagi kejadian yang sama. Dinas Perhubungan dan Dinas PU segeralah, Dishub memberikan informasi terhadap ruas jalan yang ada masalah, supaya Dinas PU segera mengerjakan yang berlubang itu. Karena sudah ada anggarannya," jelasnya.
Kemudian, untuk pengendara di jalanan, Boydo menghimbau agar tetap selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara karena bisa saja jalan bagus dan mulus, namun pasti ada lobang di bahu dan sisi jalan yang mungkin sudah rusak belum di perbaiki.
" Kita minta agar dinas terkait segera memperbaiki jalan yang berlobang tersebut, agar korban yang merupakan pengendara sepeda motor tidak bertambah, sebab, siapa yang bertanggung jawab ketika ada korban terjatuh dan terluka akibat menabrak lobang yang ada di temukan di badan jalan di Kota Medan," pungkasnya. (MR/Tim)

Komisi C DPRD Medan bakal mengevaluasi pelaksanaan Ramadhan Fair XVI tahun 2019. Hal itu menyusul mencuatnya dugaan jual beli stand pada even keagamaan tahunan tersebut, seperti yang disampaikan sejumlah mahasiswa saat menggelar aksi di DPRD Medan, Senin (27/5) lalu.
Ketua Komisi II DPRD Medan, Bahrumsyah meminta Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan untuk menunda penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.
Barisan Mahasiswa Pemerhati (BMP) Kota Medan melakukan aksi demo ke DPRD Kota Medan. Massa menuntut Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mencopot Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan.






Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, SE meminta agar pemerintah kota Medan memperbaiki infrastruktur Jalan di Kota Medan, mengingat sudah banyak jalan dan gang yang hancur dan rusak. Contohnya Jalan Matahari Raya, dimana kondisi jalannya sudah banyak yang hancur dan berlobang, sehingga menyebabkan pengendara bermotor tidak nyaman apalagi ketika musim hujan akan banyak dtemukan genangan air di ruas-ruas jalan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Medan, Edwin Efendi, mengaku tidak mengetahui pencairan klaim BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemko Medan ke pihak BPJS Kesehatan.
Komisi B DPRD Medan berencana melakukan hak interpelasi kepada Wali Kota Medan terkait proses pembatalan 12 ribu warga Medan menjadi peserta baru PBI BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah, Selasa 21 Mei 2019.
Medan : DPRD Kota Medan melalui Komisi B menganggap ada instruksi yang menghambat program kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kota Medan. Sebab, terjadi ketidaksinkronan pendataan antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Sosial. Akibatnya, sekitar 12 ribu kartu BPJS belum terdistribusikan.


Ketua Fraksi P Demokrat Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi mengatakan, Medan masih dirundung masalah banjir. Normalisasi parit, renovasi sampai membuat yang baru terus dilakukan tapi tidak mampu mengatasi banjir.
Uang parkir di sekitaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan, yang dikenakan pada pengunjung sangat tidak masuk akal dan cenderung mencekik leher.


