Breaking News

Nasional

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Sunday, March 31, 2019

March 31, 2019

40.000 Warga Gaza Unjuk Rasa di Peringatan Great March of Return

MuslimOnline.Id- Lebih dari 40.000 warga Palestina berkumpul di perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel pada hari Sabtu kemarin  (31/03/2019) untuk menandai peringatan pertama protes Great March of Return.

Mereka berbaris untuk pekerjaan, mereka berbaris untuk martabat, mereka berbaris untuk mengakhiri blokade Israel yang merusak kehidupan mereka. Tapi yang paling penting mereka berbaris demi keadilan.

Mereka juga memperingati Hari Bumi,  menuntut hak untuk kembali ke tanah air tempat keluarga mereka yang dipaksa ditinggalkan pada tahun 1948.

Sebagaimana diketahui, Pasukan Israel telah menewaskan puluhan warga Palestina dalam protes yang terjadi di perbatasan selama setahun terakhir, dan mereka menembak mati tiga orang, dengan lebih dari 240 terluka.

Banyak pengunjuk rasa mengatakan mengapa mereka mau terlibat. Suad Al-Hassani, pria berusia 40 tahun, yang berada di barisan dengan dua anaknya, mengatakan dia dan suaminya tidak memiliki pekerjaan yang stabil selama bertahun-tahun.

Dia berharap protes itu akan membantu meningkatkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza, memungkinkan dia dan keluarganya untuk hidup dalam damai dan mencari pekerjaan.

“Palestina harus terus menekan pendudukan sampai kita meraih kebebasan,” katanya.

Sementara itu, Sarhan Sa’ad berkata: “Saya telah berpartisipasi sejak awal demonstrasi, kami adalah generasi yang telah kehilangan begitu banyak dalam kehidupan kami. Kami seharusnya tidak sendirian.

"Saya lulus dari universitas tetapi saya tidak bisa bekerja di bidang spesialisasi saya. Saya bekerja sebagai tukang listrik rumah, saya ingin mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk saya, mengembangkan keterampilan saya dan membangun masa depan yang lebih baik," ujar sosok 24 tahun ini.

Protes adalah satu-satunya cara untuk menekan Israel dan komunitas internasional agar memperbaiki kondisi kehidupan di Gaza.

“Saya tidak bisa mengatakan kami telah mencapai kemenangan besar dengan pawai,” katanya, “tetapi saya yakin, dengan anak-anak saya, yang telah berpartisipasi paling banyak pada hari Jumat sejak awal, bahwa kami dapat berhasil jika Palestina bersatu dan terus menekan banyak pihak untuk membuka blokade, kata Jamil Al-Ajrami yng berusia 55 tahun.

Para pejabat Hamas mengatakan Mesir telah memperantarai di mana Israel akan mengurangi blokade terhadap Gaza dengan imbalan protes di perbatasan tetap tenang.

Khalil Al-Hayya, wakil kepala Hamas dan anggota biro politiknya, mengatakan Mesir akan berkomunikasi dengan Israel pada hari Ahad untuk mendapatkan jadwal penerapan tersebut.

“Kami ingin mengakhiri pengepungan, dan pawai ini mencapai beberapa tujuan,” katanya.

“Pekerjaan itu dalam tahap uji coba, dan orang-orang kami dan perlawanan akan terus menekan untuk memenuhi tuntutan kami yang sah," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam peringatan Hari Bumi mengatakan bahwa tanah air Palestina adalah milik bangsa Palestina bukan Yahudi.

“Palestina adalah Negara merdeka yang beribukotakan Yerusalem. Cita-cita ini akan tercapai dan derita rakyat Palestina selama 100 tahun terakhir tidak akan berakhir sia-sia,” tegasnya.

SUMBER: Islampos. ARAB NEWS, Suara Palestina

Saturday, March 4, 2017

March 04, 2017

Soal Kompensasi Korban Crane Masjidil Haram, Ini Jawaban Kemlu

Moeslimonline.com,-Kompensasi kepada para korban jatuhnya alat berat proyek di Masjidil Haram, Mekah, pada 2015 lalu, tengah menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Hal itu diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, menanggapi rumor di media sosial bahwa kompensasi telah dibayarkan pemerintah Saudi.

"Pada tanggal 19 Februari 2017, Kementerian Luar Negeri Saudi telah menyampaikan nota tertulis yang pada intinya menyampaikan bahwa proses verifikasi korban WNI telah selesai dilakukan dan saat ini tinggal menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi," sebut Lalu dalam keterangan kepada wartawan.

Lalu mengaku Kemenlu RI dan Kedutaan Besar RI di Riyadh mendapat informasi bahwa pembayaran bagi korban dari seluruh negara akan dilakukan bersamaan.

"Namun demikian, ini terkendala oleh adanya korban dari negara lain yang terlambat menyampaikan dokumen yang diperlukan," ujarnya.

Dengan demikian, menurut Lalu, rumor di media sosial bahwa kompensasi sudah dibayarkan "tidak benar".

Pada 11 September 2015, ratusan orang menjadi korban ambruknya alat berat penderek dalam proyek perluasan area sekitar Masjidil Haram.

Dalam catatan Kemenlu RI, insiden itu menewaskan 107 orang dan mencederai sebanyak 238 orang. Negara asal para korban bermacam-macam, termasuk Indonesia. Di antara korban terdapat 12 WNI meninggal dunia dan 49 luka-luka.

Usai kejadian, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud menginstruksikan pemberian kompensasi bagi para korban dengan rincian 1 Juta riyal atau sekitar Rp3,5 miliar untuk korban meninggal dunia serta 500.000 riyal atau sekitar Rp1,75 miliar bagi korban difabel.

Selain itu, Raja Salman juga mengumumkan akan memfasilitasi para korban atau keluarga korban yang belum sempat menunaikan ibadah haji pada 2015 untuk menunaikannya atas undangan Raja.