Breaking News

Nasional

Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Wednesday, June 19, 2019

June 19, 2019

TUAN PRESIDEN, IZINKAN AKU CEMBURU

Oleh : A. Latif Khan. S.Ag

Dua hari ini, status medsos sahabat-sahabat saya penuh dengan pujian dan kenangan baik kepada Muhammad Mursi, presiden Mesir yang dipilih rakyatnya tahun 2012.

Sang pemimpin kembali kepada rahmat Allah dua hari lalu, dan sejak itu orang-orang mukmin tak putus-putus mengenang kebaikan-kebaikannya.

Saya sendiri tidak terlalu mengenal beliau. Sama seperti Anda, saya pun tidak tahu banyak tentang lelaki yang hatinya telah tertanam hafalan Al-Quran sejak usia mudanya ini.

Seorang sahabat mengirimkan rekaman pidatonya di tahun-tahun silam. Dengan bahasa Arab yang fasih, kita bisa merasakan bahwa kalam-kalam Allah mengalir lembut dan menyatu begitu saja dalam ucapan beliau.

Tentu saja hanya para penghafal Al-Quran yang memiliki gaya komunikasi khas seperti ini.

Tetapi di balik ketajaman hafalannya, ada yang lebih mempesona lagi dari presiden yang satu ini. Yaitu bagaimana kaum muslimin menyebut-nyebut amal baiknya pada hari beliau meninggalkan dunia.

Hal ini mirip sekali kejadian pada zaman Rasulullah. Saat itu para sahabat melihat rombongan pengantar jenazah, lalu di antara orang-orang itu memuji sang jenazah. Maka Rasulullah bersabda, "Wajib bagi dia!"

Kemudian datang lagi jenazah kedua, dan orang-orang dalam rombongan yang mengantarnya mencela sang jenazah. Maka Rasul kembali bersabda, "Wajib bagi dia!"

Sahabat bertanya apa maksud ucapan tersebut. Maka Nabi menjawab yang diabadikan dalam hadist riwayat Bukhari,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ

“Jenazah itu yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga. Dan jenazah ini yang kalian cela dengan kejelekan wajib baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.”

Alangkah beruntungnya dirimu wahai tuan presiden. Sungguh aku cemburu dengan banyaknya orang yang menjadi saksi akan kebaikanmu.

Hadist ini hendaklah menjadi pondasi bagi kita semua. Hati-hati jika kita sebagai orang tua, karena anak-anak adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Pada waktunya nanti, mereka akan membuka segala persaksiannya.

Hati-hati jika kita sebagai pemimpin, karena rakyat adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Alangkah meruginya jika mereka kelak bersaksi tentang kecurangan yang kita lakukan, kezaliman kepada mereka yang tidak berpihak pada kita, serta janji-janji kita sendiri yang selalu kita dustakan.

Meski kita mampu mengendalikan media untuk menutupi kebenaran, tetap saja pada waktunya nanti mereka akan membuka segala persaksiannya.

Selamat jalan tuan presiden. Semoga Allah menggantikan untuk kami pemimpin-pemimpin jujur lebih banyak lagi sepeninggalmu.

Salam Hijrah.
Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Sunday, March 31, 2019

March 31, 2019

40.000 Warga Gaza Unjuk Rasa di Peringatan Great March of Return

MuslimOnline.Id- Lebih dari 40.000 warga Palestina berkumpul di perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel pada hari Sabtu kemarin  (31/03/2019) untuk menandai peringatan pertama protes Great March of Return.

Mereka berbaris untuk pekerjaan, mereka berbaris untuk martabat, mereka berbaris untuk mengakhiri blokade Israel yang merusak kehidupan mereka. Tapi yang paling penting mereka berbaris demi keadilan.

Mereka juga memperingati Hari Bumi,  menuntut hak untuk kembali ke tanah air tempat keluarga mereka yang dipaksa ditinggalkan pada tahun 1948.

Sebagaimana diketahui, Pasukan Israel telah menewaskan puluhan warga Palestina dalam protes yang terjadi di perbatasan selama setahun terakhir, dan mereka menembak mati tiga orang, dengan lebih dari 240 terluka.

Banyak pengunjuk rasa mengatakan mengapa mereka mau terlibat. Suad Al-Hassani, pria berusia 40 tahun, yang berada di barisan dengan dua anaknya, mengatakan dia dan suaminya tidak memiliki pekerjaan yang stabil selama bertahun-tahun.

Dia berharap protes itu akan membantu meningkatkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza, memungkinkan dia dan keluarganya untuk hidup dalam damai dan mencari pekerjaan.

“Palestina harus terus menekan pendudukan sampai kita meraih kebebasan,” katanya.

Sementara itu, Sarhan Sa’ad berkata: “Saya telah berpartisipasi sejak awal demonstrasi, kami adalah generasi yang telah kehilangan begitu banyak dalam kehidupan kami. Kami seharusnya tidak sendirian.

"Saya lulus dari universitas tetapi saya tidak bisa bekerja di bidang spesialisasi saya. Saya bekerja sebagai tukang listrik rumah, saya ingin mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk saya, mengembangkan keterampilan saya dan membangun masa depan yang lebih baik," ujar sosok 24 tahun ini.

Protes adalah satu-satunya cara untuk menekan Israel dan komunitas internasional agar memperbaiki kondisi kehidupan di Gaza.

“Saya tidak bisa mengatakan kami telah mencapai kemenangan besar dengan pawai,” katanya, “tetapi saya yakin, dengan anak-anak saya, yang telah berpartisipasi paling banyak pada hari Jumat sejak awal, bahwa kami dapat berhasil jika Palestina bersatu dan terus menekan banyak pihak untuk membuka blokade, kata Jamil Al-Ajrami yng berusia 55 tahun.

Para pejabat Hamas mengatakan Mesir telah memperantarai di mana Israel akan mengurangi blokade terhadap Gaza dengan imbalan protes di perbatasan tetap tenang.

Khalil Al-Hayya, wakil kepala Hamas dan anggota biro politiknya, mengatakan Mesir akan berkomunikasi dengan Israel pada hari Ahad untuk mendapatkan jadwal penerapan tersebut.

“Kami ingin mengakhiri pengepungan, dan pawai ini mencapai beberapa tujuan,” katanya.

“Pekerjaan itu dalam tahap uji coba, dan orang-orang kami dan perlawanan akan terus menekan untuk memenuhi tuntutan kami yang sah," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam peringatan Hari Bumi mengatakan bahwa tanah air Palestina adalah milik bangsa Palestina bukan Yahudi.

“Palestina adalah Negara merdeka yang beribukotakan Yerusalem. Cita-cita ini akan tercapai dan derita rakyat Palestina selama 100 tahun terakhir tidak akan berakhir sia-sia,” tegasnya.

SUMBER: Islampos. ARAB NEWS, Suara Palestina

Wednesday, December 19, 2018

December 19, 2018

Pembantaian Muslim Uighur, Masri: Setop Imigran Cina Masuk Indonesia!

MuslimOnline.id- Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Dr Masri Sitanggang mengecam keras tindakan genosida yang dilakukan pemerintah komunis Cina kepada kaum muslimin Uighur. Masri mendesak agar pemerintah Indonesia mengambil peran dalam membela muslim Uighur.

"Pertama, kita mendesak pemerintah untuk melakukan langkah-langkah untuk pencegahan terhadap genosida atau pembersihan etnis dan pelanggaran hak asasi manusia sesuai dengan amanat UUD 1945," ujar Masri kepada wartawan, Kamis (20/12/2018) di Medan.

Masri menjelaskan bahwa bangsa berkewajiban untuk membantu etnis atau bangsa manapun untuk dapat menikmati kemerdekaan serta menghapus penjajahan di atas dunia.

"Politik bebas aktif kita mengisyaratkan agar kita menjaga perdamaian dunia," lanjut pengurus MUI Kota Medan itu.

Apalagi, kata Masri, Indonesia sangat berkepentingan dalam hal ini karena merupakan negara islam mayoritas terbesar di dunia.

Dengan kasus yang dialami oleh Muslim Uighur, Masri juga mengajak agar waspada terkait bangsa Cina yang komunis.

"Kalau melihat perilaku pemerintah cina komunis kepada kaum muslimin. Kita sangat khawatir dengan banyaknya orang Tiongkok datang ke indobesia. Apalagi ada upaya memudahkan urusan mereka untuk masuk ke Indonesia," ujar tokoh asal Percut Sei Tuan ini.

Ia cemas akan terjadi infiltrasi ideologi. Dimana paham komunis bisa bebas menyebar ke Indonesiaengingat paham tersebut jelas-jelas  tidak berperikemanusiaan.

"Oleh karena itu, ini pelajaran untuk membatasi. Saatnya menyetop masuknya imigran baik yang legal maupun ilegal dari cina," kata Masri.

Masri pun mengajak masyarakat untuk ikut ambil peran sekecil apapun untuk meringankan beban umat Islam yang ada di Cina khususnya muslim Uighur.

"Kita mengajak pemerintah untuk memberikan tekanan pada pemerintah Cina," ujar Masri.

Terkait adanya aksi dari GNPF Sumut untuk menuju ke Komjen Cina pada Jumat (21/12), Masri Sitanggang menyatakan dukungannya.

"Kita mendukung gerakan Islam yang memberikan tekanan kepada kedutaan atau Komjen cina dan kita berharap pemerintah Cina bisa merespon," pungkas Masri.

Thursday, November 29, 2018

November 29, 2018

Ikut Reuni 212, Ini Kata Majelis Imamah GIP NKRI

MuslimOnline.Id- Ketua Majelis Imamah Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI), KH Nazaruddin Lubis berharap semua pihak tenang dalam menghadapi reuni 212. Ia menilai reuni 212 adalah momentum untuk menjaga semangat keislaman dan keindonesiaan.

"Reuni itu menjaga kestabilan semangat keislaman. Itulah fungsi reuni 212. Reuni kan nostalgia akan bagaimana peristiwa, keceriaan dan semangat masa lalu. Itu psikologis dari reuni," ujarny pada wartawan, Jumat (30/11/2018) di Medan.

Terkait dengan banyak pihak menilai bahwa 212 sarat dengan unsur politik, Nazar malah mempertanyakan kenapa umat Islam selalu dicurigai bahkan dihambat jika menyangkut politik.

"Koruptor aja berpolitik. Bandit aja berpolitik. Masak orang Islam tidak boleh berpolitik," ujarnya.

Sosok berusia 72 tahun itu sendiri akan berangkat Sabtu pagi menuju Jakarta demi mengikuti rangkaian acara Reuni yang dimulai Ahad dinihari.

KH Nazaruddin Lubis juga mengajak semua pihak agar tidak berlebihan dalam menyikapi reuni aksi bersejarah umat Islam Indonesia yang jadi perhatian dunia.

Ia juga mengomentari aksi tandingan yang coba dibuat oleh politisi PDIP, Kapitra Ampera. "Kumpulkan saja semua, 4 juta kalau bisa. Kapitra itu seperti jualan kepala orang," tegasnya.

Wednesday, November 28, 2018

November 28, 2018

Masri Sitanggang Ajak Ibu-Ibu Pengajian Menangkan Islam

MuslimOnline.Id- Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Dr Masri Sitanggang mengajak para ibu pengajian untuk memenangkan Islam dalam kehidupan.

Demikian disampaikannya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumut,  Rabu (28/11/2018) Di Masjid Al-Fajar, Jalan Harapan Pasti, Medan Denai, Kota Medan

"Rasulullah diutus Allah untuk memenangkan Islam atau membuat Islam unggul dalam segala bidang," ujar Masri Sitanggang.

Oleh karena itu, dalam memenangkan Islam dalam semua bidang, umat Islam diperintahkan untuk mempersiapkan diri.

"Dalam memenangkan Islam, jangan takut dibenci orang lain. Sebab tidak ada satu perbuatan pun yang disukai oleh semua orang. Jika kita menangkap maling saja, pasti ada yang tak suka yakni maling dan kawan-kawannya, karena itu jangan takut menegakkan Islam dalam kehidupan, yang penting kita mengikut Allah dan Rasul-Nya," ujarnya.

Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumatera Utara dihadiri oleh ratusan ibu-ibu dari berbagai pengajian di Kecamatan Medan Denai, Kota, Amplas dan Area.

Sebelumnya, Ketua BKMT Sumut, Dra Hj Rosmawati Harahap mengungkapkan bahwa BKMT selain memiliki program pengajian juga punya program sosial.

"Majelis taklim yang dulunya hanya berisi pengajian, dengan adanya BKMT, diharapkan juga memiliki program kesehatan, ekonomi, dan  kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.
November 28, 2018

Gencar Road Show, BKMT Sumut Bantu Palu dan Donggala

MuslimOnline.Id- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumatera Utara saat ini sedang gencar melakukan road show ke daerah-daerah dengan berbagai bentuk kegiatan sosial.

Hal itu disampaikan oleh Ketua BKMT Sumut, Dra Hj Rosmawati Harahap di pengajian Akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, Rabu (28/11/2018) di Masjid Al-Fajar, Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

"Kita keliling ke majelis taklim di daerah-daerah agar mempunyai persepsi yang sama tentang informasi yang ada," ujarnya di hadapan ratusan ibu jamaah pengajian yang berasal dari Kecamatan Medan Denai, Amplas, Kota dan Area itu.

Majelis taklim yang dulunya hanya berisi pengajian, dengan adanya BKMT, diharapkan juga memiliki program kesehatan, ekonomi, dan  kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Kemarin, kita juga melaksanakan program Peduli Umat dengan mengirimkan paket sembako ke daerah yang membutuhkan, seperti Selambo," jelas Rosmawati.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta mensukseskan Program BKMT setiap tahun yakni kurban di daerah minoritas Islam, yang rawan pemurtadan.

"Mari kita berkurban tetapi tidak di kota tetapi di daerah-daerah seperti Tapanuli yang merupakan daerah minoritas Islam," kata Rosmawati.

Dalam peringatan Maulid Nabi yang diisi oleh Ustadz Dr Masri Sitanggang itu BKMT Sumut juga menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah di Palu dan Donggala.  BKMT menyalurkan donas sejumlah Rp 21. 401.000 melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut.

Tuesday, November 27, 2018

November 27, 2018

Ikut Muktamar, Eka Putra: Ketua Pemuda Muhammadiyah Selanjutnya Jangan Kaleng-Kaleng!!

MuslimOnline.Id- Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan, Eka Putra Zakran, SH berharap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah terpilih ialah sosok yang memiliki integritas tinggi seperti Ketum sebelumnya Dahnil Anzar Simanjuntak.

Hal itu disampiakannya, Selasa (27/11/2018) di sela sela pelaksanaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-17 telah berlangsung di Sportoriyum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sejak tanggal 25-28 November 2018.

"Konstalasi Muktamar jelang pemilihan calon Ketua Umum dan upaya tarik menarik dukungan mulai terasa semakin memanas," ujar Eka.

Eka Putra Zakran, yang didampingi Mas Eko Pujiatmoko Ketua PDPM Soekoharjo, Dani Putra Ketua PDPM Kota Depok bersama kawan-kawan PDPM se-Indonesia lain dengan ini menyatakan sikap bahwa mereka menolak Calon Ketua Umum (Caketum) yang melakukan Money Politic dalam muktamar ini.

"Kami juga mengecam atas adanya upaya Kriminalisasi terhadap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bang Dahnil Anzar dan Mas Ahmad Fanani," jelas Eka.

Eka juga sangat menyesalkan jika benar adanya salah satu calon yang memanfaatkan isu suap di tubuh Pemuda Muhammadiyah sebagai bahan goreng-gorengan untuk menjatuhkan salah satu Caketum dalam muktamar ke XVII ini.

"Kalau benar ada yang mengkriminalisasi untuk menang dalam muktamar ini, kami mohon kepada calon tersebut agar segera bertaubat," kata sosok yang juga terus aktif di pergerakan Islam di Sumut ini.

"Kita berharap baik calon Ketua Umum, begitu juga dengan calon formatur yang akan terpilih itu nanti adalah calon-calon yang berintegritas. Selain berintegritas tinggi, juga merupakan kader ideologis dan otentik, istilah anak medan jangan Kaleng-kaleng," jelas Eka.

Eka juga mengaku telah menyampaikan sikap mereka kepada ayahanda Muhammad Busro Muqoddas, Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sunday, November 25, 2018

November 25, 2018

Diskusi GIP NKRI: Umat Harus Menang 2019

MuslimOnline.Id- Umat Islam harus memenangkan Prabowo sebagai Presiden dan juga merebut kekuasan politik di legislatif khususnya melalui tiga partai Islam yakni PBB, PKS dan PAN.

Itulah setidaknya sebuah point kesimpulan dari diskusi politik Islam Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI), Ahad (25/11/2018) di Madani Hotel, Jalan Sisingamangaraja Hotel Medan.

Moderator acara, Rafdinal menuturkan umat Islam sekarang harus bisa mengirimkan wakil-wakilnya dari tiga partai Islam tersebut. Tidak boleh saling melemahkan di antara perjuangan tiga partai tersebut.



"Umat Islam harus fokus memilih perwakilannya yang membela kepentingan umat Islam dari partai partai Islam. Meskipun setiap partai pasti memiliki konflik di dalam tubuhnya, itu jangan menjadi bahan untuk saling melemahkan perjuangan," ujar Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan itu.

Diskusi rutin Politik Islam dari GIP NKRI mengangkat tema "Umat Islam Menghadapi 2019" kali ini menghadirkan pembicara utama Ketua Umum GIP NKRI, Dr Masri Sitanggang, Ketua Majelis Syuro Forum Umat Islam (FUI) Irwansyah SH MH, KH Nazaruddin Lubis dan Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum GIP NKRI, Masri Sitanggang menegaskan bahwa pertarungan kekuasaan di Indonesia sejatinya berada di parlemen sehingga tidak boleh dilupakan.

"Jangan sampai umat Islam dari zaman ke zaman menjadi pendorong mobil mogok. Rame-rame mendorong, namun setelah mobil jalan lantas ditinggalkan. Saatnya 2019 umat Islam yang memimpin," ujar Masri yang merupakan Caleg DPR RI asal PBB.

Langkah konkretnya, lanjut Masri, adalah dengan memenangkan partai-partai Islam yang selama ini jelas track recordnya dalam membela kepentingan Islam yakni PBB, PKS dan PAN.

Senada itu, Ketua Majelis Syuro FUI, Irwansyah mengatakan belum pernah sekalipun partai Islam bisa menguasai parlemen nasional semenjak Pemilu 1955. Hal itu juga terlihat di wilayah dan juga daerah.

"Para caleg muslim harus meluruskan niat untuk kepentingan Islam bukan hanya untuk duduk dan memperoleh kewenangan. Untuk DPRD Medan, Ketuanya non-muslim. Padahal hanya 39 persen non muslim di sana. Di Sumut, mayoritas partai pemenang pemilu, juga non muslim," ujar mantan Ketua Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Sumut ini.

Sementara itu, dalam memenangkan Pemilu, Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara mengajak para caleg dan aktivis Islam untuk turun ke daerah-daerah. Tidak hanya di perkotaan.

"Kita yang tinggal di perkotaan, mungkin banyak menerima informasi. Sedangkan masyarakat di desa-desa tidak mendapat informasi yang cukup sehingga cenderung pragmatis," ujarnya.

KH Nazaruddin Lubis melengkapi dengan persatuan umat Islam yang dapat menghadirkan martir-martir akan terwujud jika pada diri setiap aktivis Islam memiliki sikap rendah hati.

Acara ini dihadiri seratusan tokoh dari berbagai ormas Islam dan aktivis Islam seperti GNPF Sumut, FPI, FUI, Sultan Institute, GEMA An-Nas, RGP dan ormas lain serta tokoh masyarakat.

Monday, November 19, 2018

November 19, 2018

Isi Kuliah Tauhid, Masri : Wajib Tegakkan Syariat Islam!!

MuslimOnline.Id- Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI), Dr Masri Sitanggang menegaskan bahwa penegakan syariat Islam adalah kewajiban tiap muslim sebagai wujud ketaatan pada Allah sebagai Ilah.

"Salah satu makna Ilah adalah sesuatu yang ditaati. Tidaklah kita disebut taat pada Allah jika kita tidak pada hukum-Nya. Orang yang tidak taat maka disebut kufur. Hukum-hukum Islam inilah secara sederhana disebut Syariat Islam," ujarnya dalam pengajian Subuh di Masjid Taqwa, Jalan Puri, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Selasa (20/11/2018).

Memperingati Maulid Nabi, Masri juga mengingatkan agar tidak kehilangan esensi diutusnya Rasulullah Saw itu sendiri. "Dalam Al-Quran disebutkan Muhammad itu diutus sebagai Rahmatan Lil 'Alamin. Rasul membawa pesan. Pesan itu adalah Islam. Maka yg menjadi rahmat itu adalah syariat Islam. Syariat Islam itu adalah Rahmatan Lil 'Alamin," ujar pengurus MUI Kota Medan.

Akan tetapi, Masri menyayangkan istilah "Rahmatan Lil 'Alamin" sering disalahgunakan. Istilah itu sekarang malah digiring kepada makna bahwa Islam harus menyesuaikan diri dengan lingkungan bagaimana pun bentuk lingkungan itu, baik lingkungan itu penuh kemaksiatan seperti perjudian, pelacuran maupun LGBT.

Sebagai contoh bahwa siapapun, agama apapun tiap orang pasti akan terkena dampak buruk dari riba. Maka dengan syariat Islam yang melarang riba, maka semua orang akan merasakan rahmat jika syariat itu diterapkan.

"Contoh syariat Islam yang paling rendah adalah membuang duri di jalan. Agama apa yang tidak dirahmati dengan syariat ini? Begitupula arahan Nabi bahwa tidak boleh ada lahan yang bertahun tidak digunakan atau lahan tidur. Kalau kemudian, hukum ini dibentuk jadi hukum positif, maka bayangkan betapa banyak pengangguran yang bisa diatasi," kata Masri.

Oleh karena itu, sejatinya tiap muslim diperintahkan untuk menegakkan syariat Islam. Di sisi lain, seluruh manusia justru membutuhkan syariat Islam.

Masri pun mengajak umat Islam khususnya di Indonesia untuk ngotot menegakkan syariat Islam.  Sejarah mencatat bahwa penjajahan di Indonesia berawal dari misi Perang Salib yang ingin menghempang dakwah Islamiyah yang berkembang cepat di Eropa.

"Setelah 1492 tumbang Islam di Cordova. Spanyol dan Portugis didatangi Paus, kemudian atas nama kami memberi instruksi bahwa dunia sebelah barat diserahkan pada Spanyol, sebelah timur diserahkan kepada Portugis. Mereka pun berlayar dan kemudian bertemu di Indonesia kala itu," ujarnya.

Penjajahan di Indonesia sejatinya berintikan menghilangkan syariat Islam yang sudah tegak di kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara kala itu.

"Jadi, penjajah itu sejatinya menyingkirkan syariat Islam di negeri ini. Buktinya yang berontak adalah ulama. Kalau hanya berlatar belakang Ekonomi, dari dulu India dan Arab berdagang di Indonesia tapi kita tidak berontak," jelas.

Sayangnya, kondisi umat saat ini sangat mengenaskan dimana syariat Islam hanya boleh berlaku kalau sesuai dengan hukum adat. Sehingga jadilah hukum Islam yang beradat.

"Selama ini, umat Islam banyak mengalah sehingga sekarang ada seorang wanita yang mimpin Partai yang dengan berani menolak syariat Islam," ujar sosok yang menjadi caleg DPR RI Asal PBB ini.

Masri menilai perjuangan umat sekarang harus melalui parlemen. "Jangan sampai ada peraturan yang bertentangan dengan syariat Islam. Kita tidak mau undang undang di Indonesia jadi hukum thogut. Jangan jadikan umat muslim merasakan bentrok antara hukum thogut dan hukum Allah di Indonesia," pungkas pria berusia 59 tahun.

Saturday, October 27, 2018

October 27, 2018

Masri: Tantangan Adalah Jodoh Penegakan Kalimat Tauhid

MuslimOnline.Id- Tabiat dari kalimat tauhid itu adalah menghadapi tantangan. Begitu kalimat tauhid ditegakkan pasti menghadapi tantangan, tidak tenang-tenang. Itulah resiko penegakkan tauhid seperti yang dialami para Nabi dan Rasul Allah.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Dr Masri Sitanggang dalam kuliah Tauhid di Masjid Amaliyah, Jalan Amaliun Gang Bandung, Ahad (28/10/2018).

"Umat Islam jangan takut terhadap tantangan. Itu sudah jodoh kita dalam menegakkan kalimat tauhid," ujar Masri.

Pengurus MUI Kota Medan ini mencontohkan bahwa Muhammad bin Abdullah dari kecil, seluruh warga negeri sayang dan bangga padanya. Sehingga digelar Al-Amin.  Namun, ketika beliau berusia 40 tahun, Muhammad dilantik menjadi Nabi dan Rasul yang menegakkan kalimat Tauhid keadaan berbalik.

"Sebagian besar orang menjadi memusuhinya. Dari yang dicintai mencintai orang yang dimusuhi.  Keadaan berbalik karena pesan yang terdapat pada kalimat Tauhid, yakni menyembah Allah semata dan mengingkari Toghut," kata mantan Ketua Dewan Dakwah Sumut itu.

Penegakkan tauhid pasti akan mendapat tantangan justru yang mengherankan jika dalam jalan yang kita jalani, orang kafir justru suka. Artinya ada yang salah dengan cara hidup kita.

"Jalan menegakkan kalimat tauhid bukanlah bertabur bunga. Jalan ini panjang, berliku, dan bertebing. Orang yang tidak tahu perjalanan ini jauh dan sulit. Pasti akan mengeluh di tengah jalan. Ia akan menjauh dan mencari jalan yang mulus. Itulah yang disebut berguguran di jalan dakwah," ujar Masri.

Orang yang benar memegang kalimat tauhid pasti kuat menghadapi tantangan bahwa ia rela mati dengan kalimat itu.

Masri Sitanggang juga mengingatkan jangan salah mencari kemuliaan. Kemuliaan itu tidak berada di jabatan, tapi justru berada pada penegakan kalimat tauhid.

"Jabatan itu tidak lantas jadi mulia. Yang terjadi justru karena menolak jabatan bisa jadi mulia. Muhammad Natsir mundur dari Perdana Menteri, tetapi sampai sekarang umat Muslim mengakui tidak ada pemimpin umat sehebat dia. Buya Hamka mundur dari MUI hanya karena mempertahankan fatwa natal haram, maka harum namanya sepanjang zaman," pungkas Masri.

Ketua MUI Pertama Buya Hamka, namanya harum dan mulia sepanjang zaman karena mundur dari jabatannya mempertahankan fatwa. Namun ada pula yang jadi terhina karena ingin mencari jabatan semata.

Friday, October 26, 2018

October 26, 2018

Kajian di Masjid Syeikh Burhanuddin, Masri Sitanggang: Pendukung LGBT, Ciri Munafik

MuslimOnline.Id- Dalam segi aqidah, terdapat tiga golongan manusia yakni orang beriman, orang kafir dan orang munafik.  Orang beriman adalah orang yang berpegang teguh terhadap ajaran Al-Quran. Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya.

Dalam QS Al-Baqarah : 2-5, terdapat beberapa ciri orang yang beriman. Yakni beriman pada yang Ghaib, senantiasa menegakkan sholat, mengeluarkan infaq dari sebagian rezekinya.

Sementara itu, Kafir, dalam bahasa inggris, cover : menutup. Orang kafir adalah orang yang tertutup hatinya sebagaimana tergambar dalam awal surat al-Baqarah.

"Tertutup telinganya, sama saja baginya suara azan dan musik. Sama saja bagi mereka mau diingatkan atau tidak, tidak mau menjadikan al-Quran sebagai pedoman," ujar Masri dalam Kajian Islam dan Kebangsaan di Masjid Syeikh Burhanuddin, Jalan Denai Gang Jati, Jumat (26/10/2018).

Selanjutnya adalah kelompok orang yang munafik.  Orang yang mengaku beriman tetapi tidak mau menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.

"Kita perlu khawatir kita jatuh kepada munafik, karena kita yang telah mengaku beriman," lanjut pengurus MUI Medan itu.

Salah satu ciri orang munafik adalah perasaan mereka melakukan pembangunan, padahal mereka melakukan perusakan.

"Contohnya pendukung LGBT. Mereka bilang LGBT ini hak azazi manusia, sekarang zaman modern harus diberi kebebasan pada seluruh manusia dsb. Padahal itu merusak. Kambing aja tahu siapa pasangannya," lanjut Masri.

Begitujuga adanya pikiran orang yang salah itu namun dipikir sebagai perbaikan atau pembangunan seperti lokalisasi judi maupun tempat pelacuran.

"Selain itu, ciri orang munafik adalah melihat orang beriman itu bodoh. Kenapa? Karena orang munafik selalu melihat keuntungan duniawi tidak mengenal halal dan haram," ujarnya.

"Pejabat yang rumahnya sederhana dibilang bodoh karena tidak korupsi," pungkas Masri.

Masri Sitanggang aktif mengisi kajian Islam dan Kebangsaan keliling masjid di Kota Medan untuk menyadarkan ummat bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari negara.

"Sekarang zamannya udah parah. Bendera yang ada Kalimat tauhid sebegitu mudah dibakar dan tak merasa salah pula. Jadi umat Islam harus cerdas dalam politik," ujarnya.

Wednesday, October 24, 2018

October 24, 2018

KH Tengku Zulkarnain dan Masri Sitanggang Bertemu, Bahas Kepemimpinan Ulama


MuslimOnline.Id- Dua tokoh ulama dan aktivis dakwah Sumatera Utara KH Tengku Zulkarnain dan Dr Masri Sitanggang bertemu membincangkan persoalan keummatan dan tahun politik 2019, Rabu (24/10/2018).

Pertemuan yang diadakan di kediaman Wakil Ketua Majelis Fatwa Mathlaul Anwar di Pasar 1 Setia Budi itu membicarakan kegiatan Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat (MUTU) Sumatera Utara yang akan digelar Ahad 28 Oktober 2018 di Medan.

KH Tengku Zulkarnain dan Dr Masri Sitanggang  merupakan dua di antara lima tokoh yang menerima mandat yang diberikan dari Ijtima Ulama II di Jakarta beberapa waktu lalu untuk membentuk Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI-I) Sumatera Utara.

MPUI-I Sumatera Utara sendiri akan menjadi wadah kepemimpinan ulama di wilayah Sumatera Utara yang akan terdiri dari 10 anggota inti dan 10 anggota pengganti.

Selain Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat, mereka juga membahas Pemilu 2019. Mereka bersepakat agar umat Islam juga fokus merebut kursi DPR-RI.

Wakil Sekjen MUI itu dalam Pemilu 2019 nanti  terang-terangan akan mendukung salah satu Partai Islam yakni Partai Bulan Bintang.

"Saya jika ditanya, 2019 ini saya memilih partai PBB. Di mana mana saya ceramah, saya sampaikan itu," ujar KH Tengku Zulkarnain.

Terkait pencalonan Masri Sitanggang dalam Pemilu 2019 sebagai Calon Anggota DPR-RI Dapil Sumut 1, KH Tengku mendukung dan mendorong Masri Sitanggang agar aktif mensosialisasikan diri dan merangkul semua elemen umat.

"(Masri) harus sering bersilaturahim ke tokoh umat dan merangkul semua elemen umat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Dr Masri Sitanggang menjelaskan MUTU sangat urgen mengingat umat Islam kini memerlukan ulama yang memahami situasi dan kondisi umat Islam baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

"Oleh karena itu, di dalam pertemuan nanti, kita mengundang para tokoh yang memiliki komitmen perjuangan keislaman yang jelas untuk mampu membimbing dan mengarahkan umat," ujar Masri.

Monday, October 22, 2018

October 22, 2018

GIP-NKRI Kecam Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Pesan Buat Banser

MuslimOnline.Id- Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI) Dr Masri Sitanggang mengecam keras perbuatan oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Garut yang membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan kalimat tauhid  dalam rangka memperingati hari santri, ahad, 21 Oktober 2018. 

"Hanya orang yang bermental anti Islam yang tidak suka pada kalimat Tauhid," ujarnya pada wartawan, Senin, 22 Oktober 2018.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan ini juga meminta kepada Banser agar membersihkan anggota-anggotanya dari mental yang membenci kalimat Tauhid.

"Kita minta dengan sangat kepada NU, khususnya Banser supaya segera membersihkan orang-orang Banser dari mental yang justru bertentangan Islam," ujar Masri.

Masri menilai pembakaran bendera tauhid ini bagian dari penghinaan terhadap umat Islam secara keseluruhan dan kepada ajaran Tauhid. Sebagai umat Islam, harusnya sangat menghargai kalimat Tauhid di manapun dituliskan.

"Apalagi hal (pembakaran) itu secara demonstratif pembakaran menunjukan semangat kebencian terhadap bendera tersebut," ujarnya.

Masri menegaskan tidak ada alasan bahwa ini adalah bendera HTI. Kalimat Tauhid tidak ada hubungannya dengan bendera organisasi.  "Ini tidak ada hubungannya dengan HTI. Kalimat itu adalah kalimat Tauhid. Siapapun dia, baik Banser, NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah  harus menghargai kalimat Tauhid," tegasnya.

Sosok yang merupakan ketua panitia Kongres Umat Islam Sumatera Utara yang digelar beberapa waktu lalu juga berharap kepada Banser untuk berhenti melakukan provokasi terhadap kelompok Islam manapun di Indonesia ini.

Detik pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser terekam dalam video berdurasi 02.05 menit. Video tersebut viral dan mengundang kecaman warganet.

Pembakaran bendera tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

"Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut," ujar Yaqut seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10/2018).

Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

"Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan," kata Yaqut.

Thursday, October 4, 2018

October 04, 2018

Parade 1000 Hafiz dan Launching Buku, Edy Rahmayadi: Gubernur Dari Dulu Bermartabat

MuslimOnline.Id- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur H Musa Rajekshah membuka Parade 1.000 Hafizh sekaligus Pencanangan Tahfizisasi Imam Masjid Raya serta Penghargaan Muqri Indonesia, di Lapangan Kampus Universitas Islam Negeri Sumut (UIN SU), Jalan Sutomo Medan, Kamis (4/10). Bukti sejarah dan prestasi keagamaan, diyakini menjadikan provinsi ini religius sejak lama.

Dalam kegiatan tersebut, sekurangnya 1.000 orang hafiz bersama ulama memadati halaman kampus UIN Sumut untuk melantunkan ayat suci AlQuran secara bergantian. Kekhusyuan terlihat saat ayat demi ayat dikumandangkan dengan merdu oleh para hafiz dan hafizah. Sikap antusias ini pula yang membuat Gubernur yakin bahwa rakyat Sumatera Utara masih bertaqwa kepada Allah SWT.

“Ini banyak yang tidak tahu, saya sudah sampaikan agar dipublikasikan. Kalau ini sampai tahu, mungkin tempat ini tak cukup. Jadi Insya Allah 7 Oktober (2018) nanti mereka-mereka (hafiz/hafizah) ini akan mendukung MTQN kita, yang pernah terjadi 47 tahun yang lalu di Sumut,” jelas Gubernur.

Hadir diantaranya Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman, Tokoh Nasional yang juga mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara, para Ulama, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan para hafiz-hafizah.

Parade ini sendiri juga diisi dengan peluncuran buku “11 Muqri Sumut di Pentas Dunia” yang disusun Dr Achyar Zein bersama Dr Warni Marpaung. Begitu juga buku “Mushaf AlQuran Kuno di Nusantara” oleh Ichwan Azhari dan Candiki Repantu, yang telah lakukan penelitian bahwa keberadaan muqri di Sumut juga dianggap sejalan dengan keberadaan mushaf dimaksud. Adapun ciri khasnya adalah terdapat iluminasi khas Melayu Pantai Timur.

“Adanya mushaf di Sumut, menunjukkan bahwa Sumut ini religius. Sekitar 500 tahun yang lalu AlQuran sudah ada. Berarti kalau ada muqri, AlQurannya pasti ada. Ini Alhamdulillah, ada yang menggali, membuktikan bahwa dari dulu Sumut adalah religius dan bermartabat,” sebutnya.

Disinggung soal persiapan MTQ Nasional XXVII di Jalan Pancing/Williem Iskandar dan Asrama Haji Medan, Gubernur pun meminta agar semua pihak khususnya para hafiz/hafizah, mendukung penuh event besar tersebut. Apalagi kesempatan ini tidak diketahui, kapan bisa kembali ke Sumut setelah menunggu 47 tahun lalu. “Untuk itu jangan kita sia-siakan, mari kita besarkan kalam Ilahi kita ini,” sebutnya.

Begitu juga pencanangan tahfizisasi Imam Masjid Raya, menurut Edy, hal itu sangat wajar. Sebab masjid raya merupakan yang tertua keberadaannya. Untuk itu pula, yang mengimami harus punya kemampuan luar biasa yang tentu syaratnya adalah hafiz.

Wednesday, October 3, 2018

October 03, 2018

Dibohongi Ratna, GIP-NKRI: Umat Harus Tetap Ikut Komando Ulama

MuslimOnline.Id- Ketua Majelis Imamah Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI), KH Nazaruddin Lubis mengingatkan umat Islam agar tetap konsisten berada di komando para ulama setelah rentetan peristiwa kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

"Pilihan kita tetap berdasarkan Hasil Ijtima' Ulama yakni Prabowo-Sandiaga Uno. Umat harus tetap berada di bawah komando ulama. Jangan karena kejadian ini kita kehilangan kepercayaan pada Capres hasil Ijtima' yakni Prabowo," ujar Nazaruddin di kediamannya, Kamis (4/10/2018).

KH Nazaruddin Lubis mengingatkan bahwa dalam sudut pandang keimanan, sepintar-pintarnya manusia pasti ada keteledoran, kebodohan maupun kekhilafannya.

Akan tetapi, dilihat secara politik, apa yang dilakukan Ratna sungguh mengherankan dan misterius. Oleh karena itu, sebagai masyarakat awam kita belum bisa menarik kesimpulan apa yang sebenarnya terjadi.

"Ini sungguh mengherankan! Bagaimana mungkin seseorang yang sering melakukan analisis mendalam terkait persoalan-persoalan besar, untuk masalah ini seperti kehilangan logika," ujar KH Nazaruddin.

Sebagaimana diketahui, Ratna Sarumpaet mengaku berbohong atas cerita penganiayaan dirinya yang membuat publik heboh. Bahkan Capres Prabowo Subianto menggelar konfrensi pers untuk menyatakan keprihatinannya.
October 03, 2018

Subhanallah! Gubsu: Sumut Bermartabat Ditempa Melalui Sholat

MuslimOnline.Id- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, untuk mewujudkan Sumut Bermartabat dapat ditempa melalui shalat. Shalat akan menguatkan ikatan, bukan hanya antara hamba dan Rabb-nya, tapi juga menguatkan ikatan antar sesama aparatur negara, sesama anak bangsa, dan sesama umat manusia.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menjadi Keynote Speaker pada Muzakarah Nasional Menyongsong MTQN XXVII Tahun 2018, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (2/10). Turut hadir dalam muzakarah tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, para ASN dan OPD Pemprov Sumut.

“Nasehat guru saya, para alim ulama, cita-cita mewujudkan Sumut Bermartabat dapat ditempa melalui shalat. Shalat akan menguatkan ikatan. Bukan hanya antara hamba dan Rabb-nya, tapi juga menguatkan ikatan antar sesama aparatur negara, sesama anak bangsa, dan sesama umat manusia,” tutur Edy Rahmayadi.

Edy mengaku sangat tertarik dengan tema yang diusung Muzakarah ini. Hal ini karena tema tersebut terkait langsung dengan aspek kepemimpinan menurut Al-Quran. Muzakarah ini, kata Edy, akan menambah inspirasi dan bekal bagi dirinya dan Wagub Sumut Musa Rajekshah dalam memimpin Sumut lima tahun kedepan.

Edy juga mengapresiasi dan berterima kasih atas terlaksananya Muzakarah Nasional di Sumut. Apalagi, muzakarah ini dilatarbelakangi oleh keinginan banyak pihak untuk menghayati perwujudan Sumut Bermartabat.

“Atas nama Pemprovsu dan pribadi, saya bersyukur dan terima kasih atas terlaksananya Muzakarah yang diprakarsai Al Jam'iyatul Washliyah dan Jam'iyyatul Islamiyah. Dengan tema Resolusi Konflik dan Kepemimpinan menurut Al-Qran dalam Mewujudkan Sumut Bermartabat, mari saling bertukar pikiran di sini,” ujarnya.

Dihadiri oleh alim ulama dari seluruh Indonesia, Edy berharap Muzakarah ini akan membawa keberkahan bagi Sumut. “Semoga, Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin, akan membawa cahaya atau nur bagi Sumut, bukan hanya di antara sesama muslim tapi juga seluruh lapisan masyarakat,” harap Edy.

Kepada Al Jam'iyatul Washliyah, Edy berpesan agar terus menginisiasi kegiatan-kegiatan positif seperti Muzakarah. Apalagi, Al Jam'iyatul Washliyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang turut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tidak lupa, Edy pun mengucapkan terima kasih kepada peserta yang datang dari mancanegara. Begitu pun pada seluruh pihak yang mendukung suksesnya pelaksanaan Muzakarah, yang juga untuk menyongsong dan mendukung Sumut sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQN XXVII tahun 2018 pada 4-13 Oktober.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Al Jam'iyatul Washliyah Sumut Profesor Saiful Akhyar Lubis MA ketika menjadi moderator dalam Muzakarah Nasional mengatakan, banyak pihak yang sangat tertarik untuk mendalami visi misi Sumatera Utara (Sumut) Bermartabat, yang diusung Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah dalam membangun Provinsi Sumut. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara khususnya negara-negara ASEAN.

“Inilah sebenarnya mendorong para bapak/ibu hadirin di sini. Untuk mendengar langsung dari lisan orang pertama yang mengusung Sumut Bermartabat sebagai visi misi. Tertitip keinginan dari yang hadir ini semua, bagaimana untuk mengaplikasikan di tempat masing-masing. Walaupun mereka bukan gubernur dan wakil gubernur, mereka ingin berpesan pada gubernur dan wagub bagaimana supaya meniru Sumut,” jelas Saiful Akhyar.

Saiful Akhyar juga mengatakan, dipilihnya Sumut menjadi tempat dilaksanakan Muzakarah Nasional tersebut, karena adanya keinginan dari saudara-saudara dari seluruh Indonesia untuk mengenal lebih dekat sosok Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, yang memiliki visi misi Sumut Bermartabat. “Tidak hanya dari Indonesia, peserta Muzakarah Nasional ini juga dari negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.

Adapun pembicara yang hadir pada Muzakarah yakni DR H Aswin Rose Yusuf yang yang membicarakan tentang mewujudkan Sumut Bermartabat sekaligus resolusi konflik dan peran pemimpin menurut pandangan agama. Kemudian, Dr Connie Rahakundini Bakrie membicarakan tentang Islam, Teknologi, dan Masyarakat yang Bermartabat, serta Profesor Dr Der Soz Gumilar Rosliwa Somantri tentang Potensi Sumber Daya Alam dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional.

Muzakarah ditutup dengan closing statement dari Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat Profesor Dr H Imam Suprayogo. Imam menyimpulkan bahwa kesalahpahaman yang selama ini banyak terjadi dalam menghadapi konflik yang berkaitan dengan agama adalah disebabkan oleh manusia-manusia yang lebih fokus mengembangkan akal.

“Kita lupa bahwa ada yang lebih penting dari itu. Yakni merawat hati, ruh yang ada dalam hati. Pengetahuan memang penting untuk bekal hidup kita di dunia, tapi hati juga harus dirawat. Tak ada agama yang mengajarkan keburukan seperti perang, kalau kita amalkan agama secara benar, mudah-mudahan jiwa tenang, damai, dan bermartabat kita sebagai manusia dan bermasyarakat,” terang Imam.

Sementara itu, peserta muzakarah merupakan pengurus dan kader Al Jam’iyyatul Alwasliyah dan Jam’iyatul Islamiyah se-Sumut, alim ulama, para guru besar, beberapa rektor universitas Islam dan umum di Sumut, organisasi Islam, dan tokoh masyarakat, tidak hanya dari berbagai wilayah di Indonesia tetapi juga luar negeri seperti  Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
October 03, 2018

Allahu Akbar! FPI Belawan Galang Dana untuk Musibah Donggala dan Palu

MuslimOnline.Id- DPC Front Pembela Islam (FPI) Belawan menunjukkan kepedulian terhadap untuk saudara yang tertimpa musiibah di Sulawesi tepatnya Palu dan Donggala.

Di bawah pimpinan Ketua DPC, Mukhtar, mulai Rabu (3/10/2018) hingga 3 hari ke depan FPI akan menggalang dana untuk Donggala dan Palu.

Kegiatan penggalangan dana ini sendiri  perintahkan langsung oleh Ketua DPD FPI Sumut Habib Hud al-Attas.

Pengurus FPI l, Hariman Syahputra Siregar menjelaskan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan, Kapolsek juga Danramil untuk menggelar penggalangan dana.

"Sesuai perintah Imam Besar Habib Rizieq dan DPD FPI Sumut. Kita turun menggalang untuk berpartisipasi. Mengetuk hati masyrakat medan belawan," ujar Hariman.

Sosok yang juga akan maju dalam Pemilihan Legislatif daerah Kota Medan ini berharap upaya yang mereka lakukan sebagai wujud untul dapat merasakan ksedihan saudara yanh tertimpa musibah di Palu dan Donggala.

Gempa dan tsunami yang menerjang Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu menyentak masyarakat luas. Banyak pihak prihatin dan ingin membantu korban gempa, salah satunya adalah Front Pembela Islam (FPI).

FPI menurut Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI Slamet Maarif mengatakan, sejak awal pasca gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, FPI wilayah Sulawesi Tengah terjun langsung ke lokasi kejadian. Sedangkan FPI di daerah daerah aktif melakukan penggalangan dana.


Monday, September 24, 2018

September 24, 2018

MTQ Ajang Bangun Mental Spiritual

MuslimOnline.Id- Seluruh masyarakat dan pihak terkait diajak untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII  tahun 2018 yang akan digelar 4-13 Oktober 2018 di Medan dan Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Karena, MTQN tidak hanya sekadar ajang mencari juara, tetapi juga salah satu pilar pembangunan mental spiritual bangsa.

“Tidak sekadar menetapkan para juara saja, MTQ adalah suatu kegiatan yang sangat tinggi nilainya dalam pembinaan mental keagamaan. Juga membawa dampak positif bagi peningkatan pemahaman ajaran agama bagi masyarakat, yang tergambar dari sikap maupun perilaku religius dalam menyukseskan pembangunan nasional maupun daerah,” ujar Kepala Biro (Karo) Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu) Ilyas Sitorus, Senin (24/9) di ruang kerjanya.

Dikatakan Ilyas, Al-Qur’an bagi umat Islam merupakan kitab suci yang mengandung hikmah dan pengajaran bagi hidup dan kehidupan umat manusia. Mencintai, mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sudah menjadi keharusan.

“Karena itu, MTQN XXVII di Sumut yang akan dihadiri kafilah dari seluruh 33 provinsi di Indonesia, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempelajarinya, serta mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Melalui hikmah dan kandungan ayat-ayat suci dalam Al-Qur’an, kata Ilyas, juga diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berperanserta menggalang harmonisasi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama, yang merupakan satu dari tiga pilar pembangunan Sumatera Utara, bersama mempertahankan iklim kondusif dan mewujudkan good governance.

"Kita semua tentu sama-sama mendambakan kehidupan yang penuh ketenangan, kerukunan dan kedamaian. Dan kehidupan seperti itu hanya dapat dicapai apabila ada norma-norma yang dipatuhi dan ditaati, dalam hal ini adalah ajaran agama, yang secara jelas menggambarkan bahwa dengan kedamaian hidup ini akan terwujud dan terpeliharalah iman, jiwa, akal, kehormatan bahkan kekayaan Tuhan di bumi ini," ujarnya.

Dengan semangat inilah, kata Ilyas,  dapat dipahami bahwa agama berperan memberikan kontribusi yang besar dan siginifikan dalam pembangunan bangsa yang sejahtera dan bermartabat. “Kehidupan seperti inilah yang harus menjadi rujukan kita semua saat ini, terutama dalam mengarungi proses globalisasi antar bangsa yang akan terus bergulir dan berjalan dengan berbagai harapan dan tantangannya,” katanya.

Sasaran yang demikianlah, salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam setiap pelaksanaan MTQ, sehingga kegiatan ini benar-benar bermakna bagi peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. “Karena itu, kita perlu terus mendorong peningkatan kegiatan maupun pendidikan agama masyarakat, baik secara formal maupun non formal, agar pemahaman terhadap agama dapat tumbuh pada diri anak  sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, Ilyas juga menyampaikan, suksesnya suatu pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk para alim ulama dan pemuka agama. Untuk itu, dalam pembangunan diperlukan sumber daya manusia berkualitas, yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi, artinya memiliki kejujuran, akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bertanggung jawab.

“Hal itu dapat diperoleh melalui pemahaman ajaran agama yang baik. Dan MTQ adalah salah satu sarana yang dapat mewujudkan hal itu. Karena itu, sekali lagi, saya mengajak kita semua, seluruh masyarakat
Sumut untuk bersama-sama menyukseskan MTQN XXVII daerah ini,” katanya.
September 24, 2018

Telkomsel Ikut Serta Meriahkan MTQN XXVII di Sumut

MuslimOnline.Id- MEDAN - PT Telkomsel turut andil dalam memeriahkan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII di Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung pada 4 - 13 Oktober 2018 mendatang.

Dukungan itu yakni pemberian hadiah tambahan kepada para pemenang dengan total hadiah sebesar Rp30 juta. Pemberiaan hadiah tambahan berupa uang pembinaan pada para pemenang khusus Juara 1 di Golongan Tahfidz masing-masing senilai Rp3 juta untuk 10 kategori kompetisi.

Kerjasama ini dikukuhkan dengan penandatangan yang dilakukan oleh Sekdaprov Sumut yang juga Ketua Panitia Daerah MTQN XXVII Pemprov Sumut Dr Ir Hj Sabrina MSi bersama Manager Branch Central Medan PT Telkomsel Nicky A Idrus dalam Rapat Klarifikasi dan Negosiasi di kantor Gubernur Sumut, Jumat (21/9).

Ilyas Sitorus, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut sekaligus Ketua bidang Publikasi Dokumentasi dan Layanan Media Center MTQN XXVII yang dimintai keterangan menyatakan poin kerjasama itu melakukan promosi outdoor, dimana PT Telkomsel akan melakukan pemasangan media promosi di beberapa titik.

Yakni Billboard/Bando ukuran 4x24 m yang berlokasi di Jalan Gagak Hitam, Video Tron yang berlokasi di Jalan P Diponegoro Samping Sun Plaza, Vertikal Banner 100 titik yang berlokasi di Venue Utama 50 pcs, Istana Maimun 25 pcs dan Asrama Haji 25 pcs, Spanduk 30 pcs yang berlokasi di Hotel tempat para peserta MTQN berada dan jalan-jalan utama Kota Medan, X-banner yang berlokasi di 13 titik pelayanan PT Telkomsel dan Flyer promo even sebanyak 5.000 pcs.

"PT Telkomsel juga menyiapkan MTQN Corner. Telkomsel akan memberikan space promosi di 13 titik layanan PT. Telkomsel di Central Medan untuk mempromosikan even tersebut beserta dengan materi promo pendukung. Termasuk di antaranya PT Telkomsel juga akan melakukan Blast SMS dan LBA (Local Base Advertising), Blast SMS akan dilakukan dengan target pelanggan PT. Telkomsel Sumatera Utara Dan Aceh serta LBA yang berlokasi di 2 titik Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Venue Utama Gedung Astaka," ucap Ilyas Sitorus.

Selain itu, PT Telkomsel melakukan promosi secara digital. Telkomsel akan membantu melakukan promosi melalui media sosial instagram/facebook dan juga akan menggunakan para buzzer lokal Medan untuk membantu promosi digital seperti Medan Talk, Tauko Tembung, Cerita Medan dan Ownid. "Tentu saja dalam kerjasama ini, Telkomsel diharapkan dapat menjaga dan memberikan pelayanan terbaik untuk kualitas jaringan," katanya.

Sementara itu, Manager Branch Central Medan PT Telkomsel Nicky A Idrus dalam kesempatan itu pun memastikan untuk seluruh titik wilayah venue kegiatan berlangsung akan memiliki kualitas yang baik dari sisi jaringan SMS, Voice dan Data untuk seluruh masyarakat dan tamu undangan.

Di sisi lain, Telkomsel juga akan membantu memfasilitasi dalam pembuatan nada sambung pribadi Mars MTQN sehingga dapat digunakan dan dilaunching pada acara tersebut. Termasuk membuat kartu edisi Khusus MTQN. Telkomsel akan membuat kartu khusus yang diperuntukan even tersebut untuk menambah diferensiasi acara dibanding kota lain yang pernah menyelenggarakan.

Telkomsel juga akan memberikan 200 pcs kartu perdana dan paket internet secara gratis kepada peserta dari 34 provinsi masing-masing kotingen perwakilan, serta akan mendapatkan 5pcs perdana + paket internet (Combo 60k 500mb Nasional + 1.5 GB Local + 2GGB Video max + 60 menit nelpon all operator dan 60 sms all operator).

Termasuk pemberian diskon produk. Dimana Telkomsel memberikan diskon produk khusus kontingen dan panitia dengan menunjukkan id card khusus pembelian produk Data Bulk 60k dan 99K di tenant sales Telkomsel yang ada di venue utama dan venue tambahan.
September 24, 2018

Allahu Akbar! Gubsu: Ulama itu Pimpinan Setelah Rasulullah Wafat

MuslimOnline.Id- Menghadiri Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Edisi Muharram 1440 Hijriah tingkat provinsi, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebutkan pentingnya peran ulama dalam kehidupan berbangsa. Lembaga ini juga disebut sebagai tempat mengadu, khususnya bagi para pemimpin atau umaro.

Hal itu disampaikan Guberunur pada Muzakarah yang mengambil tema ‘Dengan Semangat Hijriah, Kita Rajut Ukuwah Menuju Sumatera Utara Bermartabat' di Aula MUI Sumut, Minggu (23/9). Hadir diantaranya Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah dan Dewan Pertimbangan MUI Sumut Maslin Batubara, Anggota DPD RI Darmayanti Lubis, utusan MUI kabupaten/kota dan ratusan ulama.

“Ulama itu pimpinan, setelah Rasulullah tak ada. Jadi kala sudah tak ada ulama, bubar bangsa ini,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Menurutnya, ulama sebagai pemuka agama adalah sosok yang harus dihormati dan dipanuti. Karena itu pula, sebagai umaro atau pemimpin pemerintahan, Edy tidak berharap para ulama datang ke kantor Gubernur dan mengantri untuk masuk, berdesakan dan sebagainya, sehingga terkesan diperlakukan tidak layak.

“Saya pernah berjanji, tetapi bukan sekedar janji. Saya tak mau ulama datang ke Kantor Gubernur, tetapi panggil saya, undang saya, saya akan hadir,” kata Gubernur yang menganggap harusnya pemimpin yang mendatangi ulama.

Gubernur pun mencontohkan seperti di satu daerah di Jawa, pemimpin pemerintahan datang ke ulama, dengan santun dan sikap sangat menghormati para pemuka agama. Sebab menurutnya, untuk menyandang gelar tersebut, tidak mudah, bahkan sangat berat. Sebab di dalamnya ada ketegasan, antara hitam dan putih, benar dan salah.

“Begitu juga MUI ini sangat penting. Jadi ada tempat kita mengadu. Kalau tidak ada, ini yang buat rusak sekarang ini. Karena itu, kalau sudah berani mengambil titel ulama, itu berat sekali. Sehingga bagaimana ulama dan umaro itu bisa bersama,” kata Edy, yang meminta agar kegaitan Muzakarah pihaknya dilibatkan sebagai pelaksana.

Selain itu, Gubernur juga menyinggung beberapa wacana di masyarakat yang menimbulkan kekisruhan. Diantaranya soal volume suara adzan dari masjid yang jadi persoalan. Menurutnya panggilan untuk ibadah bagi ummat Islam memang harus besar, agar didengar jelas.

“Saya dengar adzan harus dikecilkan. Saya perintahkan itu dibesarkan. Sebab kalau sound-nya saja rusak, orang tak dengar suara adzan, jadi tak ke masjid. Dan kalau yang suaranya kecil itu iqomat,” sebut Edy.

Begitu juga untuk persiapan MTQ Nasional yang akan digelar di Medan dan Deli Serdang. Gubernur meminta dengan sangat kepada para ulama yang ia panggil Ayah dan Emak itu, menghadiri dan meramaikan event besar tersebut.

“Saya minta ayah dan emak saya para ulama, hadir di sana. Kita besarkan MTQ Nasional, ini untuk kita semua, untuk akidah kita. Lantunan ayat suci Alquran akan dikumandangkan di sana,” kata Edy disambut tepuk tangan meriah ratusan hadirin yang memadati aula tersebut.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur dan Wakil Gubernur pun dipakaikan sorban oleh Ketua MUI Sumut dan Dewan Pertimbangan MUI Sumut. Sekaligus juga diikuti penyerahan plakat penghargaan serta almanak (kalender) hijriyah.