Breaking News

Nasional

Showing posts with label Pemko Medan. Show all posts
Showing posts with label Pemko Medan. Show all posts

Friday, June 28, 2019

June 28, 2019

DPRD Medan Laksanakan Paripurna HUT Kota Medan ke 429

Pencapaian dalam pembangunan kota bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan, namun merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh masyarakat tanpa terkecuali, sesuai dengan perannya masing-masing, termasuk dukungan dari pemerintah tingkat atas. Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si., M. H. dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan Peringatan Hari Jadi ke-429 Kota Medan, Jumat (28/6) di gedung dewan.

“Untuk itulah tema Hari Jadi Kota Medan yang kita angkat tahun ini adalah Bersatu Dalam Kebhinekaan, Bersinergi Dalam Mewujudkan Medan Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera, dan Religius,” sebut Wali Kota dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Hendri Jhon Hutagalung dan diikuti segenap Wakil Ketua dan anggota DPRD Medan itu.

Tampak hadir dalam rapat paripurna istimewa ini Gubsu diwakili Asisten Umum Provsu, Drs. H.M. Fitriyus, S.H., MSP, Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, unsur Forkompimda, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Wakil Bupati Langkat Syah Afandin, Sekda Binjai M. Mahfullah, Konsulat Jepang, Singapura, India, Malaysia, Pemangku Kesultan Deli Raja Muda Tengku Hamdy Ostman Deli Khan Al Haj, para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, tokoh masyarakat dan agama, dan segenap pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Wali Kota mengatakan, sangat dibutuhkan keikhlasan, kerja keras serta kerjasama yang semakin kokoh, di antara seluruh pemangku kepentingan, disertai partisipasi masyarakat luas untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan Medan pada masa yang akan datang. Semua harus bersinergi, optimis, sebab dengan kebersamaan hasil-hasil pembangunan terbaik dapat diraih lebih optimal.

“Medan adalah rumah kita, masa depan kita, tempat tinggal yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita. Oleh karena itu, kita harus membangunnya bersama-sama, memeliharanya bersama-sama dengan terus bergandeng tangan, bersatu padu sebagai satu saudara,” ujar Wali Kota.

Wednesday, June 19, 2019

June 19, 2019

Hasyim, SE : "Jalan di Beton, Warga Jalan Panglima Denai Senang".

Medan: Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE mengapresiasi langkah pemerintah kota Medan yang baru-baru ini melakukan perbaikan dan pembetonan jalan Panglima Denai pasar Lima (5) Kecamatan Medan Denai yang selama ini sering terendam banjir, berlobang dan rusak parah sehingga sempat membuat kesal para pengguna jalan dan warga setempat.

” Ini salah satu fakta, bahwasanya pemko Medan punya kesungguhan untuk perbaiki atau membangun kota Medan ini agar lebih nyaman atau layak untuk warga Kota Medan lah. Upaya-upaya tersebut sudah dilakukan dan selalu di setiap mata anggaran itu, apa yang sudah di anggarkan itukan selalu juga dilaksanakan,” terang Hasyim yang mampu memperoleh suara tertinggi di PDI P Kota Medan saat pileg 17 April 2019 lalu dari Dapil empat (4), Rabu (19/6) di Gedung DPRD Kota Medan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan ini juga mencontohkan selain Jalan Panglima Denai, ada juga jalan lain seperti Jalan Veteran, Jalan Asia yang saat ini sudah dilakukan pembetonan Jalan, sehingga dapat dilihat keseriusan Pemko Medan agar bagaimana Jalan-Jalan di Kota Medan dapat terlihat bagus dan nyaman di lalui oleh pengendara bermotor.

Selaku wakil Rakyat dari Dapil 4, Hasyim mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemko Medan dan Walikota. ” Kita harapkan ini dapat dilaksanakan terus perbaikan infrastruktur supaya tahun 2020 kota Medan sudah terbebas dari infrastruktur jelek, termasuk pengorekan parit. Kita harapkan, agar terlebih dahulu dilakukan pengorekan parit sebelum melakukan pengaspalan badan Jalan, karena Walikota pastilah selalu menginginkan yang terbaik terhadap setiap pekerjaan perbaikan infrastruktur tersebut,” jelasnya.

Di beberkan Hasyim, di Jalan Asia simpang Jalan Jumhana, aspal belum setahun dikerjakan sudah rusak, penyebabnya adalah karena ada parit di sepanjang Jalan sebelumnya tidak diperbaiki atau di korek terlebih dahulu, sehingga ketika turun hujan, air akan keluar dari parit dan menggenangi Jalan, terjadilah banjir. ” Inilah yang membuat jalan cepat rusak dan hancur apalagi pengguna jalan sangat padat di tempat itu,” terang Hasyim.

Atas pembetonan jalan Panglima Denai yang telah dilakukan oleh Pemko Medan melalui Dinas Bina Marga Kota Medan tersebut, warga Jalan Panglima Denai pun turut mengucapkan  terimakasih kepada Pemko Medan yang telah memperbaiki Jalan Panglima Denai tersebut.

” Terimakasih kepada bapak Walikota Medan yang telah mendengarkan keluhan kami. Jalanan yang sebelumnya rusak parah ini sebelumnya terdapat banyak lubang yang berdiameter kecil hingga besar dengan kedalaman tertentu, setelah dibeton ini, semoga saja gak ada lagi lubang dan banjir yang menggenangi jalan ini,” Kata seorang wanita yang kebetulan sedang melintas.

Sementara itu, Dinas Bina Marga Kota Medan melalui Kepala UPT Dinas Binamarga Kota Medan, Rusdi menyebutkan bahwa pengerjaan pembetonan di Jalan Panglima Denai dilakukan 5 (lima) hari sebelum bulan Ramadhan lalu.

“Pembetonan jalan yang sedang dikerjakan ini hampir rampung. Pengerjaannya sendiri dilakukan sebelum bulan Ramadhan dengan Lebar 8 meter dan panjang 495 meter,” pungkas

Tuesday, May 21, 2019

May 21, 2019

Medan: Pemerintah Kota Medan gagal meraih WTP

Medan: Pemerintah Kota Medan gagal meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2018. Pemko Medan hanya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Penyerahan WDP itu diterima Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (22/05/2019). Laporan Hasil Peneriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Ambar Wahyuni.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menerima LHP tersebut merupakan hasil audit yang dilakukan auditor BPK terhadap laporan keuangan Pemko Medan Tahun Anggaran 2018 yang diserahkan Wali Kota pada Rabu (27/03/2019) lalu.

Selain Kota Medan, ada sejumlah daerah lain di Sumut yang juga menerima LHP. Di antaranya Kabupaten Langkat, Labuhanbatu, Nias, Tapanuli Tengah, Padanglawas serta Nias Utara. Sebelum menerima LHP, Wali Kota, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli dan Kepala BPK RI Perwakilan Sumut terlebih dahulu menandatangani berita acara penyerahan laporan keuangan.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan Pemko Medan telah menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018 secara optimal sehingga dapat menjadi refleksi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Menyikapi predikat WDP yang diterima Pemko Medan, Wali Kota mengatakan hal tersebut menjadikan semangat bagi Pemko Medan untuk lebih bersinergi dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik, transparan dan akuntabel.

Sementara Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Ambar Wahyuni menyarankan agar seluruh kepala daerah di Sumut untuk menindaklanjuti dokumen LHP sebagai acuan dan rekomendasi dalam mengelola keuangan daerah masing-masing agar lebih baik lagi sehingga dapat memperoleh penilaian WTP

Wednesday, May 8, 2019

May 08, 2019

Wali Kota Medan: Ramadhan Fair Wadah Silaturahim dan Interaksi

MuslimOnline.Id- Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  MH membuka Ramadhan Fair ke-16  tahun 2019 di Taman Sri Deli Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (8/5).  Selain menjadi wadah silaturahmi dan interaksi sosial religius, Ramadhan Fair juga diharapkan dapat menjadikan dunia usaha, terutama UMKM di Kota Medan dapat berkembang sekaligus meningkatkan segmen pasar produk-produk yang dihasilkan.

Di samping itu Wali Kota berharap agar perhelatan Ramadhan Fair tidak hanya sebagai media efektif bagi para pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya, tetapi juga dapat menjadi media siar yang bermuara pada semakin kuatnya kehidupan beragama guna terwujudnya Kota Medan yang humanis dan religius.
               
Meski hujan deras mengguyur sejak sore hingga malam hari, namun antusiasme masyarakat menyaksikan pembukaan Ramdhan Fair cukup tinggi. Ribuan warga tampak memadati sekeliling lokasi Ramadhan Fair. Walaupun berdiri, namun mereka tetap antusias untuk menyaksikan prosesi pembukaan event yang mengusung bazaar kuliner dan produk UMKM serta dibalut hiburan yang bernuansa religi tersebut. Apalagi band papan atas ibukota, Wali Band tampil untuk  menghibur pengunjung sekaligus memeriahkan pembukaan Ramadhan Fair dengan sejumlah lagu hitsnya.
           
Diawali  dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan penabuhan bedug yang dilakukan Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, Sekda Ir Wiriya Alrahman MM, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah serta unsur Forkopimda Kota Medan lainnya, Ramadhan Fair resmi dibuka.
           
Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan, tanpa terasa Ramadhan Fair telah digelar sejak 16 tahun silam. Sejak edisi pertama digelar tahun 2003,  Ramadhan Fair kini telah menjadi event tahunan yang senantiasa dinanti dengan antusias warga Kota Medan. Itu sebabnya  di akhir pelaksanaan Ramadhan Fair setiap tahunnya, Wali Kota senantiasa minta dilakukan evaluasi sehingga gelaran Ramadhan Fair semakin lebih baik.
             
“Kita tidak ingin event ini gagal memenuhi ekspetasi warga yang berkunjung. Atas dasar itulah, kami berusaha senantiasa memberikan yang terbaik kepada setiap pengunjung Ramadhan Fair,” kata Wali Kota.
             
Di Ramadhan Fair tahun ini, jelas Wali Kota, sejumlah bintang tamu dihadirkan untuk memeriahkan event tersebut. Di samping itu juga sejumlah kegiatan yang bernuansa Islami pun telah dipersiapkan, seperti tausiah Ramadhan, berbagai perlombaan, hiburan  Islami serta bazar baik kuliner maupun produk UMKM. “Semoga ini dapat menghibur seluruh pengunjung yang hadir,” harapnya.
               
Diakui Wali Kota, agar Ramadhan Fair bisa terus hadir sebagai salah satu ikon Kota Medan  di tahun-tahun mendatang tentunya butuh inovasi dan pembaharuan di segala bidang. Untuk itu Wali Kota minta kepada OPD terkait harus mampu menjalankan tugasnya sesusia dengan tupoksinya masing-masing.
         
‘’Saya juga berharap Ramadhan Fair dapat menjadi tempat pengembangan potensi pasar bagi para pelaku UMKM di bulan Ramadhan. Kemudian sebagai media syiar yang bermuara pada semakin kuatnya kehidupan beragama di Kota Medan. Di samping itu lagi, kita ingin Ramadhan Fair dapat menjadi sector pembangunan kebudayaan yang Islami di Kota Medan,’’ harapnya.
             
Selanjutnya Wali Kota minta agar  pelaksanaan Ramadhan Fair yang berlangsung 6  Mei – 4 Juni agar terus dipantau baik dari segi teknis acara hingga keamanan, kebersihan  dan kenyamanan di seluruh area berlangsung Ramadhan Fair. Selain itu, setiap stand juga harus ditingkatkan standar pelayanan dan harga yang tidak memberatkan pengunjung yang datang.
             
Khusus bagi para pedagang, Wali Kota kemgingatkan agar selalu menjaga kebersihan sehingga  pengunjung yang datang merasa tenang dan nyaman.  “Jika memungkinkan, kurangi pemakaian plastik dan styrofoam karena kedua bahan itu sulit dihancurkan secara lami di alam sehingga dapat merusak lingkungan. Gunakanlah bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang. Mari  kita wujudkan Islam  adalah agama Rahmatan Lil Alamin dengan turut menjaga alam dan lingkungan sebelum terlambat,” pesannya.
         
Ramadhan Fair yang berlangsung hampir sebulan ini, diikuti 135 pedagang berbasis kuliner dan 75 pedagang non kuliner. Selain menikmati aneka kuliner dan hasil kerajinan, para pengunjung juga dapat mengikuti tausyiah dan konsultasi agama. Kemudian menyaksikan atraksi seni dan budaya Islami dari artis lokal dan ibukota di antaranya Wali Band, Syahrul Gunawan dan Fanny KDI. Di samping itu juga dapat mengikuti sejumlah perlombaan bersifat religi seperti festival marhaban dan shalawat serta pemilihan da’i cilik. (H/KU)

Monday, April 29, 2019

April 29, 2019

Ramadhan Fair XVI Medan, Mulai Sejak 5 Mei 2019

MuslimOnline.Id- Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan  Musaddad Nasution  pimpin rapat persiapan Ramadhan Fair ke XVI  di Balai Wali Kota Medan, Senin (29/4). Direncanakan, perhelatan bernuasa religi itu akan berlangsung 5 Mei - 4 Juni 2019.

Meskipun  sudah dimulai sejak 5 Mei namun pembukaan Ramadhan Fair secara resmi dilakukan, Rabu (8/5) malam. Direncanakan, pembukaan event tahunan yang telah menjadi ikon Kota Medan itu akan dimeriahkan dengan penampilan salah satu band papan atas asal ibukota Jakarta yakni Wali Band.

Demi suksesnya perhelatan Ramadhan Fair, Musaddad berpesan agar seluruh OPD terkait dapat menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing. “Bapak Wali Kota menginginkan agar pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi kita semua harus saling bekerjasama mensukseskannya,” kata Aspem.

Dalam rapat yang turut dihadiri Kadis Kebudayaan  OK Zulfi, Kasatpol H M Sofyan, perwakilan Kapolrestabes Medan, perwakilan Dandim 0201, perwakilan Kejari Medan serta para camat, Musaddad juga menjelaskan, Ramadhan Fair tahun ini juga akan diisi dengan taushiah ramadhan, kuliner ramadhan, hiburan Islami, bazaar serta berbagai perlombaan seperti lomba sholawat, marhaban dan pildacil.

Untuk itulah, Aspem berharap agar seluruh OPD dapat menjalankan tupoksinya masing-masing demi suksesnya acara tersebut. Terlebih, melalui rapat ini, Aspem mengungkapkan bahwa perlunya penguatan koordinasi yang dilakukan antar OPD agar tidak terjadi kesalahpaham yang berakibat pada berkurangnya esensi dari Ramadhan Fair.

‘’Ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu saya berharap agar semua pihak terkait, dapat memahami dan menyadari apa yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan demikian pelaksanaan Ramdhan Fair dapat berjalan sesuai yang diinginkan,’’ harap Aspem.

Ramadhan Fair telah menjadi agenda rutin sekaligus event besar yang digelar Pemko Medan setiap kali bulan Ramadhan tiba. Oleh karenanya, Aspem kembali mengingatkan kepada seluruh OPD dan pihak terkait agar benar-benar memikirkan, memperhatikan dan mempersiapkan segala keperluan dengan benar dan terperinci.

‘’Ini menyangkut nama baik Pemko Medan. Maka, sudah selayaknya kita memberikan dan melakukan yang terbaik,’’ pungkasnya. 

Sunday, April 28, 2019

April 28, 2019

Aisyiyah Hapus Stigma Negatif Islam dengan Bukti Nyata

MuslimOnline Id- Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menilai, sebagai organisasi yang menjadi komponen persyarikatan wanita Muhammadiyah, kehadiran gerakan Aisyiyah telah ikut mewarnai berbagai aspek kehidupan di tanah air, termasuk di Kota Medan. Apalagi, gerakan Aisyiyah telah menunjukkan komitmen dan dedikasinya di bidang sosial, pendidikan, kesehatan serta keagamaan.

Komitmen dan dedikasi itu diwujudkan dengan adanya sekolah, perguruan tinggi, maupun rumah sakit. Atas dasar itulah Wali Kota berharap agar gerakan Aisyiyah dapat terus memberikan sumbangsih terbaik bagi pembangunan khususnya Kota Medan.

Demikian harapan yang disampaikan Wali Kota Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH saat menghadiri perayaan Milad Aisyiyah ke 105 H/102 M di Gelanggang Olahraga (GOR) Mini Dispora Sumut, Jalan Williem Iskandar Medan, Sabtu (27/4). Melalui perayaan tersebut, Wali Kota berpesan kepada seluruh kader Aisyiyah untuk terus berbuat dan bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemaslahatan umat di manapun berada.  
           
"Alhamdulillah, tanpa terasa 105 tahun sudah gerakan Aisyiyah hadir di tengah-tengah hidup masyarakat. Selama lebih dari satu abad ini pula, gerakan Aisyiyah telah menunjukkan berbagai nilai kemuliaan dalam segala aktivitas yang menjadi titik tolak pergerakannya. Semoga hal baik ini dapat terus dilakukan hingga memberi manfaat dalam jangka panjang, khususnya bagi Kota Medan, " kata Wali Kota.        

Dalam perayaan Milad yang mengangkat tema “Aktualisasi Risalah Pencerahan Untuk Dakwah Melintas Batas” tersebut, Wali Kota selanjutnya mengajak agar seluruh kader Aisyiyah agar  menjadikan momentum tersebut untuk lebih meningkatkan berbagai aktivitas yang mampu menebarkan cahaya iman dan islam di tanah air.

Terlebih lagi bilang Wali Kota, milad Aisyiyah berdekatan dengan peringatan Isra Mi'raj sekaligus mendekati masuknya bulan Ramadhan 1440 H. "Inilah saat terbaik bagi kita semua untuk  menunjukkan keagungan sebagai agama Islam yang senantiasa mengajak dan membawa kita dalam kebajikan sekaligus sebagai agama yang Rahmatan lil-alamin,” ungkapnya.

Sekaitan itulah Wali Kota berpesan agar seluruh kader Aisyiyah senantiasa berpegang teguh pendirian keislamannya dengan terus mengamalkan ajaran-ajaran yang sesuai dengan Al-Qur'an dan hadist hadir. Di samping itu Wali kota berharap agar milad ini hendaknya menjadi bukti bahwa agama Islam adalah agama yang adil, baik kepada kaum laki-laki maupun perempuan.

Apalagi tambah Wali Kota, keberadaan gerakan Aisyiyah menunjukkan bahwa emansipasi dalam Islam telah ada sejak lama, bahkan sebelum gerakan feminis bergaung di berbagai belahan dunia. Kehadiran gerakan Aisyiyah bilang Wali kota,  membuktikan bahwa kedudukan perempuan dalam agama Islam itu sangat mulia.

“Teruslah menebarkan nilai-nilai kebaikan Islam, sehingga stigma negatif yang kerap dilekatkan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat diredam dan dihapus melalui bukti nyata yang dilakukan gerakan Aisyiyah," pesannya.
           
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya kader Aisyiyah agar memperkuat silaturahmi dan merajut ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, tidak hanya di kalangan Aisyiyah Kota Medan saja melainkan ke seluruh lapisan masyarakat.  
         
"Dengan niat yang tulus dan ikhlas, semoga gerakan Aisyiyah senantiasa menjadi gerakan muslimah terbesar yang mampu menggetarkan dunia dengan kiprahnya di segala bidang kehidupan," pungkasnya.            
         
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Di kesempatan ini, Wali Kota menyerahkan sumbangsih pribadi sebesar Rp. 5 juta untuk dialokasikan ke berbagai kegiatan yang menjadi fokus pembinaan gerakan Aisyiyah. Turut hadir pula mendampingi Wali Kota, Asisten Umum (Asmum) Kota Medan Renward Parapat dan Kabag Agama Adlan. (H/KU)

Friday, April 26, 2019

April 26, 2019

Resmikan Masjid Syiar Islam, Walikota Medan: Jangan Biarkan Kosong!

MuslimOnline.Id- Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MS ,M.H meresmikan Masjid Syiar Islam di Jalan Nawi Harahap Medan. Jumat (26/04).

Diharapkan masjid ini nantinya dapat menjadi centrum segala aktifitas masyarakat sekitar, baik sebagai pusat kegiatan  keagamaan  maupun pusat keragaman aktifitas lainnya. Di samping itu Wali Kota pun berharap agar masyarakat sekitar senantiasa memakmurkan Masjid Syiar Islam tersebut.

Peresmian Masjid Syiar Islam ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan gembok pada pintu mesjid yang dilakukan langsung Wali Kota disaksikan Wakil Ketua BKM Masjid Syiar Islam  Amaluddin Siagian, Ketua Panitia Pembangunan Masjid  Ir Bakti Lubis, Manajer BNI Syariah Irvan Satya, Kabag Humas Ridhjo nasution, Camat Medan Amplas Edi Mulia Matondang serta tokoh masyarakat.

Dalam arahan singkatnya, Wali Kota berharap agar peresmian Masjid Syiar Islam semakin menambah kecintaan seluruh jemaah kepada Allah SWT, Rasullah SWA, Al Qur’anul Karim serta kecintaan terhadap masjid maupun seluruh unsur yang ada  di dalam rumah Allah SWT yang mulia tersebut.

“Dengan peresmian Masjid Syiar Islam ini, saya berharap akan semakin kokoh berdiri membangun pondasi keisalaman di seluruh sanubari setiap umat Muslim yang ada di Kecamatan Medan Amplas. Kemudian saya ingin masjid ini nantinya senantiasa diisi dengan aktifitas keagamaan. Jangan dibiarkan kosong melompong tanpa ada syiar agama di dalamnya,” kata Wali kota.

Kemudian Wali Kota menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKM Masjid Syiar Islam dan masyarakat sekitar karena telah berupaya sekuat tenaga membangun masjid tersebut. Dikatakan Wali kota, membangun masjid tidak mudah dan murah.

“Alhamdulillah, berkat kekuatan iman dna ikhtiar  seluruh masyarakat. Kini kita bisa lihat  Masjid Syiar  Islam telah berdiri dengan kokoh. Semoga masjid ini nantinya dapat membangun pondasi keimanan di hati dan sanubari setiap warga sekitar,” ungkapnya.

Apalagi tambah Wali Kota, peresmian Masjid Syiar Islam  dilaksanakan  dengan momen Israk Mi’raj dan berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H.  Dengan demikian  bilang Wali Kota, semakin menambah  nilai plus keberadaan Masjid Syiar Islam di tengah-tengah masyarakat. Di kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan bantuan Pemko Medan sebesar Rp. 40 juta kepada BKM Masjid Syiar Islam.

Masjid Syiar Islam dibangun di atas lahan seluas  27 x 11 meter dengan biaya lebih dari Rp. 2 miliar. Menurut Drs Ir Bakti Lubis selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Syiar Islam, pihaknya saat ini membutuhkan dana sebsar Rp.81 juta lagi untuk menutupi kekurangan pembangunan masjid tersebut.

Bakti mengungkapkan, partisipasi masyarakat untuk mendukung penyelesaian pembangunan cukup tinggi. Dengan penuh keikhlasan, warga bahu membahu menyumbang sehingga pembangunan dapat dilakukan hingga rampung, diantaranya keluarga Farida Harahap yang menyumbang sebesar Rp.500.000.000 dan keluarga Prof Dr H Parinduri sebesar Rp.150.000.000.

“Berkat bantuan dan sumbangan yang diberikan warga, alhamdulillah Masjid Syiar Islam sudah selesai terbangun. Semoga ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap masjid. Mari kita manfaatkan dan jaga rumah Allah yang mulia ini dengan sebaik-baiknya,”  ungkap Bakti.

Kemudian Bakti  berharap kekurangan biaya pembangunan masjid dapat diselesaikan. Dia yakin jika dipikul bersama, beban yang berat akan terasa  ringan. “Mudah-mudahan ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua dan kita mendapat ridho dari Allah SWT,” harapnya.

Tuesday, April 9, 2019

April 09, 2019

DPRD Medan Minta KPU Tuntaskan Persoalan Pemilih Sebelum 17 April

Moeslimonline.id. Medan: Pemilu serentak 2019 kian mendekat. Pelaksanaannya tinggal menghitung hari. Beragam tahapan pemilu dan tata cara pemilihan masih menyisakan persoalan. Komisi A DPRD Medan mencium gelagat itu.

Untuk menuntaskan persoalan dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019 yang jatuh pada 17 April nanti, komisi yang membidangi pemerintahan dan kebijakan itu mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Medan untuk melaksanakan rapat dengar pendapat.

"Substansi dari rapat dengar pendapat ini kita memokuskan agar permasalahan pemilihan sudah harus tuntas sebelum pelaksanaan," kata Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu pada rapat dengar pendapat di gedung dewan, Senin (08/04/2019).

Rapat dengar pendapat itu dihadiri Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung serta sejumlah anggota Komisi A DPRD Medan di antaranya Andi Lumban Gaol, Roby Barus, Proklamasi Naibaho, Heri Zulkarnain, Komisioner KPU Medan dan Bawaslu Medan.

Pada rapat itu juga beberapa anggota dewan mempertanytakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan implementasi pelaksanaan Pemilu bagi para calon pemilih yang tidak mempunyai formulir C6 tapi mempunyai e-KTP.

"Apakah mereka ini bisa mengunakan hak suaranya," tanya Herry Zulkarnaen Hutajulu.

Pertanyaan lain juga dilontarkan Andi Lumban Gaol. Andi mempertanyakan apakah pemilih yang bekerja di luar kota bisa menggunakan hak suaranya di daerah tempatnya bekerja?

Menjawab pertanyaan dua wakil rakyat itu, Ketua KPU Medan Agus Damanik mengatakan keputusan Mahkamah Konsitusi memperpanjang masa pendaftaran daftar pemilih tambahan Pemilu 2019 sampai H-7.

KPU juga, kata Agus, membuka lagi layanan pemilih yang akan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi pemilih yang bekerja di luar kota. "Belum ada diatur secara spesifik di putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Tapi kita membuka layanan bagi pemilih yang akan pindah TPS sebelum H-7," katanya.

Agus menjelaskan, layanan pemilih pindah TPS diatur dalam keputusan MK Pasal 210 1 UU Pemilu yang baru disahkan.

Layananan pindah memilih ini teruntuk bagi mereka yang pada waktu sekurang-kurangnya H-7 mengalami sakit, tetimpa becana alam, menjadi tahanan, serta menjalankan tugas pada saat pemungutan suara.

"Sementara bagi pemilih yang ingin pindah memilih yang merupakan mahasiswa daerah tetapi mau nyoblos di kampusnya belum diatur spesifik di putusan MK tersebut," katanya.

Monday, April 8, 2019

April 08, 2019

NU Diharapkan Dukung Pembangunan Kota Medan

MuslimOnline.Id- Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menyambut baik sekaligus mengapresiasi terbentuknya Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kota Medan masa khidmat 2019-2024.

Kepengurusan yang baru nantinya diharapkan dapat memajukan organisasi, termasuk mendukung seluruh pembangunan yang dijalankan Pemko Medan, terutama dalam pembangunan kemaslahatan umat.

Apresiasi disampaikan Wali Kota ketika menerima audiensi PC NU Kota Medan di Rumah Dinas Jalan Sudirman Medan, Senin (8/4) pagi.

Selain silaturahmi dan memperkenalkan diri,  kedatangan mereka juga betujuan mengundang Wali Kota hadir dalam acara pelantikan PC NU di Hotel Tiara Convention Center, Selasa (9/4).

‘’Pemko Medan menyambut baik digelarnya pelantikan tersebut. Semoga acara berjalan lancar dan sukses. Kita berharap pengurus yang baru dapat menjalan program dengan sebaik-baiknya sehingga PC NU menjadi lebih maju ke depannya. Di samping itu kita berharap PC NU dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kota Medan,” kata Wali Kota.
         
Wali Kota selanjutnya memaparkan, saat ini perkembangan tekhnologi semakin pesat sehingga berdampak dengan perubahan dan tingkah laku, khususnya para generasi muda. Menyikapi hal tersebut, Wali Kota berpesan agar PC NU mampu menjadi mitra sekaligus jembatan bagi Pemko Medan dalam rangka pembinaan terhadap generasi muda melalui program-programnya.
         
‘’Kiranya PC NU dapat membantu tugas Pemko Medan untuk memberikan pendampingan dan pemahaman di bidang agama, khususnya bagi generasi muda sehingga menjadi generasi yang ber-akhlakul kharimah. Sebab, hal tersebut selaras dengan visi dan misi Pemko Medan dalam upaya mewujudkan Kota Medan menjadi kota yang religius,’’ harap Wali Kota didampingi Kadis Sosial Endar Sutan Lubis dan Kabag Agama Setda Kota Medan Adlan.
         
Sebelumnya, Ketua PCNU Kota Medan Burhanuddin mengatakan, kedatangan mereka untuk silaturahmi dan memperkenalkan diri. Di samping itu mereka sangat mengharapkan kedatangan Wali Kota menghadiri acara pelantikan sekaligus memberikan kata-kata bimbingan.
     
 "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah  menyambut baik kedatangan kami. Semoga sambutan, bimbingan dan arahan yang disampaikan Bapak Wali Kota dapat menjadi semangat untuk kami dalam memberikan kontribusi bagi Kota Medan,’’ ujar Burhanuddin.

Wednesday, April 3, 2019

April 03, 2019

Hendra DS: Program Bedah Rumah Belum Tepat sasaran

Hasil gambar untuk hendra dsMedan: Program bedah rumah yang dikelola Dinas Penataan Kawasan Permukiman Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan dinilai belum tepat sasaran.

"Alokasi anggaran yang ada di Dinas PKP2R untuk bedah rumah mencapai Rp16,9 miliar. Namun, semuanya itu belum bisa tersosialisasi dengan baik," kata anggota Komisi D DPRD Medan Hendra DS saat kunjungan kerja ke Dinas PKP2R Medan, Selasa (02/04/2019).

Hendra mengatakan, banyak rumah tidak layak huni, khususnya di daerah perbatasan yang belum tersentuh program bedah rumah.

Anggota Komisi D DPRD Medan Maruli Tua Tarigan juga menilai program bedah rumah tersebut tidak terealisasi dengan baik.

"Banyak masyarakat yang membutuhkan program tersebut. Jangan hanya karena birokrasi, rakyat tidak bisa mendapatkan program tersebut," katanya.

Tuesday, April 2, 2019

April 02, 2019

Cegah Silpa, DPRD Dorong Pemko Maksimalkan Pengerjaan Fisik


Hasil gambar untuk komisi D dprd medan
Medan: Komisi D DPRD Medan mendorong Dinas PU agar memaksimalkan percepatan pengerjaan fisik infrastruktur di Kota Medan Tahun Anggaran 2019. Sehingga pengerjaan proyek tepat waktu dan terhindar dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

"Kita berharap tahun ini tender dapat lebih cepat dan pekerjaan maksimal. Selanjutnya pelaksanaan P APBD 2019 dapat lebih awal," ujar Ketua Komisi D DPRD Medan Abd Rani menyimpulkan hasil pertemuan ketika melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas PU Kota Medan, Senin (01/04/2019).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi D Abd Rani didampingi Sekretaris Ilhamsyah, Daniel Pinem, Hendra DS, Parlaungan Simangunsong, Paul MA Simanjuntak, Maruli Tua Tarigan, Ahmad Arif dan Lily MB. Kunjungan diterima Kadis PU Kota Medan Isa Ansyahri dan sejumlah staf lainnya.

Ditambahkan Ilhamsyah, Dinas PU Kota Medan ditekankan agar pengerjaan proyek dilakukan maksimal. Selain itu, dewan berharap pengawasan proyek supaya benar benar dilakukan. Dengan pengawasan maksimal diharapkan menghasilkan kualitas proyek yang baik.

"Kadis didorong memberikan sanksi tegas kepada pelaku pemborong yang 'nakal' melaksanakan proyek sesuai ketentuan. Kita berharap Kadis tidak mau diinterpensi oleh siapapun sepanjang kinerja yang benar," ujar Ilhamsyah.

Menyikapi saran dan kritikan anggota dewan, Isa Ansyahri mengatakan pihaknya akan bekerja maksimal dan tetap butuh masukan dan kritikan dewan.

Isa Ansyari yang baru 1 bulan lebih menjabat Kadis memaparkan, Kota Medan ada memiliki panjang jalan 3.200 Km dan 13 ribu km2 lebih. Diperhitungkan, 5 persen dari dari panjang jalan tersebut yakni sekitar 160 Km harus ada perawatan setiap tahunnya. Maka untuk biaya perawatan itu saja membutuhkan biaya sekitar Rp 540 miliar.

"Jadi untuk biaya pemeliharaan saja harus ada minimal Rp540 M setiap tahunnya. Untuk saran dewan agar memperbaiki dengan skala prioritas memang benar," ujarnya

Friday, May 5, 2017

May 05, 2017

INDUK PROYEK KPBU DITANDATANGANI, KOTA MEDAN SEGERA PUNYA LRT !!!


MOESLIMONLINE.COM - Pemko Medan dan Kementrian Keuangan Republik Indonesia melakukan Penandatanganan Kesepakatan Induk tentang Penyediaan Fasilitas Penyiapan Proyek dan Pendampingan Transaksi Pada proyek Infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Transportasi Kota (Urban Transport) Medan di D’Heritage Grand Aston City Hall, Jumat (5/5). Penandatangan ini dilakukan dalam upaya mewujudkan pembangunan transportasi massal perkotaan di Kota Medan.

Penandatangan ini dilakukan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan disaksikan Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintahan dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenkeu, Freddy Rickson Saragih, Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan. Eldin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemenkeu karena telah menyanggupi permintaan Pemko Medan untuk memberikan bantuan berupa fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksi pada proyek infrastruktur, sebagai tindak lanjut dari penyusunan kajian awal pra studi kelayakan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kota Medan yang difasilitasi pihak Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun lalu.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa dan tingkat kepadatan lalu lintas yang terus mengalami peningkatan serta laju pertumbuhan kenderaan bermotor tidak sebanding dengan peningkatan kapasitas dan konektifitas sistem jaringan jalan perkotaan, Wali Kota mengatakan, Pemko Medan mempunyai kebijakan dan strategi untuk menerapkan sistem angkutan umum massal yang modern dan terpadu sesaui tertuang dalam RPJMD 2016-2021 dan RTRW Kota Medan tahun 2031.

Selanjutnya dengan keluarnya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Perpres No.38 tahun 2015  tentang KPBU dalam penyediaan infrastruktur, jelas Wali Kota, merupakan kesempatan dan peluang bagi Kota Medan sebagai alternatif piola pembiayaan penyediaan infrastruktur perkotaan.  Dan ini diharapkan dapat menjawab tantangan manajemen kebutuhan perjalanan transportasi masyarakat perkotaan secara inklusif dan berkelanjutan,” kata Wali Kota. Proyek ini direncanakan menggunakan skema KPBU dan ditawarkan kepada badan usaha pelaksana yang berpotensi untuk membiayai, merancang, membangun, mengoperasikan dan memelihara infrastruktur, serta menyerahkan kembali infrastruktur transportasi pada akhir masa kerjasama.



Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu berharap, keberhasilan pembangunan proyek KPBU Transportasi Kota Medan ke depannya akan memicu pengembangan jaringan prasarana transportasi lainnya di Kota Medan secara luas dan terintegrasi dalam satu kawasan Mebidangro sesuai dnegan Perpres 62/2011  mengencai rencana tata ruang kawasan perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan  Karo.

“Untuk itu saya minta kepada SKPD terkait di Kota Medan agar dapat berkoordiansi dengan baik dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan yang diperlukan, sehingga fasilitas yang diberikan dapat memberikan hasil yang efektif dan optimal,” ungkapnya. Sementara itu menurut Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu,  Robert Pakpahan, penandatanganan Kesepakatan Induk ini merupakan tindak lanjut telah disetujuinya permohonan fasilitas penyiapan dan pendampingan transaksi, yang selanjutnya mereka sebut Fasilitas, untuk rencana Proyek Transportasi Masal Kota Medan oleh Menteri Keuangan kepada Walikota Medan.

“Penyediaan Fasilitas ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Pusat dalam membantu Pemerintah Daerah untuk mengembangkan infrastruktur guna memberikan pelayanan umum yang lebih baik kepada masyarakat, sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 265 Tahun 2015,” jelas Robert. Permohonan fasilitas penyiapan proyek di sektor transportasi  massal dari Walikota Medan ini merupakan usulan yang pertama yang telah disetujui  Menteri Keuangan, tambahnya.  Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap bahwa kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kesuksesan proyek tersebut.

Inisiatif Pemko Medan menggunakan Skema KPBU, dinilai Robert  merupakan langkah yang inovatif menuju penyediaan layanan umum yang lebih baik kepada masyarakat dengan melibatkan pihak swasta.  Dengan Skema KPBU,  Pemko Medan dapat mengupayakan tersedianya layanan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan, terjangkau, dan berkualitas yang menjadi tujuan utama penggunaan skema KPBU. Selain itu, penggunaan Skema KPBU juga dapat menjadi strategi dalam menjembatani keterbatasan anggaran Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam penyediaan infrastruktur.

“Skema KPBU juga memiliki beberapa keunggulan yang dapat memberikan manfaat bagi Pemko Medan, diantaranya dapat mentransfer risiko desain, pembiayaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan kepada pihak swasta. Selain itu, Pemko Medan juga dapat menciptakan proses transaksi/lelang yang competitive dan transparan sehingga mendorong terwujudnya inovasi, efektifitas, dan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur oleh pihak swasta,” paparnya.

 

Selain unsur FKPD Kota Medan seperti  Kapolresta Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho ST, Dandim 0201/BS, Kol Inf Bambang Herqutanto, Danyon Marhanlan Belawan, Letkol Abdi Zunan Tambunan, Kapolresta Belawan, AKBP Yemi Mandagi, anggota DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, , penandatanganan Kesepakatan Indul ini juga dihadiri sejumlah pimpinan SKPD terkait. Usai penandatanganan, Wali Kota selanjutnya menyerahkan cindera matakepada  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu tersebut. (sl/mo/2017)


Thursday, May 4, 2017

May 04, 2017

Dinilai Semrawut, PKL dan Pedagang Pulsa Di Pinggir Jalan Di Tertibkan !!!


MOESLIMONLINE.COM - Pedagang kaki lima yang parkir berlapis ditertibkan di dua lokasi berbeda di wilayah kecamatan medan baru, Kamis (4/5). Penertiban ini dilakukan karena kehadiran PK5 dan parkir berlapis ini menyebabkan terjadinya kemacetan yang cukup parah dan sangat mengganggu estetika kota.

          Lokasi pertama yang ditertibkan yakni  kawasan Pajak USU (Pajus) Jalan Jamin Ginting. Selain PKL, parkir berlapis juga menjadi sasaran penertiban. Sedangkan lokasi kedua, pedagang makanan dan minuman di Jalan Dr Mansyur, termasuk  pedagang pulsa yang menggunakan mobil  serta kenderaan bermotor yang parkir sembarangan. Penertiban ini dipimpin langsung Camat Medan Baru, Illyan Chandra Simbolon SSTP MSP. Selain mengerahkan seluruh jajaran Kecamatan Medan Baru, termasuk kepala lingkungan dan lurah, penertiban juga didukung petugas Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polsekta Medan Baru dan Koramil 05/Medan Baru.

        Sebelum melakukan penertiban, tim lebih dahulu menggelar apel di halaman Kantor Camat Medan Baru sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam apel itu,  Illyan memberikan sejumlahan arahan agar penertiban yang dilakukan berjalan efektif dan maksimal.  Setelah itu tim bergerak menuju kawasan Pajus.

       Sontak kehadiran tim membuat para PK5 langsung kelabakan, termasuk juru parkir yang selama ini  sesukanya membuat parkir berlapir di pinggir jalan.  Dengan cepat tim  melakukan penertiban, para pedagang pun hanya bisa pasrah. Sebab, mereka telah berulangkali disurati pihak Kecamatan Medan Baru agar tidak berjualan di  atas trotoar maupun badan jalan.
       
(Satpol PP Membongkar Lapak PKL yang berjualan diatas trotoar pejalan kaki)

Sebanyak 4 unit lapak milik pedagang diamankan.  Illyan pun mengingatkan kepada para pedagang agar tidak berjualan lagi di kawasan tersebut. Di samping itu bagi pedagang yang memiliki kios  di pinggir jalan, dimintanya untuk memotong kanopi yang telah melewatin trotoar. “Jika ini tidak dilakukan, tim  akan datang untuk menertibkan kembali!” tegas Illyan. Tidak hanya PKL, kehadiran tim membuat  juru parkir yang menjadi pemicu terjadi kemacetan langsung kabur  meninggalkan kenderaan bermotor. Sebab, mereka tahu parkir yang dilakukan salah karena lokasinya menggunakan badan jalan dan dibuat berlapis. Kondisi itu menyebabkan kemacetan yang terjadi cukup parah, terutama sore hari. Illyan kemudian melarang keras badan jalan digunakan menjadi lokasi parkir. Untuk itu mereka akan terus melakukan pengawasan. Apabila ditemukan kembali, Illyan menegaskan, tim akan melakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera.

(Lapak pedagang PKL yang berada di atas trotoar pejalan kaki diangkut Satpol PP untuk diamankan)

      Dari kawasan Pajus, tim selanjutnyan menuju Jalan Dr Mansyur. Pedagang makanan minuman yang mengetahui kehadiran tim langsung tancap gas, sebab mereka telah mendesain gerobak untuk berjualan di atas becak bermotor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penertiban. Meski demikian tim masih sempat mengamankan sejumlah tenda yang ditinggalkan pemiliknya. Selain pedagang makanan dan minuman, tim juga menertibakan kenderaan bermotor yang diparkir di pinggir jalan. “Pinggir kiri Jalan Dr Manyur mulai dari arah Simpang Kampus  sampai menuju Setia Budi tidak boleh parkir,” jelas Illyan.
         
         Itu sebabnya dua mobil pribadi  langsung digembok  karena parkir sembarangan. Penggembokan dilakukan petugas Dishub Kota Medan. Di samping itu tim melalui petugas Dishub juga menilang 4 mobil pribadi, serta mengangkut 2 unit mobil yang selama  ini digunakan untuk berdagang pulsa. Selama ini setiap kali dilakukan penertiban, mobil itu sengaja ditinggalkan pemiliknya dengan  posisi terkunci untuk mengelabui petugas. Begitu petugas meninggalkan lokasi,  pemilik kembali datang  untuk melanjutkan transaksi  jual beli pulsa. “Kita tidak mau terkecoh, makanya mobil ini kita bawa,” ungkapnya.
              
       Kedua mobil itu selanjutnya dibawa menuju Kantor Camat Medan Barun untuk diamankan. Apabila pemiliknya datang dan bi  amenunjukkan surat-surat kenderaan bermotornya, maka mobil itu  akan dilepas kembali. Sebaliknya jika pemilik mobil tidak dapat menunjukkan kelengkapan suratnya, maka mobil tidak kita lepas dan selanjutnya diserahkan kepada pihak  keamanan untuk menjalani proses lebih lanjut,” jelas Illyan. (sl/mo/2017)

Sunday, March 12, 2017

March 12, 2017

Di Medan, Ribuan Orang Hadir di Car Free Day, Ini Harapan Walikotanya

Moeslimonline.com,-Ribuan warga dari seluruh penjuru Kota Medan dengan penuh antusias mengikuti Car Free Day (CFD) perdana tahun 2017 di Lapangan Merdeka  Medan, Minggu (12/3). Selain dimerihakan serangkaian kegiatan olahraga, warga juga bisa mengikuti senam jantung sehat. CFD ini merupakan kegiatan rutin yang digelar pemerintah sebagai bentuk sosialisasi untuk mengajak masyarakat mengurangi tingkat polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor.

CFD diawali dengan pelepasan sepeda santai yang dilakukan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama Dandim 0201/BS, Kol Inf Bambang Herqutanto didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, Mara Husin Lubis SH dengan mengambil start di Jalan Pualau Penang. Para peserta sepeda santai ini berkeliling mengitari Kota Medan dengan menempuh jarak sekitar 10 Km.

Setelah itu Wali Kota bersama Dandim memantau pelaksanaan senam jantung sehat yang dipusatkan di Lapangan Merdeka. Jumlah peserta yang mengikuti senam ini terus bertambah, terutama dari kalangan dewasa dan orang tua. Mereka dengan penuh semangat mengikuti gerakan yang dipandu sejumlah instruktur. Senam jantung sehat ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemko Medan bekerjasama dengan Yayasan jantung Indonesia (YJI) Cabang Sumatera Sutara.

Tampaknya warga mulai menyadari akan penting dan manfaat dari mengikuti senam jantung sehat yang terus digelorakan Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Medan sekaligus Ketua YJI Cabang Sumut, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin. Tak bosan-bosannya Wali Kota bersama sang istri mengajak seluruh warga Kota Medan untuk mengikuti senam jantung sehat setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka.

“Senam jantung ini sangat penting untuk kesehatan jantung. Jika rutin mengikutinya, insya Allah jantung kita akan sehat. Sebab, seluruh gerakan dari senam ini untuk memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Jika peredaran darah lancar, kecil kemungkinan kita terkena penyakit jantung. Jadi mari kita rutin mengikuti senam jantung ini,” kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengatakan, Minggu ini CFD kembali digelar. Dengan demikian masyarakat dapat kembali berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan olahraga di seputaran Lapangan Merdeka.

“Selain mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga, melalaui kegiatan CFD ini, kita juga ingin mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengurangi polusi yang disebabkan asap kenderaan bermotor. Melalui CFD ini, kita berharap polusi udaha dapat diminimalisir sehingga warga Kota Medan dapat menikmati udara yang bersih dan sehat,” ungkapnya.

Selain itu mantan Wali Kota dan Sekda Kota Medan ini tak lupa, mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan bersihan lingkungan tempat tinggaklnya masing-masing. Jika warga mau melakukannya dengan ikhlas dans epenuh hati, Eldin optimis warga Kota Medan akan terbebas dari penyakit yang timbul akibat kotornya lingkungan tempat tinggal.

Usai mengikuti senam jantung sehat, warga tidak langasung pulang. Ada yang beristirahat sejenak untuk melepaskan rasa lelah, ada juga warga yang memanfaatkan momen itu untuk salaing bersialturahmi sambil menikmati rangkaian kegiatan olahraga lainnya seperti joging, atraksi ketangkasan sepeda BMX, sepatu roda, hula hop maupun menyaksikan komunitas sepeda ontel.

Selama CFD ini berlangsung, seputaran Lapangan Merdeka ditutup petugas Satlantas Polrestabes Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan mulaui pukul 06.00 sampai 10.30 WIB. Hal itu dilakukan agar kawasan itu steril dari asap kenderaan bermotor dan warga benar-benar mendapatkan udara yang sehat sambil berolahraga bversama anggota keluarganya.

Sementara itu Kadispora Kota Medan, Mara Husin Lubis SH mengatakan, kualitas pelaksanaan CFD akan terus mereka tingkatkan setiap pekannya agar masyarakat yang mengikutinya semakin banyak lagi. Sebagai salah satu terobosan yang dilakukan, Mara Husin mengatakan nilai hadiah yang akan diberikan kepada peserta CFD melalui lucky draw dipenghujung acara akan ditingkatkan lagi.

“Selama ini setiap minggu pelaksanaan CFD digelar, kita selalu membagi-bagikan hadiah kepada para peserta melalui lucky draw. Namun untuk pelaksanaan CFD tahun ini, pembagian hadiah akan kita lakukan di pekan terakhir setiap bulannya. Artinya, hadiah kita bagikan sebulan sekali. Ini snegaja kita lakukan agar hadiah yang diberikan lebih menarik dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya,” jelas Mara Husin.

Pelaksanaan perdana CFD di tahun 20127 ini berlangsung meriah. Selain kegiatan olahraga dan senam jantung, Satlantas Polrestabes Medan juga menyediakan taman edukasi bagi anak-anak berusia 4 tahun ke atas. Selain bermain, anak-anak juga mulai sejak dini diajarkan dan diperkenalkan mengenai rambu-rambu lalu-lintas sehingga mereka mengetahui fungsi maupun manfaatnya masing-masing.