Breaking News

Nasional

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, February 16, 2020

February 16, 2020

Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020, Ratusan Muda-Mudi Binjai Lakukan Hal Ini


Binjai-Gerakan Menutup Aurat (Gemar) Tahun 2020 digelar bulan Februari di berbagai kota seluruh Indonesia tak terkecuali Binjai, Sumatera Utara.

Ahad (16/2) pagi, sekitar 350 massa yang berasal dari Muslim Youth Club Binjai, Forum Rohis Nusantara (Fornusa) Binjai, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Binjai, LDK Rabbani STAI Syaikh H. Abdul Halim Hasan, Ismuka Kaputama, One Day One Juz, KAMMI, Yakesma, serta komunitas Sedekah Yok menggelar longmarch dimulai dari Rumah Tahfidz di Kelurahan Kartini menuju area Car Free Day di Lapangan Merdeka Binjai.

Dalam aksinya kelompok anak muda ini mengajak umat Islam baik perempuan maupun laki-laki untuk menutup aurat. Khairunia Hasanah, S.Pd dalam orasinya menyatakan bahwa menutup aurat adalah bentuk ketakwaan kita pada Allah SWT sekaligus tanda cinta kepada orangtua karena akan meringankan hisab mereka di akhirat.

Sementara pembicara lainnya, Rudang Mayang Sari Manik, M.A mengingatkan agar yang sudah menutup aurat dengan baik tidak merasa lebih baik dibanding yang belum. "Tapi menggunakan hijab itu adalah sebuah kebaikan, kewajiban dan bukan pilihan, " tukas motivator lulusan pascasarjana UIN Sumatera Utara ini.

Di penghujung acara, para peserta membagikan ratusan kerudung kepada pengunjung car free day khususnya kepada yang belum menggunakan jilbab.

GEMAR sendiri dipelopori oleh Teacher Working Group (TWG) pada tahun 2012 di media sosial dan di-booming-kan oleh Solidaritas Peduli Jilbab pada tahun 2016 yang hingga kini menjadi event tahunan yang diselenggarakan berbagai organisasi dan komunitas di penjuru tanah air.

"Tahun ini kita juga membagikan kerudung ke panti asuhan. Insya Allah ini bagian dari ikhtiar kita dalam membangun Binjai yang islami, " ujar Muaz Saragih, Ketua My Club Binjai yang juga penanggungjawab kegiatan.

Tuesday, July 16, 2019

July 16, 2019

Besok, Gerhana Bulan Bisa Diamati Saat Dini Hari

JAKARTA—Gerhana bulan akan muncul pada Rabu, 17 Juli 2019. Namun, fenomena ini hanya bisa diamati pada dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).

Seperti yang dilansir dari situs timeanddate, gerhana bulan yang terjadi pada 17 Juli ini merupakan yang terakhir dalam tahun 2019. Fenomena gerhana ini akan bisa diamati dari Australia, Afrika, Amerika Selatan, beberapa bagian Eropa, dan Asia.

Sedangkan di Indonesia, fenomena ini bisa terlihat dari bagian wilayah Indonesia barat dan tengah. Fenomena ini bisa diamati dari wilayah Jakarta pada waktu dini hari.

Gerhana bulan ini bisa dilihat dari segala sisi, dengan syarat langit dalam kondisi cerah. Dari beberapa titik, gerhana bulan akan nampak penuh. Sementara di titik lain, gerhana akan nampak sebagian saja.

Masih merujuk pada situs timeanddate, total durasi terjadinya gerhana bulan diperkirakan mencapai 5 jam 34 menit. Berikut ini jadwal proses gerhana bulan 17 Juli, yang akan terjadi pada dini hari nanti:

Gerhana bulan penumbra (bayangan kabur) 01:43 WIB
Gerhana bulan parsial (gerhana sebagian) 03:01 WIB
Gerhana bulan maksimal/penuh 04:30 WIB
Gerhana bulan pasial akhir 05:59 WIB.***DTK

Tuesday, June 25, 2019

June 25, 2019

DPRD Medan Gelar Hala Bi Halal Mempererat Suasana Kekeluargaan dan Keakrabanan

DPRD Kota Medan melaksanakan halal bi halal untuk berkumpul dalam suasana yang akrab dan wajah yang berseri dalam sebuah momen halal bi halal yang dilaksanakan DPRD Kota Medan Bersama Walikota, FORKOPIMDA, FKPD, Wartawan Dan masyarakat Kota Medan lainnya. semoga suasana yang kian akrab diantara kita ini, dapat terus kita pelihara dan tingkatkan lagi, Senin (24/6).

H Ihwan Ritonga, SE. MM dalam Sambutannya mengatakan Halal Bi Halal bagi kita di indonesia sudah merupakan tradisi yang sudah turun temurun sejak lama. tradisi ini memiliki manfaat dan maslahat yang banyak, terutama  dalam menjalin silaturrahim diantara sesama. Dengan Halal Bi Halal ini maka jarak yang jauh akan semakin dekat. Dan yang dekat akan semakin akrab.

“ Rasa sakit hati yang pernah timbul, akan musnah dengan kita saling mengikhlaskan kesalahan. saling berjabat tangan dan mendo’akan dengan hati yang lapang, karena jabatan tangan dapat menghilangkan rasa dendam, dan penawar hati yang luka” Jelas H. Ihwan Ritonga.

H Ihwan Ritonga, SE. MM Juga Menambahkan sebagai makhluk sosial, tentunya hubungan baik kita tidak hanya kepada tuhan sang pencipta, tapi juga hubungan sosial kepada sesama manusia juga harus kita jalin dengan baik. tak peduli apa agamanya, sukunya, atau warna rambut dan kulitnya. hubungan baik itu harus kita jalin, karena kita semua bersaudara. mungkin momen pemilihan umum dan pemilihan presiden kemarin telah membuat kita sedikit bersinggungan karena perbedaan pandangan. namun saya berharap setelah syawal ini semua perbedaan tersebut dapat kita lupakan. kita kembali bersatu sebagai anak bangsa ini dalam mewujudkan cita-cita pendiri bangsa ini, menjadikan indonesia khususnya kota medan yang kita cintai ini menjadi negara yang makmur dan sejahtera.

“ Acara halal bi halal hari ini merupakan momen yang tepat untuk kita melupakan perbedaan dan mempererat ukhuwah kita yang selama ini sudah terjalin” Tuturnya.

Wednesday, June 19, 2019

June 19, 2019

TUAN PRESIDEN, IZINKAN AKU CEMBURU

Oleh : A. Latif Khan. S.Ag

Dua hari ini, status medsos sahabat-sahabat saya penuh dengan pujian dan kenangan baik kepada Muhammad Mursi, presiden Mesir yang dipilih rakyatnya tahun 2012.

Sang pemimpin kembali kepada rahmat Allah dua hari lalu, dan sejak itu orang-orang mukmin tak putus-putus mengenang kebaikan-kebaikannya.

Saya sendiri tidak terlalu mengenal beliau. Sama seperti Anda, saya pun tidak tahu banyak tentang lelaki yang hatinya telah tertanam hafalan Al-Quran sejak usia mudanya ini.

Seorang sahabat mengirimkan rekaman pidatonya di tahun-tahun silam. Dengan bahasa Arab yang fasih, kita bisa merasakan bahwa kalam-kalam Allah mengalir lembut dan menyatu begitu saja dalam ucapan beliau.

Tentu saja hanya para penghafal Al-Quran yang memiliki gaya komunikasi khas seperti ini.

Tetapi di balik ketajaman hafalannya, ada yang lebih mempesona lagi dari presiden yang satu ini. Yaitu bagaimana kaum muslimin menyebut-nyebut amal baiknya pada hari beliau meninggalkan dunia.

Hal ini mirip sekali kejadian pada zaman Rasulullah. Saat itu para sahabat melihat rombongan pengantar jenazah, lalu di antara orang-orang itu memuji sang jenazah. Maka Rasulullah bersabda, "Wajib bagi dia!"

Kemudian datang lagi jenazah kedua, dan orang-orang dalam rombongan yang mengantarnya mencela sang jenazah. Maka Rasul kembali bersabda, "Wajib bagi dia!"

Sahabat bertanya apa maksud ucapan tersebut. Maka Nabi menjawab yang diabadikan dalam hadist riwayat Bukhari,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ

“Jenazah itu yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga. Dan jenazah ini yang kalian cela dengan kejelekan wajib baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.”

Alangkah beruntungnya dirimu wahai tuan presiden. Sungguh aku cemburu dengan banyaknya orang yang menjadi saksi akan kebaikanmu.

Hadist ini hendaklah menjadi pondasi bagi kita semua. Hati-hati jika kita sebagai orang tua, karena anak-anak adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Pada waktunya nanti, mereka akan membuka segala persaksiannya.

Hati-hati jika kita sebagai pemimpin, karena rakyat adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Alangkah meruginya jika mereka kelak bersaksi tentang kecurangan yang kita lakukan, kezaliman kepada mereka yang tidak berpihak pada kita, serta janji-janji kita sendiri yang selalu kita dustakan.

Meski kita mampu mengendalikan media untuk menutupi kebenaran, tetap saja pada waktunya nanti mereka akan membuka segala persaksiannya.

Selamat jalan tuan presiden. Semoga Allah menggantikan untuk kami pemimpin-pemimpin jujur lebih banyak lagi sepeninggalmu.

Salam Hijrah.
Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Friday, May 10, 2019

May 10, 2019

Marhaban ya Ramadhan..

optimized-17082011wp
Alhamdulillah tidak terasa sudah memasuki bulan Ramadhan kembali dan saya masih diperkenankan untuk bertemu dengannya. Memasuki bulan Ramadhan ini saya mengucapkan mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja.. Mohon dimaafkan ya
Disini saya bakal ngebahas tentang keutaman Bulan Ramadhan, yuk disimak

Kenapa sih Ramadhan disebut bulan suci ?
Bulan Ramadhan digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah,
“Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”
Ada beberapa makna dari kata ramadhan ini. Salah satunya adalah bahwa Ramadhan secara leksikal berasal dari klausul ramadha yang bermakna panas terik dan pancaran sinar matahari pada batu. Mengingat bulan ini merupakan bulan yang di dalamnya terdapat kesabaran dalam menahan dahaga dan lapar, oleh karena itu bulan ini dinamakan bulan Ramadhan.
Makna yang lain dari ramadha ini adalah adalah gugurnya dedaunan pada musim gugur. Sebab dinamakannya bulan ini sebagai bulan Ramadhan lantaran di bulan ini dosa-dosa para hamba, muslimin dan mukminin laksana gugurnya dedaunan di musim gugur. Atas alasan ini mengapa nama bulan ini disebut bulan Ramadhan.(Biharul Anwar, jil. 58, hal. 341).

Apa saja yang istimewa di Bulan Ramadhan ?
Dibulan Ramadhan ini banyak event-event menarik lho  ga kalah sama deh sama Mall, ada great sale-nya juga

a) Kemudahan mendapat Gelar taqwa
Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS al-Baqarah: 183).

b) Bulan pengampunan
Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud,
“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

c) Pahala yang dilipat gandakan
Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini.
Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” (HR. Bukhari Muslim).
“Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib” (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah).
Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala di bulan suci ramadhan.

d) Pintu surga dibuka dan Pintu neraka ditutup
“Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu.”(HR Muslim).
Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral pahala. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipat gandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

e) Ibadah puasa adalah ibadah yang istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya,
“Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR Bukhari Muslim)

f) Dicintai Allah
Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi,
“Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.” (HR Bukhari)

g) Do’a – do’a akan dikabulkan
Berdo’a pada bulan Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi Muhammad Sholalohu ‘alaihi wasalam,
“Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

h) Turunnya Lailatul Qadar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. al-Qadr).
Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.  Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam lailatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, “Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.”
Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/kedamaian sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr: 4-5)

i) Puasa meningkatkan kesehatan
Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Beberapa diantaranya yaitu :
Organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.
Membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.

j) Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup.” (HR.Bukhari)

k) Minum air telaganya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalaam
“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagaku dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

Apa yang harus disiapkan untuk menyambutnya?
Karena begitu mulianya bulan Ramadhan bagi umat muslim, tentu kita harus mempersiapkan diri untuk kedatangan tamu agung ini. Apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan ini ?

a) Persiapan ilmu
Agar aktifitas di bulan Ramadhan bisa optimal kita jalankan, kita harus memiliki wawasan dan pemahaman yang benar dan cukup tentang Ramadhan dan hal-hal yang terkait dengannya. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang membahas tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebelum, selama dan pasca Ramadhan. Ilmu harus kita dahulukan sebelum beramal. oleh karena itu, mulai sekarang harus kita programkan untuk membaca dan menghadiri majelis-majelis ilmu. Jangan sampai pemahaman hal-hal yang berhubungan dengan Ramadhan justru baru kita dapatkan ketika di akhir-akhir Ramadhan, walaupun bukan hal yang sia-sia, namun hal itu dapat mengurangi keuntungan kita di bulan penuh berkah ini.

b) Persiapan fisik
Aktifitas di bulan Ramadhan memerlukan fisik yang lebih prima dari bulan lainnya. Sebab, jika fisik kita lemah, kemulian yang dilimpahkan Allah pada bulan tersebut tidak dapat kita raih secara maksimal. Kita harus membiasakan hidup sehat dengan mengatur pola makan, istirahat dan beraktifitas secara seimbang, serta cukup berolah raga, agar tubuh kita prima saat Ramadhan tiba. Kita juga harus melatih fisik untuk melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun dan shalat malam, dan aktivitas lainnya. Agar kita memiliki ketahanan yang baik saat secara maksimal melakukannya di bulan Ramadhan.

c) Persiapan harta
Sebaiknya, sebelum Ramadhan tiba kita sudah memiliki perbekalan harta yang cukup. Sehingga saat Ramadhan, waktu kita bisa lebih difokuskan untuk beribadah. Lebih dari itu, persiapan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah atau infaq kita di bulan Ramadhan. Apalagi pahalanya dilipatgandakan oleh Allah dan Rasulullah telah mencontohkan kedermawanan yang sangat tinggi di bulan ini. Harus diingat pula bahwa, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran secara berlebihan sebagaimana tradisi masyarakat kita selama ini, yang bahkan cenderung ke arah israf dan tabdzir.

d) Persiapan target peningkatan diri
Juga penting untuk kita persiapkan adalah target-target yang ingin kita capai di bulan Ramadhan nanti. Agar terjadi peningkatan dalam diri kita sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya target mengkhatamkan Al-quran atau menghafalnya, target penguasaan bahasa Arab atau melancarkannya, target menamatkan kitab-kitab tafsir, hadits dan lainnya, target jumlah infaq, membantu orang yang kesusahan, dan yang semisalnya. Baik dari sisi kwalitas maupun kwantitasnya. Pembuatan target capaian bulan Ramadhan akan memacu kita untuk beramal lebih baik lagi dari sebelumnya. Selain untuk pribadi, dalam keluarga atau organisasi kita-pun sebaiknya juga dirancang target-target bersama yang akan dicapai di bulan Ramadhan ini.
Dengan persiapan ini, semoga karunia terbesar di bulan Ramadhan dapat kita raih secara maksimal. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dan bermakna dari yang telah kita lalui sebelumnya!.

Hal-hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa
– Tetes mata dan tetes telinga tidak membatalkan puasa sedangkan tetes hidung membatalkan puasa

– Suntik dan inhaler tidak membatalkan puasa, sedangkan infus membatalkan puasa

– Mimisan dan test darah tidak membatalkan puasa, sedangkan donor darah membatalkan puasa

Wednesday, May 8, 2019

May 08, 2019

ACT Masifkan Bantu Palestina di Ramadhan Tahun Ini

MuslimOnline.Id- Dua malam menjelang Ramadhan, Palestina tengah berduka. Hal ini disebaban serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan. Serangan udara meledak sedikitnya di 60 wilayah yang menjadi target sasaran, Sabtu (4/5) malam.

Selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluhlantakkan sekitar 200 bangunan di sepanjang Jalur Gaza. Merespon aksi keji tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan Ramadhan untuk Palestina.

Ibnu Khajar, Vice President ACT menyampaikan sikap ACT terhadap kondisi duka yang dihadapi bangsa Palestina pasca serangan jelang Ramadhan, “ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina terlebih di bulan Ramadhan yang suci ini. ACT melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

Lembaga langsung merespon sejak Ahad pagi atas kondisi ini. Program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan. Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk segera mendistribusikan kesediaan paket pangan dan bantuan lainnya. Sebagai spirit kemanusiaan, water tank milik ACT dan dapur umum untuk berbuka puasa maupun sahur untuk para bangsa Palestina akan terus siaga. Insya Allah umat Islam Indonesia melalui ACT akan terus membersamai mereka,” ungkap Ibnu, Selasa (7/5/2019).

Sejalan dengan itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT Bambang Triyono menyatakan bahwa ACT akan mengirimkan Paket Pangan IHC untuk lebih dari 5000 keluarga selama  bulan Ramadhan, 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, dan 1,6 juta liter air bersih untuk didistribusikan di seluruh Jalur Gaza.

 “Program-program ini kami berikan untuk menghadapi krisis pangan dan tentunya menjadi sebuah respon cepat kami terhadap duka bangsa Palestina di tengah perayaan bulan suci umat muslim,”tambahnya.

Sebagai rangkaian dari program Ramadhan, saat ini terdapat 25 syeikh Palestina bersama tim ACT pergi ke rumah-rumah peribadahan untuk menyampaikan secara langsung kondisi yang ada di Palestina.

“Kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk turut andil dalam usaha perjuangan ini. Terus doakan agar Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi mereka. Insya Allah, lembaga ini berkomitmen untuk terus mengirimkan bantuan, memastikan mereka melewati fase Ramadhan hingga Idul Fitri nanti dapat khusyuk beribadah. Kami umat muslim Indonesia dan berharap seluruh muslim di dunia untuk terus peduli dengan saudara kita di Palestina,” tutup Ibnu.

Friday, March 15, 2019

March 15, 2019

Aksi BIADAB Memakan Korban Umat Islam di Dalam Masjid An-Noor

Hasil gambar untuk pembunuhan di masjid new zealandAksi Keji pelaku pembantaian di masjid Al Noor New Zealand  telah menamba daftar perbuatan Anti Islam di negara-negara minoritas Muslim. Pelaku yang  memfilmkan dirinya saat melepaskan tembakan pada puluhan jemaah menunjukkan rasa tidak bersalah bahkan seakan bangga atas prilaku kejinya.Manusia keji yang dikenal dengan nama Brenton Tarrant dalam akun Twitter miliknya  memasuki Masjid Al Noor di Christchurch sekitar pukul 13:30.

Video berdurasi 17 menit yang disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya itu memperlihatkan warga Australia berusia 28 tahun tadi  menembakkan lebih dari 100 tembakan pada jemaah. Setidaknya 27 orang terbunuh dan banyak lagi yang terluka. Masjid pun penuh dengan mayat. Dikutip dari DailyMail, Jumat meski banyak beredar tak sedikit netizen yang mengimbau agar video tadi tak disebarluaskan.
Hasil gambar untuk pembunuhan di masjid new zealand
Senjata yang digunakan termasuk senapan semi-otomatis dipenuhi tulisan nama-nama pembunuh massal sebelumnya dan kota-kota tempat penembakan terjadi. Aksi  manusia BIADAB ini dimulai ketika ia masuk ke dalam mobilnya dan mengenakan pelindung tubuh bergaya militer dan helm. “Mari kita mulai pesta ini,” ujarnya.

Dia kemudian pergi ke masjid dan mendengarkan lagu-lagu militer sebelum parkir di sebuah sudut. Setelah mengambil salah satu dari setidaknya enam senjata yang tersimpan di mobilnya, ia berjalan ke pintu depan dan mulai menembaki jemaah. Pria bersenjata itu menyerbu masuk dan memberondong siapa pun yang dilihatnya. Seorang lelaki yang terluka mencoba menyelamatkan diri menjadi sasaran tembakannya setelah dengan tenang mengisi ulang senjata.
Hasil gambar untuk pembunuhan di masjid new zealand
Senjata dipenuhi nama penembak massal sebelumnya dan lokasi penembakan.

Dia menembaki jemaah  yang tengah beribadah dan berkali-kali mengisi ulang senjata. Beberapa kali pelaku terelam  berdiri di depan orang-orang yang terluka dengan tenang mengisi kembali senjatanya lalu menembaki para korban untuk memastikannya tewas.

Masjid Al Noor memiliki kapasitas lebih dari 300 orang. Dari klip yang beredar Tarrant kemudian berjalan keluar dan menembak dua sasaran lainya sebelum kemudian kembali ke mobil dan menukar senapannya. Berikutnya ia ke mesjid untuk kedua kalinya dan berjalan menuju mayat  di dalam ruangan dan mulai menembaki kepala mereka untuk memastikan jika mereka sudah mati.

Korban dilarikan ke rumah sakit setempat.
Yakin semua korban tewas, pelaku berlari keluar dan menembaki korban  lain di halaman depan masjid. Seorang perempuan terlihat tersandung hingga jatuh dan berteriak meminta tolong ketika Tarrant berjalan mendekatinya. Ia  dengan tenang membungkuk dan menembaknya dua kali di kepala.

Beberapa detik kemudian dia kembali ke mobilnya dan melarikan diri. Pelaku berhenti untuk menembak setidaknya satu orang lainnya melalui jendela mobil. Di dalam mobil dalam streaming yang masih berlangsung ia menyatakan penyesalan karena tidak membakar masjid. Dua jerigen bensin sebelumnya terlihat di belakang mobilnya.

Friday, February 15, 2019

February 15, 2019

Ribuan Umat Islam "Seruduk" Mapolresta KP3 Belawan

Ribuan Umat Islam "Seruduk" Mapolresta KP3 Belawan
Jum'at, 15 Februari 2019 Aliansi Umat Islam Bersatu Sumatera Utara melakukan Aksi Damai Bela Ulama ke kantor Kapolres KPPP Belawan. Aksi tersebut dilakukan setelah selesai shalat Jumat dengan berjalan kaki sepanjang 5 km dari Masjid Taqwa Raya Belawan menuju Mapolresta Belawan.

Aksi yang diikuti ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Sumatera itu menuntut kepada pihak Kepolisian khususnya Kapolda Sumatera Utara agar menghentikan kasus yang menimpa Tokoh Islam Sumatera Utara H Irfan Hamidi. Selain itu masa juga meminta peredaran Narkoba di wilayah Medan untuk dimusnahkan.

Ketua GNPF Sumatera Utara Ustadz Heriansyah dalam orasinya mengatakan jangan memutarbalikkan permasalahan. Kenapa H. Irfan yang mengadukan peredaran narkoba dikasuskan sedangkan pihak bandar Narkoba dibiarkan.

“Kalau bapak ibu melihat pencopet atau pengedar narkoba jangan dilaporkan, karena nanti ibu yang ditersangkakan, itulah yang terjadi kepada H. Irfan Hamidi. Beliau yang melaporkan malah dia yang mau ditersangkakan”. Ungkap Ustadz Heriansyah dihadapan para peserta Aksi.
Sekretaris KAUMI, Ustadz Syahrul Idrus menyampaikan dalam orasinya meminta kepolisian untuk menghentikan kasus yang menimpa ketua Ketua DPP Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) tersebut, karena terkesan terlalu dibesar-besarkan karena sarat dengan kepentingan politik menjelang pilpres bulan april mendatang.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP.Ikhwan SH.MH didampingi Waka Polres Pelabuhan Kompol Taryono Raharja SH.SIK.MH menerima delegasi dari peserta aksi, mewakili dari beberapa elemen: FUI SU (Ustadz Indra Suheri), FPI SU (Ustadz Abu Fajar), GNPF SU (Ustadz Heriansyah), Romo Center (Bapak Wahyu), Tokoh Langkat (Ustadz Mukhlis), dan AMMBU (Ustadz Taufiq Simbolon) dan Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara.

Adapun pekembangan terkini, kasus sudah dinaikkan ke Poldasu, maka kasus bukan lagi wilayah kewenangan Polres Medan Belawan

Karena kasus sudah ditangani Polda maka para peserta aksi dan Kapolres Medan Belawan sepakat akan melakukan audensi para tokoh Islam/ormas Islam ke Poldasu yang langsung dimediasi oleh Kapolres Medan Belawan Bapak H. Ikhwan Lubis dan Romo Center, pada Hari Senin 18 Februari 2019, untuk meminta penghentian kasus terhadap tokoh islam, h.irfan hamidi

Persoalan hukum yang dihadapi H Irfan Hamidi diawali dari kiriman pesan Whatsapp dari anggota Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I Belawan kepada H Irfan Hamidi tentang adanya pengedaran penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Pesan WA tersebut juga bersamaan dengan foto sepeda motor dinas kepolisian bertuliskan Babinkantibmas, agar H Irfan Hamidi menyampaikan kepada instansi terkait, sehingga berbuntut terjadinya pemeriksaan terhadap H Irfan Hamidi di Ditkrimsus Poldasu. Walaupun H. Irfan diperiksa sebagai saksi namun ada kesan dan berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP.Ikhwan SH.MH menyatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Umat Islam Bersatu cukup damai aman dan terkendali.

"Mudah-mudahan ini ada solusi yang terbaik, karena keputusan masalah ini bukan lagi penangan Polres Pelabuhan Belawan, karena permasalahannya sudah ditangani Polda Sumatera Utara, maka kami hari Senin berencana dengan perwakilan masyarakat bersama dengan staf polres bersama-sama ke Mapolda Sumatera Utara, sekali lagi mohon doa permasalahan ini cepat selesai dengan sebaik-baiknya dan pelapor mencabut perkaranya," kata Ikhwan Lubis.

Para massa akhirnya merasa lega setelah mendengarkan penjelasan dan arahan dari Kapolres Pelabuhan Belawan hingga akhirnya massa membubarkan diri secara tertib dan aman sehingga arus transportasi kembali normal kembali setelah sempat mengalami macet total karena diblokirnya jalan raya Pelabuhan Belawan oleh para pendemo.







x

Sunday, February 3, 2019

February 03, 2019

Deklarasi Garbi Medan dihadiri Tokoh-tokoh Nasional

Ahad, 3/2. Gerakan Arah Baru Indonesia
(GARBI) Kota Medan di deklarasikan di Danau Siombak Marelan dengan memghadirkan ratusan masa, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Deklarasi ini menghasilkan 5 deklarator untuk Kota Medan dan 21 pengurus Deklarator untuk tiap kecamatan. Untuk Kota Medan, Budi waskito di daulat sebagai Ketua, didampingi Jhon Ariadi, Ahmad Yani, Tukijan, Aulia Hazmy, Badrul Anwar dan Fauzy Ahmad.
Deklarasi sendiri dibawakan oleh Ketua Garbi Sumatera Utara yang juga wakil Walikota Binjai, Timbas Tarigan.

Dalam sambutannya Timbas menyampaikan bahwa jangan ada yang merasa khawatir dengan hadirnya Garbi. karna Garbi lahir dari keresahan yang terjadi di masyarkat tentang kondisi di Indonesia yang kian memprihatinkan.

Beberapa tokoh nasional hadir disitu, mulai dari Nandang Burhanuddin yang merupakan Pengamat Politik Nasional sekaligus salah satu penggagas Garbi, Raden Muhammad Syafii yang biasa dipanggil Romo anggota DPR RI, Misliani Suci Rahayu, penggiat sosial, hingga tokoh-tokoh lokal seperti Muhammad Nasir, Surianto yang merupakan anggota DPRD Medan dan beberapa tokoh lainnya.

Nandang Burhnuddin menyebutkan bahwa banyak potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia namun masih belum dikelola dengan baik, dan hal itu terjadi karena lemahnya pemerintah dalam mengelola negara, "banyak kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh asing, bukan bangsa sendiri". ungkap nandang.

"Garbi mempunyai cita-cita yakni bagaimana Indonesia bisa masuk dalam kekuatan terbesar ke lima dunia. Maka dari itu, Indonesia harus disiapkan untuk bisa kuat secara ekonomi, militer dan ilmu pengetahuan". lanjutnya.

Maka dari itu, Garbi terus mendorong generasi milenial dalam mencapai cita-cita tersebut. “Kita harus paksa berpikir, diskusi dan mencari solusi agar masalah bangsa terselesaikan,” ujarnya.

"Garbi kita niatkan sebagai kapal baru dalam perjuangan, dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat Indonesia, segingga perlu totalitas dalam mewujudkannya".

Lebih lanjut Nandang menyampaikan, menurut penelitian RUN Institute yang berdomisili di Amerika, Indonesia akan menjadi negara kuat di dunia karna faktor Islamnya yg rahmatan lil alamin.

Sementara itu Raden Muhammad Syafii yang biasa dipanggil romo mengatakan
indonesia sudah salah arah,
hutang perusahaan plat merah ditambah hutang pemerintah sudah mencapai sekitar 10.000 triliun.

Sehingga Indonesia perlu arah baru. dan Romo menyambut positif kehadiran Garbi  karna punya ide-ide baru dalam mewujudkan kemajuan bangsa.

Acara ditutup dengan pembagian beras bagi masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar lokasi acara.

Saturday, May 27, 2017

May 27, 2017

KAMMI Medan Tuntut Keadilanke DPRD SU

KAMMI MEDAN- Jumat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  MEDAN melakukan Aksi dengan "Tajuk Manifesto Reformasi" (26/5) sebagai momentum peringatan Reformasi Dan hari kebangkitan nasional.

Aksi yang dikomandoi oleh saudara Asri Fahrizal selaku koordinator lapangan (korlap)  tersebut dihadiri massa mencapai 200 orang, yang terdiri dari seluruh kader-kader KAMMI se-kota Medan.

Aksi ini juga merupakan respon dari KAMMI MEDAN atas tindakan represif aparat kepolisian dalam demonstrasi KAMMI di Istana Negara yang menyebabkan 7 orang kader KAMMI terluka termasuk ketua KAMMI pusat sendiri yaitu Kartika Nurakhman.

Dalam orasinya Arri Aliansyah Siregar, S.H.I Selaku ketua KAMMI MEDAN menyampaikan pernyataan sikap didepan perwakilan anggota DPRD PROV SU yaitu bapak Indra Jaya dari fraksi golkar Dan bapak Sutrisno Pangaribuan dari Fraksi PDIP diantara delapan tuntutan mahasiswa (DETUM) yaitu :
keadilankan TDL listrik Dan kembalikan subsidi listrik 900VA agar rakyat kecil tidak semakin tercekik
2. Copot jaksa agung , karena jaksa tidak mencerminkan sebagai penegak hukum yang independent, namun justru sarat dengan kepentingan politik
3. Tuntaskan Dan bongkar kasus korupsi BLBI Dan e-KTP dengan setuntas-tuntasnya
4. Hentikan kriminalisasi terhadap ulama
5. Tolak liberalisasi SDM Dan ekonomi Indonesia
6. Kecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aksi unjuk rasa KAMMI di Istana negara 24 MeI 2017
7. Tegakkan Hukum Yang Berkeadilan Dan Tanpa Pandang Bulu
8. Pecat KAPOLDA METROJAYA dan Kapolres Jaksel

Selain delapan tuntutan tersebut, Arri Aliansyah Siregar, S.H.I sangat menyayangkan tindakan aparat yang memukul wanita saat aksi KAMMI di Jakarta 2 hari yang lalu, padahal seharusnya derajat Wanita di angkat bukan malah di aniyaya ketika seorang Wanita berani bersikap kritis untuk menegakkan keadilan

Setelah penyampaian Orasi dan  pernyataan sikap, Bapak Indra Jaya sebagai anggota DPRD provsu dari Fraksi Golkar  langsung memberikan tanggapan, Beliau menyampaikan turut perihatin atas apa yang dirasakan oleh KAMMI. Sehingga Beliau juga mengatakan apa yang menjadi aspirasi KAMMI MEDAN akan langsung diteruskan ke Pemerintah Pusat. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Sutrisno Pangaribuan dari Fraksi PDIP yang berjanji akan langsung mem faxmail kan delapan tuntutan mahasiswa (DETUM)  ke pemerintahan pusat. Dan Beliau juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk terus menggelar parlemen jalanan sebagai katalisator bagi pembangunan untuk Indonesia yang lebih baik lagi.
.a ,

Tuesday, May 23, 2017

May 23, 2017

Memulai Ramadhan dengan Mengikhlaskan Niat


Memulai Ramadhan dengan Mengikhlaskan NiatMoeslimonline.com. Alhamdulillah kembali kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan 1429 H di tahun ini. Semoga dengan masuknya kita ke dalam bulan yang suci ini akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertaqwa. Di mana dalam bulan yang sangat mulia kita diperintahkan untuk berpuasa selama sebulan penuh sebagai bagian dari usaha untuk melaksanakan kewajiban sekaligus sebagai sarana pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs).


Puasa memiliki urgensi yang cukup tinggi dalam pembersihan jiwa ini, karena di antara syahwat besar yang bisa membuat manusia menyimpang adalah syahwat perut dan kemaluan. Sedangkan puasa merupakan pembiasaan terhadap jiwa untuk mengendalikan kedua syahwat tersebut. Puasa merupakan pembiasaan jiwa untuk bersabar, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya:
Puasa adalah separuh kesabaran. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadits hasan).
Dan juga merupakan sarana untuk mencapai derajat taqwa sebagaimana firman Allah SWT:
Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kamu sebagaimanan diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar supaya kamu bertaqwa. (Al-Baqarah: 183)

Sehingga tuntutan taqwa yang diperintahkan Allah kepada para hamba-Nya harus didukung dengan seluruh sarana dalam pembersihan jiwa terutama dalam masalah keikhlasan. Dalam Madarijus Salikhin Ibnul Qayyim menjelaskan tentang bab Ikhlas ini. Allah SWT berfirman:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. (Al-Mulk: 2)

Al Fudhail berkata: Maksud yang lebih baik amalnya di dalam ayat ini adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Orang-orang bertanya,Wahai Abu Ali, apakah amal yang paling ikhlas dan paling benar itu?

Dia menjawab, Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka ia tidak akan diterima. Jika amal itu benar namun tidak ikhas, maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar. Yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah, dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-Sunnah. Kemudian ia membaca ayat,
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya. (Al-Kahfi: 110)

Di dalam ayat yang lain Allah SWT juga telah berfirman:
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan? (An-Nisa: 125)
Yang dimaksudkan menyerahkan diri kepada Allah adalah memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah SAW dan sunnah beliau.

Allah SWT juga berfirman:
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al-Furqan: 23)
Amal yang seperti debu itu adalah amal-amal yang dilandaskan bukan kepada As-Sunnah atau dimaksudkan bukan karena Allah. Nabi SAW pernah bersabda kepada Sa'ad bin Abi Waqqash, Sesungguhnya sekali-kali engkau tidak akan dibiarkan, hingga engkau mengerjakan suatu amal untuk mencari Wajah Allah, melainkan engkau telah menambah kebaikan, derajat dan ketinggian karenanya..

Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Tiga perkara, yang hati orang Mukmin tidak akan berkhianat jika ada padanya: Amal yang ikhlas karena Allah, menyampaikan nasihat kepada para waliyul-amri dan mengikuti jama'ah orang-orang Muslim, karena doa mereka meliputi dari arah belakang mereka. (Diriwayatkan dari Tirmidzi dan Ahmad).

Banyak definisi yang diberikan kepada kata ikhlas dan shidq, namun tujuannya sama. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya menyendirikan Allah sebagi tujuan dalam ketaatan. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya menjaga amal dari perhatian manusia, termasuk pula diri sendiri. Sedangkan shidq artinya menjaga amal dari perhatian diri sendiri saja. Orang yang ikhlas tidak riya dan orang yang shadiq tidak ujub. Ikhlas tidak bisa sempurna kecuali dengan shidq, dan shidq tidak bisa sempurna kecuali dengan ikhlas, dan keduanya tidak sempurna kecuali dengan sabar.

Al Junai berkata, ikhlas merupakan rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya.

Pengarang Manazilus Sairin berkata, Ikhlas artinya membersihkan amal dari segala campuran. Dengan kata lain, amal itu tidak dicampuri sesuatu yang mengotorinya karena kehendak-kehendak nafsu, entah karena ingin memperlihatkan amal itu tampak indah di mata orang-orang, mencari pujian, tidak ingin dicela, mencari pengagungan dan sanjungan, karena ingin mendapatkan harta dari mereka ataupun alasan-alasan lain yang berupa cela atau cacat, yang secara keseluruhan dapat disatukan sebagai kehendak untuk selain Allah, apapun dan siapaun.

Akhirnya semoga kita bisa menjaga amalan puasa Ramadhan kita dengan selalu mengikhlaskan niat dalam berpuasa agar benar-benar kita mendapatkan pahala puasa yang kita harapkan, dan terhindar dari berpuasa yang sia-sia sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. (Diriwayatkan oleh Nasa'i dan Ibnu Majah).

Wallahu a'lam bishshowab.

Monday, May 22, 2017

May 22, 2017

Ramadhan dan Momentum Perubahan Diri dan Masyarakat


Ramadhan dan Momentum Perubahan Diri dan MasyarakatMoeslimonline.com. Perjalanan aktivitas kita, kembali membawa kita bertemu dengan tamu agung yakni bulan Ramadhan. Dimana pada bulan yang mulia ini menjadi momentum yang paling tepat bagi kita untuk totalitas penghambaan kepada Allah untuk semata mata menyandarkan diri kita kepada Allah SWT


Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa yang menyandarkan dirinya pada harta ia akan berkurang dan barang siapa yang menyandarkan dirinya pada kekuasaan ia akan dihinakan dan barang siapa yang menyandarkan dirinya pada ilmu ia akan disesatkan. Maka ketahuilah barang siapa yang menyandarkan dirinya pada Allah Dia tidak akan berkurang, tidak akan menghinakan dan tidak pula menyesatkan karena Dia Maha agung lagi Maha Tinggi.

Menyandarkan diri pada Allah SWT. merupakan hajat manusia yang sesungguhnya. Ia akan mencapai kehormatan dan kemuliaan yang hakiki. Sesuatu yang menjadi watak dan karakternya. Upaya untuk menyandarkan diri pada Allah SWT. jalan yang perlu ditempuh adalah dengan Tazkiyah dan tarqiyah ubudiyah.

Banyak variable yang mempengaruhi kualitas Tazkiyah dan Tarqiyah ubudiyah seorang mukmin kepada Allah SWT. Sehingga kualitasnya mengalami pasang surut. Variabel yang mempengaruhinya diantaranya: Waktu yang tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT., kondisi baik suasana maupun lingkungan, motivasi yang kuat serta imbalan yang akan diperolehnya. Dari faktor tersebut diatas Allah SWT. menganugerahkan suatu waktu yang sangat kondusif mendorong dan mengarahkan diri orang-orang beriman untuk selalu melakukan Tazkiyah dan Tarqiyah Ubudiyah, yaitu Ramadhan.

Menjadi sebuah keharusan bagi kader-kader dakwah untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan Tazkiyah dan Tarqiyah dengan berupaya untuk selalu mengoptimalkan amaliyah Ramadhan.

Dinamika dan kehidupan Ramadhan adalah dinamika dan kehidupan yang sarat dengan amal dan ibadah dalam upaya mendapatkan kedekatan pada Allah SWT. Sehingga seorang mukmin akan mengoptimalkan masa Ramadhan itu untuk meraih derajat orang yang paling mulia di sisi Allah SWT.
 
Dengan kata lain orang yang telah mengoptimalkan amaliyahnya di bulan Ramadhan, maka ia telah menggondol ijazah takwa sebagai gelar rabbany. Sebagaimana firman Allah SWT.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. 2:183)
Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas dalam pelaksanaannya maka ia akan diampuni dosa-dosa sebelumnya (dan yang akan datang) HR. Bukhari dan Muslim.

Dengan diperolehnya ijazah taqwa, maka sesungguhnya kita telah mendapatkan bekal yang terbaik untuk ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat menuju masayarakat rabbani. Dan itulah sebaik baik bekal, bekal untuk kehidupan dunia dan akhirta (QS al baqoroh : 197).

Sebab dengan terealisirnya taqwa maka muncullah furqonan (pembeda antara yang haq dan bathil, pembeda antara yang halal, haram dan syubhat) seperti yang Allah tegaskan dalam Qs Al-Anfaal: 29. Realisasi taqwa juga berarti terealisirnya makhrojan (solusi) dari berbagai macam persoalan kehidupan dan ia akan menjadi faktor yang menjadikan aktivitas mengisi kehidupan menjadi yusron (mudah). Bahkan Allah SWT menjanjikan kepada kita dengan taqwa itu kita akan meraih pahala yang sangat besar berupa penghapusan kesalahan dan pelipat gandaan pahala. (Qs Ath-Tholaq: 2-4).

Tarqiyah ubudiyah yang tidak kalah penting pada bulan Ramadhan adalah membentuk opini Islam kepada masyarakat luas sekaligus merekrut mereka. Bulan Ramadhan ini sarana yang efektif digunakan untuk menyebarkan fikrah Islam karena banyak kegiatan kajian-kajian keislaman yang digelar pada saat-saat tersebut.

Jangan lupakan sarana dan media Ramadhan ini untuk menjadikannya sebagai sarana membentuk opini umum dengan opini keislamanan sebagaimana yang kita fahami. Ia akan menjadi ladang dakwah kita yang besar. Yang pada saatnya akan menjadi pendukung barisan dakwah. Sehingga selepas Ramadhan kita dapat menikmati panen raya dari berkah dakwah Ramadhan tersebut.

Dengan demikian, maka Ramadhan sebagai sarana yang telah diformat bagi orang beriman untuk mentazkiyah dan mentarqiyah diri serta untuk berkontribusia secara aktif dalam proses-proses pembinaan masyarakat menuju perubahan masyarakat dengan masyarakat berkarakter rabbani. Oleh karena itu seorang mukmin apalagi kader dakwah sudah semestinya mempersiapkan diri mengikuti civitas akademika Ramadhan ini dengan persiapan yang matang guna mewujudkan hakikat penghambaan dan penyandaran diri yang sebenarnya pada Allah Rabbal 'Alamin. (wallahu alam)

Thursday, May 18, 2017

May 18, 2017

7 Persiapan Menyambut Ramadhan


Hasil gambar untuk ramadhanKesempatan bertemu Ramadhan merupakan karunia Allah yang sangat berharga. Ia adalah bulan bertabur fadhilah (keutamaan) dan kemuliaan. Ia juga merupakan mahathah (terminal) chek point dan menambah iman, takwa, dan bekal amal untuk akhirat. Oleh karena itu kedatanganya perlu disambut dengan persiapan yang serius. Tulisan ini akan menguraikan tujuh hal pentin yang perlu dipehatikan sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. 


Tujuh tersebut adalah; (1) Do’a,
(2) Bergembira Dengan Kedatangan Ramadhan,
(3) Berazam (tekad kuat) dan niat yang tulus,
(4) Taubat,
(5) Persiapan dan Perencanaan Target,
(6) Ilmu dan Pemahaman Tentang Fiqh Ramadhan, dan
 (7)Membersihkan Hati dari Sifat Jahat dan Buruk Terhadap Sesama Muslim.

Uraian dari ketujuh poin tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. Do’a Do’a merupakan ibadah yang dengannya para hamba mengkomunikasikan hajat dan harapan mereka kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam kaitannya dengan menyongsong dan menyambut bulan Ramadhan, do’a yang dimaksud adalah memohon kepada Allah dikaruniai umur panjang hingga berjumpa dengan bulan Ramadhan. Para salaf dahulu memohon dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya.

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa sya’bana, wa ballighna Ramadhan; Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”, adalah salah satu do’a yang masyhur dari para salafus Shaleh rahimahumullah. Kita tidak menjamin apakah kita akan sampai ke bulan Ramadhan atau tidak. Kalaupun kita masih sampai ke bulan Ramadhan, tidak ada jaminan bahwa kita dapat meraih keutamaan Ramadhan.

Oleh karena itu di sisa hari menjelang Ramadhan ini harapan untuk diperjumpakan dengan Ramadhan harus selalu menyertai do’a-do’a kita. Termasuk yang harus kita mohon adalah kekuatan, kemudahan, dan taufiq dari-Nya untuk mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah, amal shaleh, dan ketaatan kepada Allah. Sebab tidak sedikit orang yang menanti dan merindukan Ramadhan.

Tapi ketika Ramadhan datang, ia tidak memperoleh manfaat sama sekali dari Ramadhan. Ia tidak dapat memanfaatkan Ramadhan dengan beribadah secara maksimal. Bergembira Dengan Kedatangan Ramadhan Diantara alamat (tanda-tanda) keimanan adalah bersukacita dan bergembira dengan datangnya musim ketaatan. Sebab Ramadhan bagai tamu agung yang akan datang dengan berbagai kebaikan dan keutamaan.

Ia datang membawa rahmat, maghfirah (ampunan), pembebasan dari neraka, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan beragam keutamaan lainnya. Karena itu para pecinta dan perindu kebaikan pasti senang dan bersukacita dengan kedatangannya.

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu men-tabsyir (menyampaikan kabar gembira) kepada para sahabat bila Ramadhan datang. Beliau menggembirakan mereka agar termotivasi memanfaatkan momen Ramadhan dan berusaha meraup keuatamaannya. Biasanya kabar gembira (busyro) yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa penjelasan keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan.

Sebagaimana dalam sebuah Hadits Hasan yang dikeluarkan oleh Imam Nasai dalam Sunannya, Rasulullah menyampaikan kabar gembira kepada sahabat dengan masuknya bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan”. (Terj. HR. Nasai).

Sebagai hamba yang sadar dengan berbagai kelemahan, kekurangan, dan kelalian dalam ibadah selama ini, kita patut bersuka cita dengan kedatangan Ramadhan. Karena ia merupakan momen meningkatkwa kwalitas diri dan iman. Kesempatan meraup pahala dan ampunan sebanyak-banyaknya.

Semoga dengan perasaan gembira dan sukacita atas kedatangan Ramadhan, akan lahir semangat, tekad dan azam serta kesungguhan mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah. Semoga muncul motivasi meraih kemuliaan Ramadhan sebagai dijelaskan Nabi dalam berbagai haditsnya, seperti pada hadits di atas. Azam (Tekad Kuat) dan Niat Tulus Sebagai dikatakan di atas, perasaan senang akan kedatangan Ramadhan dapat melahirkan tekad yang kuat (azam) serta niyat yang tulus dan jujur untuk memanfaatkan Ramadhan.

Selanjutnya tekad yang kuat (azam) dan niat yang tulus tersebut akan membuat seseorang produktif dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amal shaleh. Selain itu, azam dan niat yang jujur untuk memanfaatkan Ramadhan dengan ibadah dapat menjadi sebab datangnya taufik dan kemudahan dari Allah.

Artinya ketika Allah mengetahui bahwa di dalam hati hamba-Nya terhunjam tekad yang kuat dan niat sungguh-sungguh untuk meraih keutamaan Ramadhan, maka Allah akan memberikan kemudahan kep ada hamba tersebut. Allah akan memberikan kemudahan dalam melakukan ketaatan dan berbagai ibadah pada bulan Ramadhan. Berkenaan dengan soal niat dan azam yang sungguh-sungguh ini, Allah Ta’ala berfirman, ‘’Walau shadaqullaha lakana khairan lahum”. Barangkali kisah berikut dapat dijadikan landasan bahwa kesungguhan dan kejujuran niat seseorang sangat berperan sebagai sebab datangnya taufiq dari Allah. Diriwayakan bahwa seorang Arab Badui datang menemui Nabi dengan maksud berbaiat kepadanya. Saat itu sedang dalam persiapan menuju ke medan jihad. Di hadapan Rasulullah, orang Arab Badui ini menyampaikan bahwa, “Wahai Rasulullah, akau berbaiat kepadamu untuk ikut berperang bersamamu. Meskipun saya ditusuk anak panah dari sini (sambil menunjuk leher depannya) sampai di sini (sembari menunjuk leher belekangnya)”.

Perang dimulai dan orang Badui tersebut turut berperang bersama kaum Muslimin dibawa komando Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika perang telah usai, ternyata orang Badui tersebut ditemukan telah meninggal. Lalu diangkat dan bibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Nabi menyingkap pakaian yang menutupi tubuhnya, dilehernya tertancap satu anak panah. Posisi anak panah tersebut menembus lehernya dari depan ke belakang.

Persis sama seperti ketika ia berjanji di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya Nabi mengafani jenazah orang Arab Badui ini dengan pakaiaannya. Bahkan Nabi mendolakan beliau dengan tambahan do’a khusus yang artinya; “Ya Allah, ini adalah hamba-Mu. Ia keluar berjihad di jalan-Mu (sabilillah), lalu ia mati syahid di jalan-Mu.

Saksikanlah ya Allah, aku adalah saksi atasnya pada hari kiamat kelak. Oleh karena itu-kembali ke soal menyambut Ramadhan-, kesunggugan dan keseriusan dalam niat sangat berpengaruh. Karena itu mari tanamkan dalam hati niat yang serius, bahwa kita akan memanfaatkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

Moga-moga dengan niat dan tekad yang sungguh-sungguh tersebut, Allah berkenaan memberikan taufiq dan kemudahan dalam mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah. Taubat Taubat dari dosa dan maksiat perlu dilakukan dalam meyambut dan menyongsong Ramadhan karena pada bulan Ramadhan nanti, kita akan melakukan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah.

Sementara, dosa dan maksiat dapat menghalangi seseorang dari ketaatan. Sebab, dosa dan maksiat dapat mengotori dan menutupi hati. Pemilik hati yang tertutupi oleh karat dosa dan maksiat biasanya berat melakukan ibadah dan amal shaleh.

Dahulu, para salaf sangat peka dalam soal ini. Diantara mereka ada yang mengatakan, “Saya terhalangi melakukan shalat malam karena satu dosa yang kulakukan”. Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah ditanya oleh seorang pemuda yang merasa berat bangun malam, padahal ia sudah berusaha. “La ta’shiyhi fin Nahari, yuqidzuka fil Lail; Jangan kau durhakai (Allah) pada siang hari, Dia akan membangunkanmu pada malam hari”, saran Hasan al-Bashri.

Berkenaan dengan kecintaan terhadap al-Qur’an, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Lau thahurat qulubuna maa syabi’at min kalami Rabbina; Andai hati kita bersih, maka ia takkan pernah kenyang menikmati perkataan Rabb kita (Al-Qur’an)”.

Oleh karena itu mari berusaha bersihkan hati dari noda dosa dan maksiat dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Mari teladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertaubat dan beristighfar lebih 70 kali dalam sehari.

Taubat yang sebenar-benarnya taubat (nasuha), yakni dengan meninggalkan dan menyesali dosa pada masa lalu serta ber azam untuk tidak lagi mengulangi dosa tersebut.

Karena itu mari perbaharui selalu taubat dan istighfar kita. Semoga Allah karuniakan taufiq dan kemudahan melakukan ibadah di bulan Ramadhan.

Persiapan dan Perencanaan Target Persolan yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam menyambut dan menyongsong Ramadhan adalah persiapan dan perencanaan target. Ini sifatnya teknis tapi penting.

Karena gagal menyiapkan dan merencanakan sama dengan menyiapkan dan merencanakan untuk gagal. Agenda ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan semisal puasa, shalat tarwih, tilawah al-Qur’an, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya perlu disiapkan dan direncanakan dengan matang.

Persiapan dan perencanaan yang baik insya Allah akan sangat membantu memaksimalkan ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan yang mulia.

Diantara ibadah yang perlu disiapkan dan direncanakan misalnya target bacaan al-Qur’an. Ini penting, guna memaksimalkan kwalitas dan kwantitas bacaan al-Qur’an kita di bulan yang mulia. Mengingat tilawah al-Qur’an merupakan salah satu amalan utama yang menyertai ibadah shiyam.

Ramadhan disebut pula sebagai syahrul Qur’an. Karena Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Qur’an. Oleh karena itu para salaf dahulu menjadikan Ramadhan sebagai bulan memperbanyak bacaan al-Qur’an.

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengkhatamkan al-Qur’an setiap tiga malam sekali dalam shalat Tarwih. Artinya beliau membaca sekira 10 juz dalam setiap shalat Tarwihnya. Ada yang mengkhatamkan setiap sepuluh malam atau 3 juz sehari.

Imam Syafi’i rahimahullah mengkatamkan 60 kali diluar shalat pada bulan Ramadhan. Artinya beliau khatam dua kali dalam sehari di luar shalat. Sementara Imam al-Aswad mengkhatamkan setiap dua hari sekali. Dan masih banyak kisah-kisah menakjubkan dari para salaf dalam soal antusias mereka yang tinggi dalam mengkhatamkan al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

Nah, jika kita ingin memaksimalkan bacaan al-Qur’an pada bulan Ramadhan nanti, hendaknya ada persiapan dan perencanaan target. Misalnya, bila kita menargetkan 10 kali khatam selama Ramadhan, berarti khatam setiap 3 hari atau 10 juz dalam sehari. Bila ingin mengkhatamkan 5 kali selama Ramadhan, berarti setiap enam hari sekali khatam, atau lima juz dalam sehari. Setiap ba’da shalat fardhu membaca 1 juz.

Demikian seterusnya. Yang pasti hendakhnya ada target dan perencanaan yang baik. dan masing-masing orang hendaknya menetapkan target sesuai kemampuannya, dan mengatur jadwal sedetail dan serapi mungkin.

Amalan lain yang perlu disiapkan dan direncanakan adalah target sedekah. Sebab sedekah merupakan salah satu amalan utama pada bulan Ramadhan selain puasa, tilawah al-Qur’an, dan amalan-amalan lainnya. Bahkan sedekah pada bulan Ramadhan merupakan seutama-utama sedekah.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seafdhal-afdhal sedekah adalah pada bulan Ramadhan” (Terj. HR. Tirmidzi). Oleh karena itu dalam hadits kita temukan bahwa kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meningkat pada bulan Ramadhan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau makin dermawan pada bulan Ramadhan saat didatangi Jibril untuk mudarasah al-Qur’an” (terj. HR. Bukhari).

Ada beberapa bentuk sedekah pada bulan Ramadhan, diantaranya memberi makan dan memberi suguhan buka puasa (tafthir ash-Shaim). Memberi makan dan suguhan buka puasa memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya hadits yang dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunannya, “Siapa saja yang memberi makan saudaranya sesama mu’min yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan surga. . . . (terj. HR. Tirmidzi)

Sedangkan keutamaan memberi suguhan buka puasa diterangkan dalam beberapa hadits shahih, diantaranya yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, “Barangsiapa menyediakan suguhan (makanan/minuman) berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya hal itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari neraka. Ia juga akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”.

Oleh sebab itu seorang Muslim hendaknya merencanakan dan memprogramkan sedekah pada bulan Ramadhan yang mulia ini. Perlu ada persiapan dan perencanaan target, agar dapat bersedekah secara rutin –meski sedikit- pada bulan Ramadhan. Karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling dawam (kontiniu) meski sedikit.

Agar mendapat do’a Malaikat setiap hari. Misalnya target sedekah Rp 1000/hari, sekardus air mineral/pekan, sekilo (kg) kurma/tiga hari, dan seterusnya.

Ilmu Tentang Fiqh Ramadhan Islam sangat mementingkan ilmu sebelum berkata dan beramal. Banyak ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantaranya surah Muhammad ayat 19: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang patut diibadahi kecuali Allah” …. (QS. Muhammad: 19). Ayat tersebut memerintahkan untuk berilmu terlebih dahulu sebelum beramal.

Oleh karena itu Imam Bukhari dalam kitab shahihnya menulis satu bab khusus tentang pentingnya ilmu sebelum beramal. Beliau beri judul Bab al-‘Ilmu Qabla al-Qauli wa al-‘Amal (Bab Tentang Pentingnya Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat).

Sebelum mencantumkan hadits-hadits Rasulullah yang berkaitan dengan judul Bab, beliau menempatkan terlebih dahulu surah Muhammad ayat 19 di atas. Ilmu dipentingkan sebelum beramal, karena syarat diterimannya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah. Yakni amal tersebut harus benar dan bersesuaian dengan syari’at dan sunnah.

Oleh karena itu guna menyambut Ramadhan dengan ilmu, perlu kiranya menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah pada bulan Ramadhan. Semisal fiqh puasa, shalat tarwih, zakat, sedekah, dan iabadah-ibadah lainnya.

Membersihkan Hati Dari Berbagai Sifat Dendam dan Hasad Kepada Sesama Muslim Dendam dan dengki (hasad) merupakan sifat tercela. Sementara terbebas dari sifat tercela tersebut merupakan ciri orang beriman dan bertakwa. Terbebas dari sifat pendendam merupakan tanda penghuni surga, sebagai dijelaskan oleh Allah dalam surah al-A’raf ayat 43 dan al-Hijr ayat 47:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [٧:٤٢] وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ …. [٧:٤٣] “dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai ….”. (QS Al-A’raf:43) إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ [١٥:٤٥]ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ [١٥:٤٦] وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ [١٥:٤٧] “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman” Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan”. (QS Al-Hijr: 45-47)

Demikian pula dengan sifat hasad (iri hati dan dengki). Ia merupakan sifat buruk yang sangat berbahaya. Ia dapat menghapuskan amalan kebaikan bagai api yang melahap kayu bakar. Seorang Muslim hendaknya membersihkan dirinya dari sifat buruk ini sebelum memasuki bulan Ramadhan. Agar ia memasuki bulan mulia tersebut dengan hati yang bersih dan dada yang lapang.

Agar dapat melaksanakan amaliah Ramadhan dengan hati tenang. Jangan sampai berbagai kebaikan yang dilakukan berupa shiyam, qiyam, sedekah, tilawah, dan ibadah lainnya menjadi sia-sia karena sifat dengki (hasad). Sebab hasad dapat melahap kebaikan seperti api yang menghanguskan kayu bakar.

Demikian tujuh hal yang perlu diperhatikan seorang Muslim dalam menyambut Ramadhan. Semoga dengan melakukan ketujuh hal tersebut Allah mengaruniakan taufiq dan kemudahan dalam mengisi Ramadhan. Sehingga kita dapat meraup keutamaan Ramadhan yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Moga-moga kita keluar sebagai alumni Ramadhan yang memperoleh gelar taqwa. Waffaqanallahu wa iyyakum lil ‘Ilmin Nafi’ wal ‘amalis Shalih. (A. Huzaimah el Munawiy).

Sumber : wahdah.or.id