DPRD Medan
March 29, 2019
Pimpinan DPRD Tinjau Pintu Air dan Jalan Rusak di Medan Johor
MEDAN—Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung bersama Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli meninjau Jalan Pintu Air IV , Kelurahan Kwala Belaka, Kecamatan Medan Johor, Selasa (19/2/2019).Turun langsungnya kedua pimpinan DPRD Medan itu guna menyahuti keluhan warga yang mengharapkan agar Pemko Medan memperbaiki dan melakukan pembenahan Jalan Pintu Air IV tersebut.
Kedua pimpinan DPRD Medan langsung ‘membawa’ Kepala Dinas PU Medan Isha Anshari dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), M.Husni.
Saat berada di lokasi tersebut, sejumlah warga hadir juga mengeluhkan persoalan jalan tersebut yang sudah bertahun-tahun rusak.
“Sudah bertahun-tahun Jalan Pintu Air IV ini,sering kali kecelakaan kalau bisa cepatlah diperbaiki,” keluh Mei Sinaga salah seorang warga saat itu.
Menyahuti keluhan warga, Isha Anshari, Kadis PU Kota Medan mengatakan akan segera melakukan pembenahan Jalan Pintu Air IV.
“Kita akan lakukan pemerataan terlebih dahulu Jalan Pintu Air IV ini karena masih ada sebagian sisa aspal yang keras. Selanjutnya,kita mulai bertahap mengerjakannya jika tidak ada halangan hari ini kita kerjakan,” ucapnya.
Lanjutnya pihaknya secepatnya melakukan pembenahan kondisi Jalan Pintu Air IV tersebut. “Jika tidak ada halangan hari ini ( Rabu,red) kita kerjakan pemerataan dulu, baru nanti dibenahi,” ucapnya seraya mengatakan bahwa jalan tersebut akan dilakukan pelebaran ditahun 2020.
Usai melakukan pemantauan ,Ketua DPRD Kota Medan, Henry John Hutagalung dan Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli melakukan peninjauan di Jalan Lingga Raya, Kelurahan Kwala Bekala. Kecamatan Medan Johor.
Di lokasi tersebut, sarana fasilitas jembatan penyeberangan sudah rusak parah dan tidak adanya penerangan jalan.
Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni yang hadir dilokasi saat itu menyatakan akan membuat tiang dengan berkordinasi kepada pihak PLN.
” Kita kerja segera lampu penerangan jalan di Jalan Lingga Raya ini.Kami akan turunkan tim agar cepat dikerjakan jadi bisa terang,” katanya
Ketua Komisi C DPRD Medan,Boydo HK Panjaitan bersama sejumlah anggota komisi C ; Jangga Siregar,Modesta Marpaung dan Dame Duma Sari Hutagalung melakukan kunjungan ke Pasar Kampung Lalang,Selasa (26/3).
”Kasus pemecatan pegawai KPUM sudah pernah RDP di DPRD Medan pada 6 Februari 2017 lalu. Saat itu, disimpulkan bahwa tidak ada dilakukan pemecatan, skorsing maupun intimidasi. Tetapi faktanya, banyak yang langsung ‘dibabat’.
Hasil Laporan Reses DPRD Kota Medan I – V, Soroti Buruknya Jalan dan Drainase di Kota Medan. Sebagaimana disampaikan oleh Sabar Syamsurya Sitepu dalam hasil pelaksanaan reses pertama Tahun 2019 daerah pemilihan I,Senin 18 Maret 2019 di rapat paripurna istimewa DPRD Medan.


Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan SH menegaskan, pihaknya akan merekomendasikan Karaoke New D’Blues ditutup, jika terbukti memiliki kaitan dengan kasus tewasnya pengunjung di sana.
MEDAN—Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Abdul Rani mengakui masih ada keluhan warga terkait permasalahan penumpukan dan proses pengangkutan sampah sejumlah kawasan di wilayah Kota Medan.
MEDAN—Anggota Komisi B DPRD Medan, Surianto SH, menyayangkan lambannya penanganan pasien atas nama Nadya Putri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan pada 22 Januari 2019 lalu. Akibatnya, perempuan berhijab yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) ini harus kehilangan tangan kanannya (amputasi).
MEDAN—Komisi A DPRD Medan menyampaikan ke KPU Medan, kemungkinan adanya kecurangan melalui form C1 (formulir hasil pemungutan suara) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Kita mau fair, tolong di TPS dibuat peringatan dan sanksi. Agar C1 itu jangan sampai diubah-ubah,” kata Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Sabar Syamsurya Sitepu selaku pimpinan rapat bersama KPU dan Bawasu Kota Medan, Senin (4/3/2019), di Ruang Komisi A DPRD Medan.
MEDAN – Terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak dibawah umur yang marak terjadi beberapa waktu lalu, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, H. Sabar Syamsurya Sitepu, angkat bicara dan meminta Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengevaluasi kinerja Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), karena terkesan lambat menindaklanjuti kasus-kasus kejahatan seksual tersebut (extra ordinary Crime).