Breaking News

Nasional

Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts

Saturday, September 22, 2018

September 22, 2018

Masyaa Allah! Gubernur 2 Periode Ini Masih Ngontrak

MuslimOnline.Id- Bismillah,

Hari ini Allah Ta'ala ijinkan kami sekeluarga bersilaturahiim dengan Ustadz Ahmad Heryawan, Lc dan teh Netty Prasetiyani Heryawan di kontrakan beliau..

Kontrakan? Iya kontrakan ! Alhamdulillah saya dan anak istri saya menjadi saksi  beliau adalah Gubernur 2 Periode ( 10 tahun ) yang rumahnya masih ngontrak..

Tabungan? Saya dan banyak yang lainnya menjadi saksi hidup betapa beliau rutin menyumbang dan memberi bantuan.. sayang selama ini dilarang mempublikasikan oleh kang Aher..

Ketika saya beritahukan dan tanyakan ke beliau bahwa masih saja ada orang tega mengejek dan nyinyir karena beliau masih ngontrak..

Beliau menjawab, "saya kan punya rumah warisan di Sukabumi.. biarlah orang bicara apa saja.. kita kan harus bersyukur masih punya tempat tinggal.. ko Hanny di Lombok saksikan sendiri bagaimana saudara - saudara kita saat ini masih kehilangan tempat tinggal dsbnya?.. di dunia ini kita memang cuma kontrak.. cuma sementara.. rumah kita kan disana.. ya kan ko? ma syaa Allah..

Melepas kangen sambil menikmati teh hangat dan pisang goreng yang di hidangkan teh Netty.. cukup banyak perbincangan kami..

termasuk NGOMONGIN yang sedang rame, yaitu "PILPRES 2019 !"

Kang, apa pendapat kang Aher mengenai pilpres?

Koh Hanny, jangan sampai kita semakin jauh dari Allah karena pilpres, justru jadikan pilpres ini alat dan sarana fastabiqul khairat..

Pilpres adalah sarana dan ujian untuk lebih istiqomah dan ihsan.. Ujian menjaga aqidah, iman, akhlak dan lisan..

Betapa banyak selama ini karena pilkada dan pilpres mendukung seseorang jadinya malah justru menambah dosa?

Cuma gara - gara pilkada dan pilpres sesama muslim sampai bermusuhan,  bahkan sampai memutus tali silaturahiim..

Jangan menuhankan capres tapi jadikan pilpres ini untuk menggapai ridha Allah dalam Ukhuwah Islamiyah..

Kita prioritaskan Ukhuwah Islamiyah itu no 1, Pilih Presiden itu no. 2

Mungkin ini pepatah yang tepat untuk menggambarkan sosok kang Aher:

BAIK jadi ORANG PENTING, tapi LEBIH PENTING jadi ORANG BAIK

Kita wajib tetap berikhtiar dan ingat senjata terbaik kita adalah doa, hasil akhirnya serahkan takdirnya pada Allah Azza wa Jalla..

Mari kita berdoa untuk calon pemimpin dan pemimpin kita:

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

Yaa Allah -dikarenakan dosa-dosa kami- janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada. Amin..

Barakallah kang Aher dan keluarga..

Kami bahagia dan bangga memiliki pemimpin tawadhu seperti beliau..

Sumber : Status Facebook Hanny Kristianto

Tuesday, August 7, 2018

August 07, 2018

Sombong Tersembunyi

MuslimOnline.Id-  Seorang murid yang sedang bertamu di rumah ustadznya  tertegun heran, ketika melihat sang ustadz sedang sibuk bekerja sendiri menyikat lantai di rumahnya sampai bersih.

Si murid bertanya: "Apa yang sedang ustadz lakukan?

Sang ustadz menjawab: "Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasihat. Saya berikan banyak nasihat. Namun, setelah tamu itu pulang saya merasa menjadi orang hebat. Kesombongan saya mulai muncul. Oleh karena itu, saya lakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombong itu.

Sombong adalah penyakit hati yang bisa menghinggapi setiap orang.

Sombong yang paling rendah adalah sombong karena materi. Merasa lebih kaya, lebih berkuasa, lebih cantik/ganteng, lebih bangsawan atau merasa lebih terhormat daripada orang lain. Inilah kesombongan Fir'aun. Akibat kekuasaannya yang besar, sehingga menganggap dirinya layak menjadi Tuhan.

Sombong tingkat kedua adalah sombong karena kecerdasan. Merasa lebih pintar, lebih paham, lebih bisa, lebih kompeten, lebih berpengalaman, dan semacamnya. Inilah kesombongan orang munafik yang merasa lebih tahu dan lebih berpengalaman  daripada orang beriman. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh”. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan“. (Qs. Surat An-Nisa’ : 8).

Namun kesombongan yang paling berbahaya adalah kesombongan karena FAKTOR KEBAIKAN. Ketika kita merasa lebih bermoral, lebih baik, lebih pemurah, lebih banyak amalnya, lebih banyak kontribusinya, lebih ikhlas dan lebih semangat beribadah DARIPADA ORANG LAIN. Inilah kesombongan iblis yang merasa lebih baik daripada Nabi Adam as. "Allah berfirman: 'Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang (yang) lebih tinggi?' Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah'." (QS Shaad : 75-76).

"Ana khoirun minhu (Saya lebih baik dari dia)," kata Iblis. Merasa diri lebih baik dari pada yang lain itulah sombong. Dan akibat sombong, maka iblis dikutuk oleh Allah swt.

Sombong tingkat tiga disebut paling berbahaya karena paling tersembunyi. Bahkan pelakunya sendiri seringkali tidak menyadarinya.

Dibutuhkan mujahadah untuk mendeteksi berbagai bentuk kesombongan tersebut dan mengobatinya sebelum ia membesar sehingga makin sulit diobati.

Sering-seringlah memuji Allah, istighfar dan menyungkurkan wajah ini ke tanah (sholat) sehingga tidak besar kepala dan sombong. Juga berdoa dan meminta nasehat dari orang lain.

Ingatlah...hukum alam (baca hukum Allah) ini : Kesombongan cepat atau lambat hanya akan membawa seseorang pada KEHINAAN dan KEJATUHAN DIRI di dunia dan akhirat serta sulit untuk bangkit lagi kecuali setelah pupus rasa sombong itu dari diri seseorang dengan bertaubat.

"Pada hari kiamat orang-orang yang sombong itu akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)”. (Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151).

Maka tetaplah RENDAH HATI dan teruslah bertumbuh.
Karena bisa jadi orang yang kita anggap biasa saja tapi ternyata ia lebih hebat daripada kita.

Ustd satria hadi lubis
#RumahDakwahIndonesia

Thursday, May 18, 2017

May 18, 2017

Kisah Penulis Cantik Yang Menemukan Hiidayah


Kisah Penulis Cantik Yang Menemukan HiidayahKurang lebih setahun, Carissa D. Lamkahouan mempelajari agama Islam meliputi prinsip-prinsip dan karakteristiknya. “Saya sebagai seorang perempuan sangat tertarik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. Dari ketertarikan itulah saya mulai mengenal jilbab yang menjadi identitas seorang muslimah,” tutur gadis asal Amerika Serikat ini.


Entah ada angin apa yang menembus ke dalam jiwanya, sehingga Carissa begitu terpesona dan tertarik terhadap perempuan yang mengenakan jilbab. Dan alhasil ia pun tertarik dengan agama islam. Ia sering melakukan Study Islam, rajin pergi ke toko buku, meneliti referensi Islam dalam versi bahasa Inggris, mempelajari Al-Qur’an dan hadits, serta kisah-kisah Rasulullah beserta para sahabatnya.

Suatu hari Carissa menemukan jilbab pada barisan abaya di sebuah toko. Kemudian tiba-tiba ada sebuah hasrat ingin mencoba jilbab tersebut. Saat pertamakali mengenakan jilbab, Carissa merasa ada sesuatu yang aneh menempel pada kepalanya.

“Sekilas saya menatap diri saya dari cermin. Terus terang saja diri saya ini sangat terkejut ketika melihat kain hijau yang menempel di kepala saya saat itu. Saya mengamati diri saya sebagai orang asing yang seperti terlahir kembali. Ada stereotif negatif dalam bayangan wanita berjilbab seperti digambarkan oleh media,” ungkapnya.

Tetapi, perasaan tersebut tidak berlangsung lama. Perempuan cantik ini seketika kembali ke alam rasionalnya. “Saya membeli jilbab ini hanya untuk di gunakan pada saat mengunjungi masjid saja!” tegasnya dalam hati.

Carissa memang hanya mengenakan jilbabnya pada saat mengunjungi masjid-masjid untuk mempelajari Islam lebih.

“Saat ini, saya menyadari bahwa dengan membeli jilbab pada waktu itu adalah awal dari turunnya hidayah Allah kepada saya,” tuturnya.

Bulan berganti bulan. Namun, penulis berkulit putih ini belum benar-benar memakai jilbab itu sesuai dengan apa yang telah ia rencanakan. Karena, ia tidak terlalu suka dengan warna dan model jilbab yang dibelinya. Sehingga, Carissa pun kembali ke toko buku untuk membeli jilbab dengan model dan warna yang ia sukai.

Semenjak hari itu, Carissa menyempatkan untuk memakai jilbabnya pada beberapa kesempatan. Seperti saat berkunjung ke toko makanan halal, ketika pergi ke toko buku, dan pada kesempatan-kesempatan lainnya. Sehingga sampailah pada suatu malam, Carissa pergi bersama suaminya dengan mengenakan jilbab. Dan dari sini lah terjadi perubahan yang besar.

“Saya merasa sangat aman dan nyaman saat mengenakan jilbab. Saya seolah terlindungi dari pandangan-pandangan laki-laki yang nakal dan suka menggoda,” jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Carissa mulai terbiasa memakai jilbab dan semakin dalam mempelajari agama Islam. Hingga akhirnya, Carissa D. Lamkahouan mengucapkan dua kalimah syahadat.

Kini Carissa mengenakan jilbab dengan alasan ibadah kepada Allah SWT. Ia merasa emiliki martabat dan kemuliaan yang luar biasa sangat mengenakan jilbab. Ia tak takut lagi di goda oleh laki-laki dan merasa terlindung dari sengatan sinar matahari, karena jilbab adalah mahkota terindahnya.


Wednesday, May 17, 2017

May 17, 2017

Kisah Misionaris Kristen, Yang Mencari Kesalahan Al Quran, Berakhir Seperti Ini…


Hasil gambar untuk Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen)Moeslimonline.com. Kisah Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen), Sang Penantang Al Quran : “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an !


Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.

Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.

Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”

Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.

Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa’, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.

Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.

Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan, : “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”

Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”

Miller juga mengatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”

Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”

Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?”

Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.

Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.

Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.”

Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.”

Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal; Ahmad Deedat. Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.

Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk da’wah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.

Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:

*“Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”*

*Renungkanlah, dan jangan biarkan prasangka mencegah Anda menemukan jalan untuk mendapatkan hidayahNYA.

Friday, May 12, 2017

May 12, 2017

Ahli Kedokteran Ini Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian Tentang Sujud

Moeslimonline.com. Dr. Fidelma O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam Islam. 


Dr. Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.


Setelah penelitian itu, Dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr. Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar.

Sekarang Dr. Fidelma membuka klinik, “Pengobatan dengan Al-Qur’an.” Dia terus mengkaji pengobatan Islami dan memberikan pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan apa saja yang dianjurkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Misalnya, dengan berpuasa, madu, habbatussauda (jinten hitam), minyak zaitun, dan sebagainya.


Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu menyeru untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya (shalat itu) sebagai ejek-ejekan dan permainan. Yang demikian itu ialah karena mereka suatu kaum yang tidak berakal,” (QS. Al Maidah: 58). [moeflich] 


Saturday, March 11, 2017

March 11, 2017

"RAJA TELANJANG YANG DITERTAWAKAN RAKYATNYA"

Moeslimonline.com,-Alkisah ada seorang raja yang sangat suka berpakaian mewah dan indah sehingga orang orang memuji dengan takjub

Setiap hari kesibukan para menteri dan hulubalang raja adalah mencarikan penjahit dan baju terbaik bagi raja

Rakyat kerajaan pun memiliki kesibukan rutin untuk menyaksikan pakaian baru raja dan memujinya dengan kagum dan Terpukau

Sampai suatu hari raja mulai bosan dengan pakaian yang ada dan para penjahit yang tersedia dalam kerajaan

Para hulubalang pun gelisah karena raja nampak sedih dan tidak berbahagia dengan apa yang dipakainya

Sehingga diadakanlah sayembara untuk membuat pakaian terbaik bagi raja yang tak ada duanya

Diantara para peserta tidak ada yang bisa memuaskan kehendak dan selera Raja

Sampai pada suatu hari ada dua orang yang bisa meyakinkan para hulubalang menteri dan raja bahwa mereka punya koleksi

Maka dipilihlah 2 orang tersebut yang ternyata adalah penipu yang sanggup berbual untuk memuji raja dengan pakaian yang mereka punya

Masuklah raja ke kamar ganti pakaian bersama 2 orang yang mengaku memiliki koleksi pakaian istimewa bagi raja

Ternyata di dalam kamar ganti dua orang itu setelah menyuruh raja telanjang mereka seolah memakaikan sesuatu ke badan raja

Kata mereka ini adalah pakaian terindah yang tidak nampak pada sembarangan mata memandang lalu raja pun percaya

Raja kemudian keluar kamar dalam keadaan telanjang dengan 2 orang penipu yang terus memuji keindahan pakaian raja

Semua mata yang melihat raja telanjang kaget dan heran bercampur cemas

Tetapi karena melihat raja gembira dengan pujian dua penjahit terkenal itu mereka pun ikut memuji dan gembira

Seisi istana pun memuji dan berdecak kagum serta bertepuk tangan gemuruh melihat raja melenggang lenggok bahagia

Ketika keluar dari istana rakyat yang kaget terpaksa ikut bertepuk tangan dan kagum dengan pakaian raja yang tak tampak oleh mata biasa

Sampai seorang anak kecil lewat dan berlari di depan Raja sambil berteriak "Raja telanjang, raja tidak pakai baju!"

Seketika suasana hening bening tak terdengar suara apapun kecuali suara anak kecil itu yang melengking

Kejujuran anak kecil itu telah membuka mata terbelalak kaget bagi semua orang yang sedang menyaksikan raja telanjang

Akhirnya semua orang ikut tertawa menyaksikan raja telanjang. Para menteri ikut kebingungan.

Ada juga dari hulubalang yang ikut tertawa cekikikan menyaksikan raja yang salah tingkah dan gelagapan.

Akhirnya raja tersadar bahwa ia memang telanjang dan tidak berbusana selembar pun.

Dengan rasa malu raja menutup kemaluan, berbalik belakang dan berlari tunggang langgang.

Inilah akhir yang menyedihkan bagi seorang raja yang gila pujian, para menteri dan hulubalang yang hanya bisa menjilat atasan.

DI tengah rakyat yang hilang kejujuran dan senang dengan pembodohan kelakuan raja yg janggal dianggap wajar menui pujian.

Untung di tengah kerajaan itu masih ada anak kecil yang polos dan jujur mengutarakan pikiran..

Mengungkap apa yang kasat mata dan menyampaikan tanpa beban apa adanya...

Inilah kisah #RajaGilaPujian dari negeri antah berantah... selamat menyaksikan.....

Twitter @Fahrihamzah
09.40-10.43 11/03/2017

Wednesday, March 8, 2017

March 08, 2017

Demi Ibu, Buta dan Lumpuh Tak Menghalangi Anak Yatim ini Menghafal Alquran

Moelsimonline.com,-Kondisi mata yang tidak bisa melihat ternyata tidak menghalangi Fathur seorang anak yatim  untuk menghafal Alquran.

Bukan saja tidak bisa melihat, Fathur juga tidak bisa berjalan. Ia hanya tinggal berdua bersama ibunya di sebuah kontrakan kecil. Demi menghidupi sang buah hati dan dirinya, Ibunda Fathur rela bekerja sebagai buruh cuci panggilan.

Seperti dikutif dari Kitabisa.com, Pencarian yang dilakukan Tim Asrama Yatim MAI terhadap keberadaan Fathur dan ibunya perlu perjuangan yang tidak mudah. Setiba Tim Asrama Yatim MAI di daerah dekat tempat tinggalnya, kebanyakan orang yang Tim Asrama Yatim MAI tanya tidak mengetahui keberadaan Fathur, Akhirnya setelah beberapa saat pencarian tidak membuahkan hasil, Tim Asrama Yatim MAI bertemu seseorang yang mengaku kenal dan tau keberadaan Fathur dan Ibunya. Alhamdulillah akhrinya Tim Asrama Yatim MAI pun bertemu dengan Satria Fathur Razi juga Ibunda Fathur.

Saat masuk kedalam rumahnya, di petakan yang sempit, fatur sedang berada di pojok rumahnya. Badannya kurus bahkan untuk berdiri beberapa saat saja sudah tidak kuat.

Ibunda Fathur bercerita, selama belasan tahun Fathur tumbuh jarang sekali Ia keluar rumah, karena Ia merasa malu dengan kondisi fisiknya yang tidak melihat sehingga tubuh Fathur tidak pernah terkena sinar matahari.

Makanan yang Fathur dan Ibunya konsumsi sehari-hari jauh sekali dari kata "Layak". Fathur menceritakan bahwa dia makan setiap harinya hanya dari beras raskin dan tercium bau. Seandainya tidak punya makanan dia hanya minum air putih.

Setelah tau kondisinya yang begitu memperihatinkan, Tim Asrama Yatim MAI menanyakan perihal apa keinginan terbesarnya. Dia mengatakan ingin sekali "Bisa Bersekolah".

Ia ingin merasakan bisa membaca dan menulis seperti anak-anak seusianya, namun kondisinya yang berbeda seakan mengubur dalam-dalam harapannya.

Setelah menggali sedalam-dalamnya harapan seorang Fathur, Tim Asrama Yatim MAI merasa menjadi tugas wajib saya sebagai Kepala Asrama Yatim Yayasan Media Amal Islami untuk menyalakan kembali cahaya harapan Fathur yang padam dan terkubur amat dalam oleh rasa malu karena kondisi fisiknya yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Tim Asrama Yatim MAI pun angkat Fathur menjadi salah satu Yatim binaan Yayasan Media Amal Islami. Dengan menjadi binaan Yayasan MAI, Fathur mendapat bantuan beras dan kebutuhan pokok. Selain itu juga Ia dibantu pendidikannya di sebuah pendidikan pemberdayaan bagi Tuna Netra. Dan sekarang Ia bisa bersekolah di SLB di Jl. Pertanian.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan Fathur mulai terlihat. Ia pandai membaca Al Qur'an dengan Al Qur'an Braile, bahkan Ia sudah hafal Al Qur'an Surat Al Baqarah sampai Surat Al A'raf.

"Fathur ga bisa liat, tapi Fathur yakin bisa hafal quran supaya bisa jadi mahkota surga untuk Ibu” - Fathur.

Saturday, March 4, 2017

March 04, 2017

Kisah Indah Orang Shalih Abu Qilabah

Kisah Indah Orang Shalih Abu Qilabah
 
Abu Ibrahim bercerita:

Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…

Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..

Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:

الحَمْدُ لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً .. الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً ..

Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…

Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh… ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi… kedua tangannya buntung… matanya buta… dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya…

Kuperhatikan kondisinya sambil mencari adakah ia memiliki anak yg mengurusinya? atau isteri yang menemaninya? ternyata tak ada seorang pun…

Aku beranjak mendekatinya, dan ia merasakan kehadiranku… ia lalu bertanya: “Siapa? siapa?”

“Assalaamu’alaikum… aku seorang yang tersesat dan mendapatkan kemah ini” jawabku, “Tapi kamu sendiri siapa?” Tanyaku.

“Mengapa kau tinggal seorang diri di tempat ini? Di mana isterimu, anakmu, dan kerabatmu? Lanjutku.

“Aku seorang yang sakit… semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal…” Jawabnya.

“Namun kudengar kau mengulang-ulang perkataan: “Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…!! Demi Allah, apa kelebihan yang diberikan-Nya kepadamu, sedangkan engkau buta, faqir, buntung kedua tangannya, dan sebatang kara…?!?” Ucapku.

“Aku akan menceritakannya kepadamu… tapi aku punya satu permintaan kepadamu, maukah kamu mengabulkannya?” Tanyanya.

“Jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan mengabulkan permintaanmu.” Kataku.

“Engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia… bukankah Allah memberiku akal sehat, yang dengannya aku bisa memahami dan berfikir…?

“Betul.” jawabku. Lalu katanya, “Berapa banyak orang yang gila?”

“Banyak juga.” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia.” Jawabnya.

“Bukankah Allah memberiku pendengaran, yang dengannya aku bisa mendengar adzan, memahami ucapan, dan mengetahui apa yang terjadi di sekelilingku?” tanyanya.

“Iya benar.” Jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas orang banyak tersebut.” Jawabnya.

“Betapa banyak orang yang tuli tak mendengar…?” Katanya.

“Banyak juga…” Jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tersebut.” Katanya.

“Bukankah Allah memberiku lisan yg dengannya aku bisa berdzikir dan menjelaskan keinginanku?” Tanyanya.

“Iya benar” jawabku. “Lantas berapa banyak orang yg bisu tidak bisa bicara?” Tanyanya.

“Wah, banyak itu.” Jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tersebut.” Jawabnya.

“Bukankah Allah telah menjadikanku seorang muslim yang menyembah-Nya… mengharap pahala dari-Nya… dan bersabar atas musibahku?” Tanyanya.

“Iya benar.” Jawabku. Lalu katanya, “Padahal berapa banyak orang yg menyembah berhala, salib, dan sebagainya dan mereka juga sakit? Mereka merugi di dunia dan akhirat…!!”

“Banyak sekali.” Jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas orang banyak tersebut.” Katanya.

Pak tua terus menyebut kenikmatan Allah atas dirinya satu-persatu… dan aku semakin takjub dengan kekuatan imannya. Ia begitu mantap keyakinannya dan begitu rela terhadap pemberian Allah…

Betapa banyak pesakitan selain beliau, yg musibahnya tidak sampai seperempat dari musibah beliau… mereka ada yg lumpuh, ada yg kehilangan penglihatan dan pendengaran, ada juga yg kehilangan organ tubuhnya… tapi bila dibandingkan dengan orang ini, maka mereka tergolong ‘sehat’. Pun demikian, mereka meronta-ronta, mengeluh, dan menangis sejadi-jadinya… mereka amat tidak sabar dan tipis keimanannya terhadap balasan Allah atas musibah yg menimpa mereka, padahal pahala tersebut demikian besar…

Aku pun menyelami fikiranku makin jauh… hingga akhirnya khayalanku terputus saat pak tua mengatakan:

“Hmmm, bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang… maukah kamu mengabulkannya?”

“Iya.. apa permintaanmu?” Kataku.

Maka ia menundukkan kepalanya sejenak seraya menahan tangis.. ia berkata: “Tidak ada lagi yang tersisa dari keluargaku melainkan seorang bocah berumur 14 tahun… dia lah yang memberiku makan dan minum, serta mewudhukan aku dan mengurusi segala keperluanku… sejak tadi malam ia keluar mencari makanan untukku dan belum kembali hingga kini. Aku tak tahu apakah ia masih hidup dan diharapkan kepulangannya, ataukah telah tiada dan kulupakan saja… dan kamu tahu sendiri keadaanku yang tua renta dan buta, yang tidak bisa mencarinya…”

Maka kutanya ciri-ciri anak tersebut dan ia menyebutkannya, maka aku berjanji akan mencarikan bocah tersebut untuknya…

Aku pun meninggalkannya dan tak tahu bagaimana mencari bocah tersebut… aku tak tahu harus memulai dari arah mana…

Namun tatkala aku berjalan dan bertanya-tanya kepada orang sekitar tentang si bocah, nampaklah olehku dari kejauhan sebuah bukit kecil yang tak jauh letaknya dari kemah si pak tua.

Di atas bukit tersebut ada sekawanan burung gagak yg mengerumuni sesuatu… maka segeralah terbetik di benakku bahwa burung tersebut tidak lah berkerumun kecuali pada bangkai, atau sisa makanan.

Aku pun mendaki bukit tersebut dan mendatangi kawanan gagak tadi hingga mereka berhamburan terbang.

Tatkala kudatangi lokasi tersebut, ternyata si bocah telah tewas dengan badan terpotong-potong… rupanya seekor serigala telah menerkamnya dan memakan sebagian dari tubuhnya, lalu meninggalkan sisanya untuk burung-burung…

Aku lebih sedih memikirkan nasib pak tua dari pada nasib si bocah…

Aku pun turun dari bukit… dan melangkahkan kakiku dengan berat menahan kesedihan yang mendalam…

Haruskah kutinggalkan pak Tua menghadapi nasibnya sendirian… ataukah kudatangi dia dan kukabarkan nasib anaknya kepadanya?

Aku berjalan menujuk kemah pak Tua… aku bingung harus mengatakan apa dan mulai dari mana?

Lalu terlintaslah di benakku akan kisah Nabi Ayyu ‘alaihissalaam… maka kutemui pak Tua itu dan ia masih dalam kondisi yang memprihatinkan seperti saat kutinggalkan. Kuucapkan salam kepadanya, dan pak Tua yang malang ini demikian rindu ingin melihat anaknya… ia mendahuluiku dengan bertanya: “Di mana si bocah?”

Namun kataku, “Jawablah terlebih dahulu… siapakah yang lebih dicintai Allah: engkau atau Ayyub ‘alaihissalaam?”

“Tentu Ayyub ‘alaihissalaam lebih dicintai Allah” jawabnya.

“Lantas siapakah di antara kalian yg lebih berat ujiannya?” tanyaku kembali.

“Tentu Ayyub…” jawabnya.

“Kalau begitu, berharaplah pahala dari Allah karena aku mendapati anakmu telah tewas di lereng gunung… ia diterkam oleh serigala dan dikoyak-koyak tubuhnya…” jawabku.

Maka pak Tua pun tersedak-sedak seraya berkata, “Laa ilaaha illallaaah…” dan aku berusaha meringankan musibahnya dan menyabarkannya… namun sedakannya semakin keras hingga aku mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya… hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Ia wafat di hadapanku, lalu kututupi jasadnya dengan selimut yg ada di bawahnya… lalu aku keluar untuk mencari orang yang membantuku mengurus jenazahnya…

Maka kudapati ada tiga orang yg mengendarai unta mereka… nampaknya mereka adalah para musafir, maka kupanggil mereka dan mereka datang menghampiriku…

Kukatakan, “Maukah kalian menerima pahala yang Allah giring kepada kalian? Di sini ada seorang muslim yang wafat dan dia tidak punya siapa-siapa yg mengurusinya… maukah kalian menolongku memandikan, mengafani dan menguburkannya?”

“Iya..” Jawab mereka.

Mereka pun masuk ke dalam kemah menghampiri mayat pak Tua untuk memindahkannya… namun ketika mereka menyingkap wajahnya, mereka saling berteriak, “Abu Qilabah… Abu Qilabah…!!”

Ternyata Abu Qilabah adalah salah seorang ulama mereka, akan tetapi waktu silih berganti dan ia dirundung berbagai musibah hingga menyendiri dari masyarakat dalam sebuah kemah lusuh…

Kami pun menunaikan kewajiban kami atasnya dan menguburkannya, kemudian aku kembali bersama mereka ke Madinah…

Malamnya aku bermimpi melihat Abu Qilabah dengan penampilan indah… ia mengenakan gamis putih dengan badan yang sempurna… ia berjalan-jalan di tanah yang hijau… maka aku bertanya kepadanya:

“Hai Abu Qilabah… apa yg menjadikanmu seperti yang kulihat ini?”

Maka jawabnya: “Allah telah memasukkanku ke dalam Jannah, dan dikatakan kepadaku di dalamnya:

( سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار )

Salam sejahtera atasmu sebagai balasan atas kesabaranmu… maka (inilah Surga) sebaik-baik tempat kembali

Kisah ini diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya: “Ats Tsiqaat” dengan penyesuaian.

Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.

Sumber : Basweidan
March 04, 2017

Inilah Amalan yang Memasukkan Imam Ahmad ke Dalam Surga

Moeslimonline.com,- Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullahu Ta’ala merupakan satu di antara empat imam madzhab yang masyhur di kalangan kaum Muslimin. Lantaran kecemerlangan wawasan dan kebeningan ruhaninya, banyak kaum Muslimin yang mengikuti dan sepakat dengan ijtihadnya dalam bingkai Madzhab Hanbaliyah.

Saat Imam Ahmad bin Hanbal wafat, Imam Ibnu Huzaimah menyesal lantaran tidak berada di tempat yang sama. Penyesalan yang wajar lantaran Imam Ibnu Huzaimah tidak bisa menemani Imam Ahmad bin Hanbal di penghujung kehidupan dunianya.

Oleh karena kerinduan yang mendalam dan atas karunia Allah Ta’ala, Imam Ibnu Huzaimah diberi rezeki bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal dalam mimpinya. Imam Ahmad terlihat berjalan dengan gaya yang memesona.

“Ini gaya berjalan para pelayan di tempat keselamatan,” ujar Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Ibnu Huzaimah.

“Apa yang diperbuat Allah Ta’ala kepadamu, wahai Abu Abdillah?” tanya Imam Ibnu Huzaimah, menelisik.

“Allah Ta’ala telah memberikan ampunan kepadaku. Dia memberikan mahkota kepadaku. Dia juga memberikan aku sandal yang terbuat dari emas,” jawab Imam Ahmad bin Hanbal.

Allah Ta’ala juga berfirman kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Wahai Ahmad, ini semua karena perkataanmu, ‘Al-Qur’an adalah Kalam-Ku.’ Wahai Ahmad, berdoalah kepadaku dengan doa-doa yang diajarkan oleh Sufyan Ats-Tsauri kepadamu.”

Imam Ahmad bin Hanbal melanjutkan kisahnya kepada Imam Ibnu Huzaimah di dalam mimpi tersebut. Doa yang diajarkan oleh Imam Sufyan Ats-Tsauri kepada Imam Ahmad bin Hanbal berbunyi, “Wahai Tuhan segala sesuatu, dengan Kuasa-Mu atas segala sesuatu, ampunilah semua dosaku dan jangan tanya sesuatu pun kepadaku.”

Kemudian, Allah Ta’ala berfirman kepada Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullahu Ta’ala, “Wahai Ahmad, ini adalah surga. Masuklah ke dalamnya.”

***

Mari merenung, sejenak saja. Kita bisa mengetahui dengan mudah terkait Imam Ahmad bin Hanbal dan amalan-amalannya. Kita bisa mengetahui bagaimana keteguhannya dalam membela Al-Qur’an Al-Karim.

Jika Imam Ahmad bin Hanbal diganjar dengan surga atas amalan-amalan shalih yang beliau kerjakan, adakah amal shalih yang bisa diunggulkan hingga menjadi sebab turunnya Rahmat Allah Ta’ala hingga memasukkan kita ke dalam surga?

*Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar Al-Thurthusyi Al-ANdalusi dalam kitab Al-Ma’tsurat.

Sumber : kisahikmah
March 04, 2017

Perjalanan Pemeluk Hindu Menjadi Profesor Hadits Universitas Islam Madinah

Moeslimonline.com,-Karya legendaris Prof. Dhiyaurrahman Azmi di bidang hadis akan memasukkannya pada level yang sama dengan para ulama klasik.

Saat ini, kita banyak mendengar kisah orang-orang kembali kepada fitrah mereka, memeluk Islam. Hal ini patut kita syukuri. Tapi hanya ada beberapa orang yang berasal dari kegelapan agama leluhur mereka setelah menerima cahaya Islam berhasil menghadirkan pengaruh dan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan pengetahuan keislaman.

Jika kita melihat warisan hebat yang ditinggalkan oleh mualaf seperti Muhammad Asad, Maryam Jamilah, Dr. Maurice Bucaille, Muhammad Pickthall, Michael Wolfe, dan Pamela Taylor, pencapaian mereka benar-benar menakjubkan. Saat ini, ada tokoh yang luar biasa yang mungkin melampaui para pendahulunya. Ia adalah Prof. Muhammad Dhiya ur-Rahman Azmi. Ia memberi kontribusi yang sangat besar dalam kajian ilmu hadits.

Sebuah pencapaian yang layak dikenang dan menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam.

Islam Tak Mengenal Kasta Sosial
Muhammad Dhiya ur-Rahman Azmi dulu bernama Banke Laal. Lahir tahun 1943 dalam sebuah keluarga Hindu di desa Bilarya Ganj. Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Azamgarh, India. Saat memeluk Islam usianya 18 tahun. Konsep kesetaraan dan keadilan yang ditawarkan Islam telah membuatnya terkesan.

Menurutnya, hal itu merupakan keistimewaan dan humanisme yang hanya ada pada Islam. Alasan ini pula yang menyebabkan banyak orang-orang di anak benua India memeluk Islam. Mereka ingin lepas dari sekat-sekat kasta. Dan mendapatkan kebebasan bertindak sesuai dengan cita-cita dan kehendak mereka.

Di India ada beberapa organisasi yang memfasilitasi perpindahan agama. Kegiatan organisasi ini dikenal dengan Ghar Wapsi. Sebuah kegiatan yang difasilitasi organisasi Hindu India untuk memfasilitasi perpindahan agama seorang non-Hindu ke agama Hindu. Di masyarakat Islam India, tidak didapatkan aktivitas semacam ini. Tidak ada donasi atau bantuan materi yang didapat bagi mereka yang baru saja memeluk Islam. Sisi baiknya, seseorang yang memeluk Islam benar-benar menyambut perintah Allah dan lahir dari niat yang tulus. Jika ingin menjadi seorang muslim, hal yang harus Anda lakukan adalah memahami pesan hakiki dari Islam itu sendiri.

Dijauhi Keluarga dan Hijrah Mendalami Islam
Setelah memeluk Islam, kedua orang tua dan keluarga dekatnya memboikot Syaikh Muhammad Dhiyaurrahman Azmi. Ia pun hijrah ke Pakistan untuk mendalami agama. Ia belajar agama di Madrasah yang bekerja sama dengan Jamiah Islamiyah. Kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Islam Madinah (Jamiah Islamiyah Madinah), Arab Saudi. Di tempat ini, ia menjadi lulusan pertama yang pernah beragama Hindu.

Tidak berhenti hanya di tingkat sarjana, Syaikh Dhiyaurrahman melanjutkan studi pasca sarjananya (S2) ke King Abdul Aziz University di Mekah, yang kemudian dikenal dengan Ummul Qura University. Gelar doktornya ia dapatkan dari Universitas al-Azhar, Kairo.

Kepakarannya di bidang hadits adalah sesuatu yang diakui khalayak. Universitas Islam Madinah mengakuinya dengan mengangkatnya sebagai guru besar (profesor) di Fakultas Hadits kampus tersebut. Bahkan Kerajaan Arab Saudi sendiri menghadiahinya kewarga-negaraan Arab Saudi sebagai bentuk terima kasih atas kontribusi yang ia berikan dalam kajian ilmu hadits.

Syaikh Dhiyaurrahman tidak membatasi aktivitasnya hanya di bidang akademik semata. Ia juga aktif ambil bagian dalam bidang administratif. Seperti bergabung dengan Liga Muslim Dunia (Muslim World League) di Mekah. Dan juga menjadi dekan Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah hingga pensiun. Setelah pensiun, ia diangkat menjadi pengajar di Masjid Nabawi oleh Departemen Urusan Masjid Nabawi pada tahun 2013.

Sumbangan Terhadap Peradaban Islam
Banyak karya tulis telah dibuat oleh Profesor Dhiyaurrahman Azmi. Ia menulis puluhan buku tentang berbagai topik penting dalam Islam. Tapi yang paling istimewa adalah karya monumentalnya berupa ensiklopedia hadits. Ia beri judul karyanya itu dengan al-Jami’ al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih ash-Shamil. Karya istimewanya ini adalah kumpulan hadits-hadits shahih yang tersebar di berbagai buku-buku klasik.al-Jami al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih asy-Syamil, karya monumental Prof. Muhammad Dhiyaurrahman Azmi

Buku al-Jami’ al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih ash-Shamil terdiri dari 20 jilid lebih buku tebal. Yang berisi sekitar 16.000 Hadis. Memuat tentang berbagai permasalahan: akidah, hukum, ibadah, biografi Nabi, fikih, tafsir Alquran, dan masih banyak lagi. Orang-orang akan mengingat Syaikh Prof Muhammad Dhiyaurrahman Azmi dan berterima kasih padanya atas usahanya meneliti hadits. Mengumpulkannya sehingga mudah untuk dipelajari dan dibaca para pecinta hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usahanya ini menjadi bukti bagaimana ia meneladani usaha Imam al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Turmudzi, an-Nasai, dan Imam Malik dalam meneliti dan mengumpulkan hadits.

Karya legendaris lain yang merupakan kesungguhan Prof. Azmi adalah “Encyclopedia of the Qur’an Glorious” dalam bahasa Hindi. Umat Islam pernah berkuasa selama sekitar 800 tahun di India, sayangnya tak banyak buku yang tersedia dalam bahasa asli mereka yang menjelaskan menjelaskan makna Alquran.

Memberikan pencerahan tentang nilai-nilai kemanusiaan yang diberitakan Alquran.
Ensiklopedia unik yang ditulis oleh Prof. Azmi ini, mengeksplorasi lebih dari 600 topik bahasan. Buku ini merupakan buku pertama (pionir) yang ditulis tentang tema ini dalam bahasa Hindi. Dalam waktu sangat singkat, buku ini sudah dicetak sebanyak delapan kali di India. Karena respon umat yang bagus terhadap buku ini, edisi bahasa Urdu dan India pun segera dicetak pula. Bisa dikatakan, buku ini adalah salah satu buku terbaik dalam kajian Alquran. Pembahasan diurutkan berdasarkan susunan abjad. Di dalamnya juga dimuat foto dan peta tempat-tempat yang masyhur.

Penelitiannya dalam menempuh pendidikan juga merupakan penelitian yang menarik. Tesis Master-nya berjudul Abu Hurairah fi Dhau-i Marwiyatihi: Dirasatun Muqaranatun fi Miati Haditsin min Marwiyatihi adalah bentuk pembelaan terhadap sahabat Nabi, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu. Ia membantah tuduhan yang dibuat oleh beberapa orang yang mempertanyakan keaslian hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Sedangkan disertasinya adalah penelitian terhadap kitab Aqdhiyatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam bukunya Dari Ganga ke Zamzam dalam bahasa Urdu, Prof. Azmi menceritakan kisah keislamannya dan banyaknya kesulitan yang harus ia hadapi. Tentu buku ini juga menarik untuk dibaca. Kemudian karyanya yang istimewa tentang studi perbandingan agama, Dirasat al-Yahudiyah wa al-Masihiyah wa al-Adyan al-Hind juga mendapat apresiasi yang tinggi. Buku ini dijadikan acuan materi pembelajaran tingkat yang lebih tinggi di universitas-universitas di Arab Saudi. Saat ini, Prof. Azmi terlibat dalam proyek penulisan studi perbandingan agama Hindu, Budha, Jainisme, dan Sikhisme yang akan segera diterbitkan pula.

Penutup

Tidak ada yang menyangka, seorang anak laki-laki yang terlahir di sebuah keluarga Hindu di kemudian hari menjadi guru hadits di Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi. Profesor Azmi merupakan orang yang istimewa. Perjalanannya hidupnya mengajarkan kita bahwa kehidupan ini bagaikan roda yang berputar. Seseorang bisa di berada di putaran bawah menghadapi kesulitan. Kemudian berada di bagian atas menikmati kesuksesan. Seseorang harus berusaha menyelesaikan putaran kesulitan yang ia hadapi sampai ia berhasil membuktikan kepada dunia -dengan izin Allah-, ia mampu berkontribusi untuk peradaban.

Kesederhanaan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter. Karena kesederhanaan mampu menahan seorang untuk berbuat yang tidak semestinya ia lakukan. Kesederhanaan juga menjadi perisai yang menghalangi sifat sombong. Kesederhanaan adalah kunci untuk kesalehan dan baiknya perbuatan. Kesederhanaan, sopan santun, dan kerendahan hati begitu tampak pada sosoknya.

Prof. Azmi adalah figur yang membuat kita teringat dengan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي اْلإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا وَالْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Manusia ibarat barang tambang berharga seperti tambang emas dan perak. Orang yang mulia pada masa jahiliyah, akan menjadi orang yang mulia juga dalam Islam apabila ia paham agama. Ruh ibarat pasukan yang dikumpulkan, ia akan bersatu jika serasi dan akan berselisih jika tidak serasi”. (HR Muslim).