Breaking News

Nasional

Thursday, May 18, 2017

May 18, 2017

Kisah Penulis Cantik Yang Menemukan Hiidayah


Kisah Penulis Cantik Yang Menemukan HiidayahKurang lebih setahun, Carissa D. Lamkahouan mempelajari agama Islam meliputi prinsip-prinsip dan karakteristiknya. “Saya sebagai seorang perempuan sangat tertarik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. Dari ketertarikan itulah saya mulai mengenal jilbab yang menjadi identitas seorang muslimah,” tutur gadis asal Amerika Serikat ini.


Entah ada angin apa yang menembus ke dalam jiwanya, sehingga Carissa begitu terpesona dan tertarik terhadap perempuan yang mengenakan jilbab. Dan alhasil ia pun tertarik dengan agama islam. Ia sering melakukan Study Islam, rajin pergi ke toko buku, meneliti referensi Islam dalam versi bahasa Inggris, mempelajari Al-Qur’an dan hadits, serta kisah-kisah Rasulullah beserta para sahabatnya.

Suatu hari Carissa menemukan jilbab pada barisan abaya di sebuah toko. Kemudian tiba-tiba ada sebuah hasrat ingin mencoba jilbab tersebut. Saat pertamakali mengenakan jilbab, Carissa merasa ada sesuatu yang aneh menempel pada kepalanya.

“Sekilas saya menatap diri saya dari cermin. Terus terang saja diri saya ini sangat terkejut ketika melihat kain hijau yang menempel di kepala saya saat itu. Saya mengamati diri saya sebagai orang asing yang seperti terlahir kembali. Ada stereotif negatif dalam bayangan wanita berjilbab seperti digambarkan oleh media,” ungkapnya.

Tetapi, perasaan tersebut tidak berlangsung lama. Perempuan cantik ini seketika kembali ke alam rasionalnya. “Saya membeli jilbab ini hanya untuk di gunakan pada saat mengunjungi masjid saja!” tegasnya dalam hati.

Carissa memang hanya mengenakan jilbabnya pada saat mengunjungi masjid-masjid untuk mempelajari Islam lebih.

“Saat ini, saya menyadari bahwa dengan membeli jilbab pada waktu itu adalah awal dari turunnya hidayah Allah kepada saya,” tuturnya.

Bulan berganti bulan. Namun, penulis berkulit putih ini belum benar-benar memakai jilbab itu sesuai dengan apa yang telah ia rencanakan. Karena, ia tidak terlalu suka dengan warna dan model jilbab yang dibelinya. Sehingga, Carissa pun kembali ke toko buku untuk membeli jilbab dengan model dan warna yang ia sukai.

Semenjak hari itu, Carissa menyempatkan untuk memakai jilbabnya pada beberapa kesempatan. Seperti saat berkunjung ke toko makanan halal, ketika pergi ke toko buku, dan pada kesempatan-kesempatan lainnya. Sehingga sampailah pada suatu malam, Carissa pergi bersama suaminya dengan mengenakan jilbab. Dan dari sini lah terjadi perubahan yang besar.

“Saya merasa sangat aman dan nyaman saat mengenakan jilbab. Saya seolah terlindungi dari pandangan-pandangan laki-laki yang nakal dan suka menggoda,” jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Carissa mulai terbiasa memakai jilbab dan semakin dalam mempelajari agama Islam. Hingga akhirnya, Carissa D. Lamkahouan mengucapkan dua kalimah syahadat.

Kini Carissa mengenakan jilbab dengan alasan ibadah kepada Allah SWT. Ia merasa emiliki martabat dan kemuliaan yang luar biasa sangat mengenakan jilbab. Ia tak takut lagi di goda oleh laki-laki dan merasa terlindung dari sengatan sinar matahari, karena jilbab adalah mahkota terindahnya.


May 18, 2017

Berbeda Dengan Kasus FH, Polisi Tangkap Pengunggah Percakapan Rekayasa Kapolri-Kapolda Jabar


Berbeda Dengan Kasus FH, Polisi Tangkap Pengunggah Percakapan Rekayasa Kapolri-Kapolda JabarMoeslimonline.com. Jakarta. Saat kasus chat Kapolri-Kapolda Jabar, yang pertama diburu adalah pihak pengunggah. tentunya sangat berbeda dengan kasus yang menimpa Firza HUsein dan dan Habib Rizieq Syihab, dimana Firza yang merupakan korban Chat tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.


Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Intelkam Polres Bengkalis menangkap pengunggah gambar hoaks yang berisi percakapan yang diduga rekayasa antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

Dalam Kasus HRS-FH
Logikanya: kenapa tidak mencari orang yang pertama menebar atau membuat situs itu (situs baladacintarizieq.com)? Kalau sudah tertangkap, konfirmasi dan konfrontasikan kebenarannya. Siapa orangnya, apa motifnya, dimana uploadnya, mengapa melakukan itu, bagaimana mendapatkannya...

Apa yang diminta kesaksian kepada para ahli berbeda dengan apa yang dibesar-besarkan di media. Kesaksian ahli Telematika hanya diminta menganalisa foto telanjang FH bukan keaslian percakapannya.

Termasuk ahli antropometri juga hanya berkisar dengan tubuh telanjang FH. Nah lho.... FH yang telanjang kenapa dikaitkan dengan Habib? pertanyaan ini tentunya sangat menggelitik.

Buktikan dulu bahwa percakapan itu asli.
Jika asli baru Habib diperiksa.

Firza Husein do kenakan pasal pornograpi dan perzinahan dan UU ITE oleh Polda Metro Jaya, namun banyak kejanggalan terhadap penetapan tersangka tersebut yakni;

1. Pasal pornografi
Siapa yang telanjang, siapa yang dipanggil?

2. Pasal perzinahan
Dimana perzinahannya?

3. Pasal perselingkuhan
Merupakan delik aduan, korban perselingkuhannya siapa?

4. Pasal ITE
Yang mengedarkan videonya siapa?

Saya hanya ingin ada saksi Ahli Telematika yang bisa membuktikan bahwa percakapan itu adalah asli bukan aplikasi palsu. Terbukti dilakukan HRS, bukan pihak lain.

Bila ada maka saya akan berhenti mendukung Habib Rizieq.

(by Ate Irawan)

Wednesday, May 17, 2017

May 17, 2017

Habib Rizieq Laporkan Kapolri ke Komisi HAM PBB


Habib Rizieq Laporkan Kapolri ke Komisi HAM PBBMoeslimonline.com. Jakarta. Kriminalisasi yang dilakukan rezim Jokowi kepada Ulama kharismatik Habib Rizieq Syihab membuat Kuasa hukumnya melakukan trobosan dengan melaporkan Kapolri ke Komisi HAM PBB.


Kuasa Hukum imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, menyebut kliennya sudah bertemu dengan perwakilan Komisi HAM PBB. Pertemuan dilakukan karena kasus yang menimpa Rizieq terkait perkara di kepolisian sudah menarik perhatian internasional.

"Habib Rizieq berencana membawa kasus ini ke internasional, dan beliau sudah bertemu dengan komisioner dari Human Rights PBB dan ini akan ditindaklanjuti setelah bulan Ramadan," ujar Kapitra kepada wartawan di AQL, Tebet Utara, Jaksel, Selasa (16/5/2017).

Bahkan menurut Kapitra, Rizieq ditawari bantuan hukum oleh pengacara internasional. Rizieq juga diundang ke Jenewa untuk mempresentasikan kejadian yang menimpa dirinya selama ini.

"Karena ini sudah menarik perhatian internasional ya, jadi kemarin Sabtu malam ketemu dengan deputi komisioner internasional. Malah Habib diundang ke Jenewa untuk mempresentasikan apa yang menimpa dia, bahkan ada pengacara internasional menawarkan diri untuk membawa Mahkamah Internasional ya, di Den Haag," tuturnya.

Mengenai hal itu, Rizieq meminta saran terkait proses hukum yang akan dihadapi selanjutnya. Sejumlah anggota tim kuasa hukum akan berangkat ke Arab Saudi untuk mendiskusikan hal tersebut.

"Tentu dia minta saran-saran kita apa yang terbaik dan tetap melibatkan kami kalau itu diteruskan. Maka dia panggil kami ke Mekkah. Rabu ada yang berangkat," terang Kapitra.
May 17, 2017

Menara Masjid Yang Sangat Istimewa di Berbagai Dunia

Moeslimonline.com. Medan.--  Mengiringi sejarah panjang perkembangannya, menara-menara masjid lahir mewakili zaman dan lingkungannya. Sejumlah kecil di antaranya tampil mengagumkan dan menghadirkan nostalgia kejayaan Islam di masa lampau.

Sebagian lainnya secara kokoh menegaskan kekuatan sekaligus kesahajaan umat di masanya.
Menara Masjid Yang Sangat Istimewa di Berbagai Dunia
Menara Masjid Sultan Hassan II
Menara masjid tertinggi dunia (210 meter) adalah menara Masjid Sultan Hassan II di Casablanca, Maroko. Dua menara masjid lain yang lebih tinggi (230 meter) sedang dalam pemugaran di Teheran, Iran. Selain menara-menara yang mencatatkan diri dalam peringkat dunia tersebut, terdapat menara-menara lain yang tak kalah istimewa. Berikut beberapa menara istimewa itu.

Menara Kudus 
Hasil gambar untuk Menara Kudus
Menara ini mendampingi sebuah masjid tua di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah. Dibangun pada 956 H/1549 M, me nara ini bentuknya menyerupai bangunan candi zaman Majapahit, seperti Candi Jago di Jawa Timur dan Menara Kukul di Bali. Bentuk menara ini menyimbolkan akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dengan Islam.

Bersama Masjid Kudus, menara berketinggian 17 meter dengan luas 100 meter persegi ini merupakan bagian dari kompleks makam Sunan Kudus. Konstruksi batu bata pada menara ini dibuat tanpa menggunakan perekat. Konon, dengan diban tu para cantrik (murid padepok an)-nya, Sunan Kudus membangunnya hanya dengan menggo sok-go sokkan batu bata yang satu dengan batu-bata lainnya hingga rekat. Keunikan Menara Kudus menjadi magnet tersendiri bagi para peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menara Masjid Agung Banten 
Gambar terkait
Menara yang berdiri di sisi timur Masjid Agung Banten ini merupakan contoh lain menara tua yang unik di Indonesia. Masjid Agung Banten sendiri dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) dan terletak di utara Keraton, berdekatan dengan alun-alun kota.

Menara berketinggian sekitar 24 meter ini bergaya Eropa dengan bentuk bangunan mercusuar. Ia dibangun oleh arsitek Belanda bernama Hendrik Lucasz Cardeel yang bekerja di Pelabuhan Banten pada abad 17 M. Konon, jauh sebelum difungsikan sebagai menara masjid, Cardeel membangunnya sebagai menara pengintai bagi Pelabuhan Banten.

Konstruksi menara ini berbentuk segi delapan, pintunya melengkung di bagian atas, tangganya berbentuk spiral, dan puncaknya memiliki dua tingkat balkon. Karakteristik tersebut lazim ditemukan di Belanda, terutama pada mercusuar. Pada saat yang sama, menara Masjid Agung Banten juga terpengaruh seni ragam hias Jawa.

Menara Masjid Samarra Iran 

Hasil gambar untuk Menara Masjid Samarra IranMenara spiral yang mengagumkan ini telah berusia 1.200 tahun. Menara dan Masjid Agung Samarra terletak di sisi timur Sungai Tigris, 125 kilometer arah utara Baghdad, Irak. Antara 221 H (836 M) hingga 279 H (892 M), Samarra merupakan ibu kota kekhalifahan Abbasiyah.

Dalam makalah berjudul The Mosque of al-Mutawakkil, dosen Arkeologi Universitas Durham (Inggris), Derek Kennet, mengatakan, masjid tersebut mulai dibangun pada 836 M dan selesai dalam waktu 52 tahun. Sementara, menaranya yang tetap kokoh berdiri hingga sekarang dikenal dengan nama Menara Malwiya, dan merupakan salah satu menara masjid terbesar di dunia. Kata “malwiya” berarti “terlilit” atau “rumah siput”.

Menara Masjid Emin
Ini adalah menara terkemuka di Xinjiang, Cina yang dibangun pada 1778 oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1735-1796). Sumber lain menyebutkan, menara itu dibangun oleh Sulaiman, pejabat militer yang terkenal pada zaman Dinasti Qing untuk mengenang kehebatan ayahnya serta untuk menunjukkan kesetiaan kepada kaisar Dinasti Qing.
Hasil gambar untuk Menara Masjid Emin
Menara elegan ini terbuat dari kayu dan batu bata, dengan bentuk melingkar dan semakin meruncing ke bagian atasnya. Diameter bagian dasar menara mencapai 14 meter, sementara puncaknya berdiameter sekitar 2,8 meter. Menara berketinggian 44 meter ini merupakan menara mas jid tertinggi di Negeri Tirai Bambu .

May 17, 2017

Kisah Misionaris Kristen, Yang Mencari Kesalahan Al Quran, Berakhir Seperti Ini…


Hasil gambar untuk Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen)Moeslimonline.com. Kisah Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen), Sang Penantang Al Quran : “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an !


Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.

Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.

Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”

Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.

Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa’, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.

Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.

Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan, : “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”

Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”

Miller juga mengatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”

Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”

Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?”

Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.

Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.

Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.”

Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.”

Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal; Ahmad Deedat. Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.

Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk da’wah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.

Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:

*“Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”*

*Renungkanlah, dan jangan biarkan prasangka mencegah Anda menemukan jalan untuk mendapatkan hidayahNYA.
May 17, 2017

Ini Data Korban TNI Yang Meninggal Karna Senjata Buatan Cina

Moeslimonline.com. Meriam Buatan China Meledak dan mwmakan banyak korban dari pihak TNI.

Berikut adalah Update korban kecelakaan latihan PPRC TNI di Natuna :

1. Pratu Marwan
- Usus keluar
- Kaki kiri patah dan masih menyatu dgn badan
- Kaki kanan putus
( Sudah dievakuasi ke RSU )
Telah meninggal Dunia pukul 12.22 di RSUD dan saat ini dikamar jenasah
2. Praka Edy
- Pinggang kebawah hancur kena serpihan peluru
- Dievakuasi pakai helikopter dari lapangan ke RSUD
- Meninggal dunia diperjalanan Krn kehabisan darah
- Korban sedang dikamar jenasah
3. Pratu Bayu Agung
- Leher sebelah kanan luka kena percikan peluru
- Paha sebelah kanan luka kena percikan peluru
( Sedang dievakuasi ke RSU )
4. Serda Alpredo Siahaan
- Jari tangan kanan putus
- Paha kamar luka kena percikan peluru
( Sudah dievakuasi ke RSU )
5. Prada Danar
- Paha kanan luka kena percikan peluru
( Sdh dievakuasi ke RSU )
6. Pratu Ridai
- Lutut kaki kiri kena serpihan peluru
( Dirawat di Tenda Kes lapangan )
7. Pratu Didi Hardianto
- Luka tangan kiri kena serpihan peluru
( Dirawat di tenda lapangan )
8. Sertu Blego Switage
- Tangan kiri kena serpihan peluru
- Perut luka kena serpihan peluru
9. Pratu Ibnu Hidayat meninggal dunia
10. Danrai Kapten Arh Herubelum masuk ke RSUD. Informasinya meninggal dunia.
.
Catatan :
Seluruh korban berasal dari satuan Yon Arhanud 1 Kostrad
May 17, 2017

Datang ke Medan, Tito " Pecah" Umat Islam Indonesia

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs H M Tito Karnavian MA Ph.D menjelaskan Indonesia sejatinya adalah milik Ummat Islam. Tepatnya muslim yang moderat.

Hal itu diungkapkan dalam Seminar Nasional yang digelar oleh  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Rabu (17/5) siang di Asrama Haji Medan.

"Pemilik dan pembangun negara Indonesia ini ada tiga unsur  yakni oleh Laskar Rakyat yang menjadi TNI dan Polri, kaum Nasionalis dan Islam Moderat yakni NU dan Muhammadiyah." Ujarnya.

Apabila salah satu unsur tiga unsur 'doyong' maka negara Indonesia juga akan doyong. Sehingga, Tito menilai ideologi dari luar negeri yang bertentangan dengan Pancasila dan Kebhinnekaan harus dihadang di Indonesia.

Pernyataan tito di Medan itu, seakan ingin memberi pesan bahwa yang memerdekakan Indonesia itu cuma NU dan Muhamadiyah dan seolah Islam itu terbagi-bagi. ada Islam yang moderat dan ada yang tidak moderat (radikal). Pasahal Islam iti satu.

Friday, May 12, 2017

May 12, 2017

Ahli Kedokteran Ini Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian Tentang Sujud

Moeslimonline.com. Dr. Fidelma O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam Islam. 


Dr. Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.


Setelah penelitian itu, Dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr. Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar.

Sekarang Dr. Fidelma membuka klinik, “Pengobatan dengan Al-Qur’an.” Dia terus mengkaji pengobatan Islami dan memberikan pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan apa saja yang dianjurkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Misalnya, dengan berpuasa, madu, habbatussauda (jinten hitam), minyak zaitun, dan sebagainya.


Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu menyeru untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya (shalat itu) sebagai ejek-ejekan dan permainan. Yang demikian itu ialah karena mereka suatu kaum yang tidak berakal,” (QS. Al Maidah: 58). [moeflich] 


Friday, May 5, 2017

May 05, 2017

AA Gym : UMAT ISLAM HANYA INGIN HUKUM DITEGAKKAN SEADIL-ADILNYA !!!

MOESLIMONLINE.COM – KH. Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa AA Gym berharap agar hakim dapat membuat keputusan yang seadil-adilnya dalam kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Mudah-mudahan dengan munajat bersama, Allah memberikan hidayah dan taufik kepada majelis hakim untuk bisa memberikan keputusan seadil-adilnya yang bisa memenuhi dahaga keadilan sehinga bisa dirasakan masyarakat,  khususnya umat Islam,” katanya seperti yang dikutip Republika. Dai kondang ini mengatakan Aksi 55 hanya bertujuan meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Bukan persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), kebinekaan, serta radikalisme.”Umat Islam ini tidak ingin apa-apa kecuali hukum ditegakkan seadil-adilnya. Tidak ada tujuan lain,” tegas dia.
Aksi bela Islam ini tidak ada unsur memecah belah NKRI, melainkan untuk mengawal bersama kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu.”Seperti yang dikatakan Panglima, yang melakukan 212 dan 505, mereka adalah patriot NKRI,” kata Aa Gym yang juga merupakan pimpinan ponpes daarut tauhid bandung. Ia tetap konsisten dalam mengikuti aksi-aksi mengecam penistaan agama yang didakwakan kepada Ahok.
Pada aksi simpatik 55 ini Aa pun menyatakan kehadirannya. Lewat kicauan di Twitter pada Jumat (5/5) pagi, Aa Gym mengatakan Daarut Tauhid mendirikan posko di pojok masjid Istiqlal. “Posko Daarut Tauhid ada di pojok masjid Istiqlal ini ya, bagi yang memerlukan bantuan dipersilakan mampir,” ujarnya lewat kicauan di Twitter. (sl/mo/17)


May 05, 2017

INDUK PROYEK KPBU DITANDATANGANI, KOTA MEDAN SEGERA PUNYA LRT !!!


MOESLIMONLINE.COM - Pemko Medan dan Kementrian Keuangan Republik Indonesia melakukan Penandatanganan Kesepakatan Induk tentang Penyediaan Fasilitas Penyiapan Proyek dan Pendampingan Transaksi Pada proyek Infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Transportasi Kota (Urban Transport) Medan di D’Heritage Grand Aston City Hall, Jumat (5/5). Penandatangan ini dilakukan dalam upaya mewujudkan pembangunan transportasi massal perkotaan di Kota Medan.

Penandatangan ini dilakukan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan disaksikan Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintahan dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenkeu, Freddy Rickson Saragih, Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan. Eldin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemenkeu karena telah menyanggupi permintaan Pemko Medan untuk memberikan bantuan berupa fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksi pada proyek infrastruktur, sebagai tindak lanjut dari penyusunan kajian awal pra studi kelayakan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kota Medan yang difasilitasi pihak Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun lalu.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa dan tingkat kepadatan lalu lintas yang terus mengalami peningkatan serta laju pertumbuhan kenderaan bermotor tidak sebanding dengan peningkatan kapasitas dan konektifitas sistem jaringan jalan perkotaan, Wali Kota mengatakan, Pemko Medan mempunyai kebijakan dan strategi untuk menerapkan sistem angkutan umum massal yang modern dan terpadu sesaui tertuang dalam RPJMD 2016-2021 dan RTRW Kota Medan tahun 2031.

Selanjutnya dengan keluarnya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Perpres No.38 tahun 2015  tentang KPBU dalam penyediaan infrastruktur, jelas Wali Kota, merupakan kesempatan dan peluang bagi Kota Medan sebagai alternatif piola pembiayaan penyediaan infrastruktur perkotaan.  Dan ini diharapkan dapat menjawab tantangan manajemen kebutuhan perjalanan transportasi masyarakat perkotaan secara inklusif dan berkelanjutan,” kata Wali Kota. Proyek ini direncanakan menggunakan skema KPBU dan ditawarkan kepada badan usaha pelaksana yang berpotensi untuk membiayai, merancang, membangun, mengoperasikan dan memelihara infrastruktur, serta menyerahkan kembali infrastruktur transportasi pada akhir masa kerjasama.



Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu berharap, keberhasilan pembangunan proyek KPBU Transportasi Kota Medan ke depannya akan memicu pengembangan jaringan prasarana transportasi lainnya di Kota Medan secara luas dan terintegrasi dalam satu kawasan Mebidangro sesuai dnegan Perpres 62/2011  mengencai rencana tata ruang kawasan perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan  Karo.

“Untuk itu saya minta kepada SKPD terkait di Kota Medan agar dapat berkoordiansi dengan baik dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan yang diperlukan, sehingga fasilitas yang diberikan dapat memberikan hasil yang efektif dan optimal,” ungkapnya. Sementara itu menurut Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu,  Robert Pakpahan, penandatanganan Kesepakatan Induk ini merupakan tindak lanjut telah disetujuinya permohonan fasilitas penyiapan dan pendampingan transaksi, yang selanjutnya mereka sebut Fasilitas, untuk rencana Proyek Transportasi Masal Kota Medan oleh Menteri Keuangan kepada Walikota Medan.

“Penyediaan Fasilitas ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Pusat dalam membantu Pemerintah Daerah untuk mengembangkan infrastruktur guna memberikan pelayanan umum yang lebih baik kepada masyarakat, sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 265 Tahun 2015,” jelas Robert. Permohonan fasilitas penyiapan proyek di sektor transportasi  massal dari Walikota Medan ini merupakan usulan yang pertama yang telah disetujui  Menteri Keuangan, tambahnya.  Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap bahwa kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kesuksesan proyek tersebut.

Inisiatif Pemko Medan menggunakan Skema KPBU, dinilai Robert  merupakan langkah yang inovatif menuju penyediaan layanan umum yang lebih baik kepada masyarakat dengan melibatkan pihak swasta.  Dengan Skema KPBU,  Pemko Medan dapat mengupayakan tersedianya layanan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan, terjangkau, dan berkualitas yang menjadi tujuan utama penggunaan skema KPBU. Selain itu, penggunaan Skema KPBU juga dapat menjadi strategi dalam menjembatani keterbatasan anggaran Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam penyediaan infrastruktur.

“Skema KPBU juga memiliki beberapa keunggulan yang dapat memberikan manfaat bagi Pemko Medan, diantaranya dapat mentransfer risiko desain, pembiayaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan kepada pihak swasta. Selain itu, Pemko Medan juga dapat menciptakan proses transaksi/lelang yang competitive dan transparan sehingga mendorong terwujudnya inovasi, efektifitas, dan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur oleh pihak swasta,” paparnya.

 

Selain unsur FKPD Kota Medan seperti  Kapolresta Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho ST, Dandim 0201/BS, Kol Inf Bambang Herqutanto, Danyon Marhanlan Belawan, Letkol Abdi Zunan Tambunan, Kapolresta Belawan, AKBP Yemi Mandagi, anggota DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, , penandatanganan Kesepakatan Indul ini juga dihadiri sejumlah pimpinan SKPD terkait. Usai penandatanganan, Wali Kota selanjutnya menyerahkan cindera matakepada  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu tersebut. (sl/mo/2017)


Thursday, May 4, 2017

May 04, 2017

Dinilai Semrawut, PKL dan Pedagang Pulsa Di Pinggir Jalan Di Tertibkan !!!


MOESLIMONLINE.COM - Pedagang kaki lima yang parkir berlapis ditertibkan di dua lokasi berbeda di wilayah kecamatan medan baru, Kamis (4/5). Penertiban ini dilakukan karena kehadiran PK5 dan parkir berlapis ini menyebabkan terjadinya kemacetan yang cukup parah dan sangat mengganggu estetika kota.

          Lokasi pertama yang ditertibkan yakni  kawasan Pajak USU (Pajus) Jalan Jamin Ginting. Selain PKL, parkir berlapis juga menjadi sasaran penertiban. Sedangkan lokasi kedua, pedagang makanan dan minuman di Jalan Dr Mansyur, termasuk  pedagang pulsa yang menggunakan mobil  serta kenderaan bermotor yang parkir sembarangan. Penertiban ini dipimpin langsung Camat Medan Baru, Illyan Chandra Simbolon SSTP MSP. Selain mengerahkan seluruh jajaran Kecamatan Medan Baru, termasuk kepala lingkungan dan lurah, penertiban juga didukung petugas Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polsekta Medan Baru dan Koramil 05/Medan Baru.

        Sebelum melakukan penertiban, tim lebih dahulu menggelar apel di halaman Kantor Camat Medan Baru sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam apel itu,  Illyan memberikan sejumlahan arahan agar penertiban yang dilakukan berjalan efektif dan maksimal.  Setelah itu tim bergerak menuju kawasan Pajus.

       Sontak kehadiran tim membuat para PK5 langsung kelabakan, termasuk juru parkir yang selama ini  sesukanya membuat parkir berlapir di pinggir jalan.  Dengan cepat tim  melakukan penertiban, para pedagang pun hanya bisa pasrah. Sebab, mereka telah berulangkali disurati pihak Kecamatan Medan Baru agar tidak berjualan di  atas trotoar maupun badan jalan.
       
(Satpol PP Membongkar Lapak PKL yang berjualan diatas trotoar pejalan kaki)

Sebanyak 4 unit lapak milik pedagang diamankan.  Illyan pun mengingatkan kepada para pedagang agar tidak berjualan lagi di kawasan tersebut. Di samping itu bagi pedagang yang memiliki kios  di pinggir jalan, dimintanya untuk memotong kanopi yang telah melewatin trotoar. “Jika ini tidak dilakukan, tim  akan datang untuk menertibkan kembali!” tegas Illyan. Tidak hanya PKL, kehadiran tim membuat  juru parkir yang menjadi pemicu terjadi kemacetan langsung kabur  meninggalkan kenderaan bermotor. Sebab, mereka tahu parkir yang dilakukan salah karena lokasinya menggunakan badan jalan dan dibuat berlapis. Kondisi itu menyebabkan kemacetan yang terjadi cukup parah, terutama sore hari. Illyan kemudian melarang keras badan jalan digunakan menjadi lokasi parkir. Untuk itu mereka akan terus melakukan pengawasan. Apabila ditemukan kembali, Illyan menegaskan, tim akan melakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera.

(Lapak pedagang PKL yang berada di atas trotoar pejalan kaki diangkut Satpol PP untuk diamankan)

      Dari kawasan Pajus, tim selanjutnyan menuju Jalan Dr Mansyur. Pedagang makanan minuman yang mengetahui kehadiran tim langsung tancap gas, sebab mereka telah mendesain gerobak untuk berjualan di atas becak bermotor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penertiban. Meski demikian tim masih sempat mengamankan sejumlah tenda yang ditinggalkan pemiliknya. Selain pedagang makanan dan minuman, tim juga menertibakan kenderaan bermotor yang diparkir di pinggir jalan. “Pinggir kiri Jalan Dr Manyur mulai dari arah Simpang Kampus  sampai menuju Setia Budi tidak boleh parkir,” jelas Illyan.
         
         Itu sebabnya dua mobil pribadi  langsung digembok  karena parkir sembarangan. Penggembokan dilakukan petugas Dishub Kota Medan. Di samping itu tim melalui petugas Dishub juga menilang 4 mobil pribadi, serta mengangkut 2 unit mobil yang selama  ini digunakan untuk berdagang pulsa. Selama ini setiap kali dilakukan penertiban, mobil itu sengaja ditinggalkan pemiliknya dengan  posisi terkunci untuk mengelabui petugas. Begitu petugas meninggalkan lokasi,  pemilik kembali datang  untuk melanjutkan transaksi  jual beli pulsa. “Kita tidak mau terkecoh, makanya mobil ini kita bawa,” ungkapnya.
              
       Kedua mobil itu selanjutnya dibawa menuju Kantor Camat Medan Barun untuk diamankan. Apabila pemiliknya datang dan bi  amenunjukkan surat-surat kenderaan bermotornya, maka mobil itu  akan dilepas kembali. Sebaliknya jika pemilik mobil tidak dapat menunjukkan kelengkapan suratnya, maka mobil tidak kita lepas dan selanjutnya diserahkan kepada pihak  keamanan untuk menjalani proses lebih lanjut,” jelas Illyan. (sl/mo/2017)

Monday, April 10, 2017

April 10, 2017

Arab Saudi Segera Bangun Universitas Islam di Sumut

Medan,- Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi bertemu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi di ruang kerja lantai 10 kantor Gubsu di Medan, Senin (10/04/2017).

Dalam kesempatan itu, Gubsu Tengku Erry menyambut baik rencana pihak pemerintah Arab Saudi yang ingin membangun Universitas Islam di Sumut. Sebagai Provinsi yang penduduknya terbesar diluar Pulau Jawa keberadaan universitas ini dinilai sangat tepat sebagai lembaga pendidikan bagi warga Sumut yang 67 persen penduduknya beragama Islam.

“Mudah-mudahan proses administrasinya tidak memakan waktu yang lama dan peletakan batu pertama untuk pembangunan Universitas Islam ini segera bisa terealisasi,” ucap Tengku Erry.

Kedatangan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi didampingi Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Kerajaan Arab Saudi, Prof Sulaiman Abdullah Abalkhail beserta rombongan.

Turut hadir mendampingi Gubsu, Kakanwil Kemenagsu Tohar Bayoangin, Kadisdik Sumut Arsyad Lubis, Asisten Ekbang Ibnu S Utomo, Kabirokemsos M Yusuf dan Kabag Humas Indah DK. 

Dalam kesempatan itu, Gubsu menyebutkan tawaran kerjasama pembangunan Universitas Islam oleh pemerintah Arab Saudi dinilai sangat sejalan dengan rencana pembangunan Islamic Center di atas lahan 40 Hektar dekat Kawasan Bandara Internasional Kualanamu. Sebagai salah satu pintu masuk ke Provinsi Sumut, Gubsu menilai sangat cocok di sekitar Islamic Center di bangun Universitas Islam.

“Tentunya kami sangat mendukung pengembangan Universitas Islam di Sumut. Ini sejalan dengan program kita membangun Islamic Center,  Insya Allah ini progamnya sangat menyambung. Mudahan-mudahan universitas ini segera dibangun di Sumut. Dan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ucap Erry.

Prof Sulaiman Abdullah Abalkhail menyampaikan niatan Pemerintah Arab Saudi untuk membangun lembaga pendidikan di Sumut. Mereka menawarkan kerjasama dan meminta Pemprovsu menyediakan lahan minimal seluas 3 Hektar. Niatan tersebut langsung disambut Gubsu dan mengarahkan agar pembangunan Universitas Islam itu dibangun di atas lahan 40 Hektar yang dipersiapkan untuk pembangunan Islamic Center.

“Pertama kita sangat berterimakasih kepada Pak Gubernur yang telah memberikan kekhususan atas tanah untuk kampus ini. Kami sangat bersyukur, rakyat dan atas nama pemerintah Saudi Arabia. Dan harapan kami bisa berjumpa lagi pada peletakan batu pertama nanti,” ujarnya.

Sebelumnya Prof Sulaiman Abdullah Abalkhail menyampaikan bahwa selama ini hubungan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang terjalin cukup baik. Hal ini juga dibuktikan dengan kedatangan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Prof Sulaiman Abdullah Abalkhail berharap hubungan yang sudah terjalin secara baik ini semakin ditingkatkan khususnya kepada Pemerintah Daerah Sumatera Utara. Osama juga mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan Pemprovsu atas kehadiran mereka. “Kami sangat nyaman berada ditengah-tengah saudara kami,”ujarnya.

Sedangkan Erry kembali menyampaikan pihaknya cukup senang atas kehadiran Duta Besar Arab Saudi dan rombongan ke Sumut. Sebagai Provinsi yang mayoritas beragama Islam tentu kehadiran pemerintah Arab Saudi memberikan angin segar.

Erry pun menyampaikan bahwa saat ini Pemprovsu sedang mempersiapkan pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional pada 2018 mendatang. Sebagai tuan rumah, Erry mengaku pihaknya tidak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik tetapi juga berprestasi pada ajang tersebut. Dalam kesempatan tersebut Erry juga menyampaikan bahwa belum lama ini Presiden RI Joko Widodo baru saja mengunjungi Sumut dan meresmikan titik nol Barus sebagai pusat masuknya agama Islam nusantara di Sumatera Utara.
April 10, 2017

Alhamdulillah LIPIA Cabang Medan Resmi Dibuka

Medan,-Rektor Universitas Imam Ryadh Arab Saudi, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl resmi membuka Ma'hadul Ulum Islamiyyah wal Arabiyah atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) cabang Medan, di Jalan Prof.HM Yamin SH, Kota Medan, Senin (10/04/2017) siang.

Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan merupakan realisasi dari janji LIPIA yang akan membuka cabang di tiga Kota besar di Indonesia pada akhir 2016 silam. Tiga kota tersebut diantaranya Medan, Surabaya dan Makassar.

Dalam sambutannya,  yang diterjemahkan Ustadz Nurkholis, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl mengatakan pembukaan LIPIA cabang Kota Medan merupakan kesungguhan dari Kerajaan Arab Saudi dibawah kepemimpinan Raja Salman dalam memberikan pelayanan bagi umat islam di seluruh dunia.

"Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan Sumatera Utara merupakan wujud kesungguhan dari kunjungan Khadimul-haramain As-Syarifain  Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia beberapa waktu lalu," jelasnya

Didampingi Kepala LIPIA Cabang Medan, Sheikh Ayidh Ashoidi, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl  mengatakan Kerajaan Arab Saudi  dibawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud akan terus bekerja sekuat mungkin menjaga urusan kaum muslimin dimanapun berada.

"Ini adalah bentuk kesungguhan Kerajaan Arab Saudi dibawah kepemimpinan Raja Salman yang mulia dalam menjaga urusan kaum muslimin dimanapun berada," jelasnya.

Pria yang juga anggota dewan ulama senior Arab Saudi serta pejabat tinggi setingkat menteri mengatakan tujuan dibukanya LIPIA cabang Kota Medan diantaranya sebagai upaya membumikan ajaran islam yang rahmatan lil alamin.

"Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan salahsatunya adalah sebagai upaya menyebarkan konsep islam yang rahmatan lil alamin. Kami juga mengajak untuk memerangi terorisme dan radikalisme  serta faham yang rusak," terangnya.  


Prof Dr Sulaiman Abal Khayl juga mengatakan lembaga pendidikan ini merupakan sarana untuk mempersiapkan anak didik belajar Bahasa Arab selama dua tahun secara gratis, sebelum melanjutkan pendidikan S1 di Lipia Jakarta atau ke Universitas Imam Arab Saudi.

"Kita memberikan apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa, baik silabusnya dan lainnya. Kita mengajarkan sesuai dengan syariat agama Islam," jelasnya.

Lipia membuat terobosan pendidikan tingkat internasional yang baru yang tidak mengutip biaya sama sekali dari anak didiknya. Padahal, lembaga pendidikan tingkat internasional lainnya membandrol biaya pendidikan selangit yang umumnya tidak dapat dijangkau oleh pribumi.

Sementara itu, Kepala LIPIA Cabang Medan, Sheikh Ayidh Ashoidi mengucapkan terimakasihnya atas dukungan Pemerintah Sumatera Utara yang telah mendukung keberadaan LIPIA Cabang Kota Medan ini. "Kami berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia terhadap berdirinya LIPIA cabang Medan," jelasnya.

Dikatakannya, dukungan ini ditunjukan dengan diberikannya tanah seluas 3 Ha untuk pembangunan Kampus LIPIA cabang Medan di Sumatera Utara.

Sementara itu, H.Salman Alfarisi Lc, MA yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah yang hadir dalam peresmian kampus LIPIA Cabang Kota Medan menyambut baik dibukanya LIPIA Cabang Kota Medan ini.

"Kita sangat mendukung dibukanya Ma'hadul Ulum Islamiyyah wal Arabiyah (LIPIA) di Kota Medan ini, semoga bisa membawa kebaikan  dan keberkahan bagi Kota Medan," jelasnya.

Salman yang juga anggota DPRD kota Medan mengharapkan generasi Muda Kota Medan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu agama islam dan bahasa arab di LIPIA Cabang Medan.

"Kita sangat yakin bahwa pendidikan Islam khusunya bahasa arab di LIPIA ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan pendidikan bahasa arab yang ada selama ini," jelasnya.

Sementara itu, Dosen LIPIA, Abdullah Jawawi mengungkapkan untuk menghasilkan pendidikan Bahasa Arab yang berkwalitas, pihaknya menghadirkan dosen langsung dari Arab Saudi. Selain itu, seluruh kelasnya sudah disediakan AC. "Kami berani adu, anak didik kami di Lipia ini dengan mahasiswa S1 pendidikan Bahasa Arab dari universitas lokal di Indonesia," katanya.