Breaking News

Nasional

Showing posts with label Raja Salman. Show all posts
Showing posts with label Raja Salman. Show all posts

Monday, April 10, 2017

April 10, 2017

Alhamdulillah LIPIA Cabang Medan Resmi Dibuka

Medan,-Rektor Universitas Imam Ryadh Arab Saudi, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl resmi membuka Ma'hadul Ulum Islamiyyah wal Arabiyah atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) cabang Medan, di Jalan Prof.HM Yamin SH, Kota Medan, Senin (10/04/2017) siang.

Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan merupakan realisasi dari janji LIPIA yang akan membuka cabang di tiga Kota besar di Indonesia pada akhir 2016 silam. Tiga kota tersebut diantaranya Medan, Surabaya dan Makassar.

Dalam sambutannya,  yang diterjemahkan Ustadz Nurkholis, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl mengatakan pembukaan LIPIA cabang Kota Medan merupakan kesungguhan dari Kerajaan Arab Saudi dibawah kepemimpinan Raja Salman dalam memberikan pelayanan bagi umat islam di seluruh dunia.

"Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan Sumatera Utara merupakan wujud kesungguhan dari kunjungan Khadimul-haramain As-Syarifain  Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia beberapa waktu lalu," jelasnya

Didampingi Kepala LIPIA Cabang Medan, Sheikh Ayidh Ashoidi, Prof Dr Sulaiman Abal Khayl  mengatakan Kerajaan Arab Saudi  dibawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud akan terus bekerja sekuat mungkin menjaga urusan kaum muslimin dimanapun berada.

"Ini adalah bentuk kesungguhan Kerajaan Arab Saudi dibawah kepemimpinan Raja Salman yang mulia dalam menjaga urusan kaum muslimin dimanapun berada," jelasnya.

Pria yang juga anggota dewan ulama senior Arab Saudi serta pejabat tinggi setingkat menteri mengatakan tujuan dibukanya LIPIA cabang Kota Medan diantaranya sebagai upaya membumikan ajaran islam yang rahmatan lil alamin.

"Dibukanya LIPIA cabang Kota Medan salahsatunya adalah sebagai upaya menyebarkan konsep islam yang rahmatan lil alamin. Kami juga mengajak untuk memerangi terorisme dan radikalisme  serta faham yang rusak," terangnya.  


Prof Dr Sulaiman Abal Khayl juga mengatakan lembaga pendidikan ini merupakan sarana untuk mempersiapkan anak didik belajar Bahasa Arab selama dua tahun secara gratis, sebelum melanjutkan pendidikan S1 di Lipia Jakarta atau ke Universitas Imam Arab Saudi.

"Kita memberikan apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa, baik silabusnya dan lainnya. Kita mengajarkan sesuai dengan syariat agama Islam," jelasnya.

Lipia membuat terobosan pendidikan tingkat internasional yang baru yang tidak mengutip biaya sama sekali dari anak didiknya. Padahal, lembaga pendidikan tingkat internasional lainnya membandrol biaya pendidikan selangit yang umumnya tidak dapat dijangkau oleh pribumi.

Sementara itu, Kepala LIPIA Cabang Medan, Sheikh Ayidh Ashoidi mengucapkan terimakasihnya atas dukungan Pemerintah Sumatera Utara yang telah mendukung keberadaan LIPIA Cabang Kota Medan ini. "Kami berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia terhadap berdirinya LIPIA cabang Medan," jelasnya.

Dikatakannya, dukungan ini ditunjukan dengan diberikannya tanah seluas 3 Ha untuk pembangunan Kampus LIPIA cabang Medan di Sumatera Utara.

Sementara itu, H.Salman Alfarisi Lc, MA yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah yang hadir dalam peresmian kampus LIPIA Cabang Kota Medan menyambut baik dibukanya LIPIA Cabang Kota Medan ini.

"Kita sangat mendukung dibukanya Ma'hadul Ulum Islamiyyah wal Arabiyah (LIPIA) di Kota Medan ini, semoga bisa membawa kebaikan  dan keberkahan bagi Kota Medan," jelasnya.

Salman yang juga anggota DPRD kota Medan mengharapkan generasi Muda Kota Medan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu agama islam dan bahasa arab di LIPIA Cabang Medan.

"Kita sangat yakin bahwa pendidikan Islam khusunya bahasa arab di LIPIA ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan pendidikan bahasa arab yang ada selama ini," jelasnya.

Sementara itu, Dosen LIPIA, Abdullah Jawawi mengungkapkan untuk menghasilkan pendidikan Bahasa Arab yang berkwalitas, pihaknya menghadirkan dosen langsung dari Arab Saudi. Selain itu, seluruh kelasnya sudah disediakan AC. "Kami berani adu, anak didik kami di Lipia ini dengan mahasiswa S1 pendidikan Bahasa Arab dari universitas lokal di Indonesia," katanya.


Tuesday, March 7, 2017

March 07, 2017

Sekilas Tentang Putri Raja Salman, Prince Hussa


Sekilas Tentang Putri Raja Salman, Prince HussaMoeslimonline.com.  Raja Salman ke Indonesia yang merupakan bagian dari Tour ke Asia oleh Kerajaan Arab Saudi tak ayal mendatangkan antusias masyarakat Indonesia. Sehingga rasa ingin tahu tentang Raja Salman beserta keluarganya menjadi trending topics.



ayangnya, banyak sekali berita hoax yang beredar yang mengklaim sana-sini tentang satu-satunya putri Raja Salman yakni Hussa atau Hassa binti Salman.
Informasi tentang Putri Hussa binti Salman terbilang sangat sedikit tapi ada beberapa hal yang patut diketahui tentang Hussa binti Salman;

1. Putri Hussa binti Salman lahir pada tahun 1974 dari ibunda Sultana binti Turki Al Sudairi dan merupakan anak bungsu dari istri pertama Raja Salman
2. Putri Hussa binti Salman banyak mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak berkebutuhan khusus dengan memberikan akses kepada mereka terhadap pendidikan.
3. Putri Hussa binti Salman adalah adik dari astronot Muslim, Pangeran Sultan bin Salman.
4. Putri Hussa binti Salman terkenal di Barat setelah insiden hotel Paris terkait laki-laki Prancis yang memotret Sang Putri yang diduga foto-foto itu akan dijual. Hal ini menyebabkan Hussa memerintahkan pengawalnya untuk mengusut laki-laki yang diidentifikasi sebagai pekerja interior, begitu informasi yang diberitakan oleh surat kabar Prancis, Le Point. Kasus ini selesai secara hukum tanpa dihadiri Putri Hussa binti Salman.

5. Putri Hussa binti Salman memakai cadar sebagaimana perempuan Arab Saudi pada umumnya.
6. Tidak didapati foto manapun tentang Hussa di internet melainkan hanya foto masa kecil bersama almarhum Raja Abdullah dan Raja Salman.
7. Putri Hussa merupakan satu-satunya anak perempuan Raja Salman.
8. Beliau saat ini bekerja sebagai dosen di fakultas hukum dan politik Universitas King Saud serta konsultan untuk Hak Asasi Manusia.
Inilah beberapa informasi terkait Putri Raja Salman. Foto-foto yang beredar yang diklaim sebagai putri Hussa adalah kebohongan.

March 07, 2017

Aksi Penyerangan Terhadap Raja Salman Berhasil Digagalkan, Pelaku Orang Indonesia dan Yaman

Moeslimonline.com,-Rencana menyerang rombongan Raja Salman saat berkunjung ke Malaysia berhasil digagalkan, kata polisi di negara tersebut, hari Selasa (07/03).Empat warga Yaman dan tiga tersangka lain -satu dari Malaysia dan satu lagi warga negara Indonesia- ditahan sebelum Raja Salman dan rombongannya mendarat di Kuala Lumpur.

Arab Saudi memimpin koalisi yang bertempur melawan pemberontak Houthi di Yaman dalam dua tahun terakhir, namun belum bisa dipastikan apakah empat warga Yaman yang ditangkap merupakan bagian atau memiliki kaitan dengan pemberontak Houthi.

Seorang sumber di kepolisian Malaysia kepada kantor berita Reuters mengatakan diyakini keempatnya adalah Houthi namun sumber-sumber lain mencurigai mereka adalah bagian dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Belum juga diketahui apakah tiga tersangka lain adalah bagian dari kelompok warga Yaman ini. Ketujuh tersangka ditangkap antara 21 hingga 26 Februari, yang bertepatan dengan kedatangan Raja Salman di ibu kota Malaysia.

Kepala kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, kepada para wartawan mengatakan bahwa para tersangka 'berencana menyerang anggota keluarga kerajaan Saudi saat berada di Kuala Lumpur'."Kami menangkap mereka pada saat yang tepat," kata Abu Bakar.

Polisi juga menyita sejumlah paspor internasional dan uang senilai US$60.740 dalam beberapa mata uang yang diyakini diperuntukkan untuk kelompok ini.

Abu Bakar menjelaskan bahwa kelompok ini 'juga terlibat dalam perdagangan narkoba'.Raja Salman membawa anggota delegasi sebanyak 600 orang saat melakukan kunjungan empat hari di Malaysia.

Lawatan ke Malaysia ini dilanjutkan dengan kunjungan kenegaraan di Jakarta dan liburan ke Bali hingga 12 Maret, diperpanjang tiga hari yang mestinya selesai pada 9 Maret.

Saturday, March 4, 2017

March 04, 2017

Soal Kompensasi Korban Crane Masjidil Haram, Ini Jawaban Kemlu

Moeslimonline.com,-Kompensasi kepada para korban jatuhnya alat berat proyek di Masjidil Haram, Mekah, pada 2015 lalu, tengah menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Hal itu diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, menanggapi rumor di media sosial bahwa kompensasi telah dibayarkan pemerintah Saudi.

"Pada tanggal 19 Februari 2017, Kementerian Luar Negeri Saudi telah menyampaikan nota tertulis yang pada intinya menyampaikan bahwa proses verifikasi korban WNI telah selesai dilakukan dan saat ini tinggal menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi," sebut Lalu dalam keterangan kepada wartawan.

Lalu mengaku Kemenlu RI dan Kedutaan Besar RI di Riyadh mendapat informasi bahwa pembayaran bagi korban dari seluruh negara akan dilakukan bersamaan.

"Namun demikian, ini terkendala oleh adanya korban dari negara lain yang terlambat menyampaikan dokumen yang diperlukan," ujarnya.

Dengan demikian, menurut Lalu, rumor di media sosial bahwa kompensasi sudah dibayarkan "tidak benar".

Pada 11 September 2015, ratusan orang menjadi korban ambruknya alat berat penderek dalam proyek perluasan area sekitar Masjidil Haram.

Dalam catatan Kemenlu RI, insiden itu menewaskan 107 orang dan mencederai sebanyak 238 orang. Negara asal para korban bermacam-macam, termasuk Indonesia. Di antara korban terdapat 12 WNI meninggal dunia dan 49 luka-luka.

Usai kejadian, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud menginstruksikan pemberian kompensasi bagi para korban dengan rincian 1 Juta riyal atau sekitar Rp3,5 miliar untuk korban meninggal dunia serta 500.000 riyal atau sekitar Rp1,75 miliar bagi korban difabel.

Selain itu, Raja Salman juga mengumumkan akan memfasilitasi para korban atau keluarga korban yang belum sempat menunaikan ibadah haji pada 2015 untuk menunaikannya atas undangan Raja.