Sumatera Utara
March 04, 2019
Peduli Palestina, Siswa Siti Hajar Sumbang Rp 100 Juta Via ACT
MuslimOnline.Id- Riuh rendah suara keceriaan anak-anak Islamic Full-day School Siti Hajar, Jumat pagi (1/3/2019). Keceriaan tersebut karena adanya Roadshow Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara bersama Syeikh Abdallah H.A. Abudan yang didatangkan langsung dari Palestina.
"Alhamdulillah di hari jumat berkah ini, sambutan hangat dari siswa-siswi juga guru Islamic Full-day School Siti Hajar," ujar Hidayatun Nisak, yang memimpin rombongan Partnership ACT Sumut.
Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Yayasan dr. Ahmad Primonta Tarigan imulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lantunan lagu Atunatuffuli dari anak-anak Sekolah Dasar.
Kepala Sekolah SDS IT Siti Hajar, Rahmad Martuah, S.Sn, M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan yang menunjukkan kepedulian Indonesia kepada Palestina ini.
Para siswa Siti Hajar dalam acara tersebut menyampaikan coklat dan surat cinta kepada warga Palestina. Selain itu, cinderamata juga diserahkan oleh Kepala Sekolah Islamic Full-day School Siti Hajar kepada Syeikh Abdallah dari Palestina yang memberikan informasi terbaru tentang Palestina.
Acara hari itu diakhiri dengan penyerahan donasi kepada tim ACT Sumatera Utara senilai Rp 100.000.000.
Hidayatun Nisak menjelaskan untaian kepedulian dari Indonesia untuk Palestina terus mengalir deras.
"Insya Allah, seluruh elemen masyarakat dari mulai perorangan, komunitas, sekolah, dan elemen lainnya terus bergerak untuk menyuarakan kepedulian atas nestapa yang terjadi di Palestina," ujarnya.
ACT terus mengajak Sahabat peduli untuk memberikan doa dan dukungan terbaik untuk Palestina melalui BNI Syariah 66 00000 21 atau Mandiri 101 000 5634 264 A.n. Aksi Cepat Tanggap
"Alhamdulillah di hari jumat berkah ini, sambutan hangat dari siswa-siswi juga guru Islamic Full-day School Siti Hajar," ujar Hidayatun Nisak, yang memimpin rombongan Partnership ACT Sumut.
Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Yayasan dr. Ahmad Primonta Tarigan imulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lantunan lagu Atunatuffuli dari anak-anak Sekolah Dasar.
Kepala Sekolah SDS IT Siti Hajar, Rahmad Martuah, S.Sn, M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan yang menunjukkan kepedulian Indonesia kepada Palestina ini.
Para siswa Siti Hajar dalam acara tersebut menyampaikan coklat dan surat cinta kepada warga Palestina. Selain itu, cinderamata juga diserahkan oleh Kepala Sekolah Islamic Full-day School Siti Hajar kepada Syeikh Abdallah dari Palestina yang memberikan informasi terbaru tentang Palestina.
Acara hari itu diakhiri dengan penyerahan donasi kepada tim ACT Sumatera Utara senilai Rp 100.000.000.
Hidayatun Nisak menjelaskan untaian kepedulian dari Indonesia untuk Palestina terus mengalir deras.
"Insya Allah, seluruh elemen masyarakat dari mulai perorangan, komunitas, sekolah, dan elemen lainnya terus bergerak untuk menyuarakan kepedulian atas nestapa yang terjadi di Palestina," ujarnya.
ACT terus mengajak Sahabat peduli untuk memberikan doa dan dukungan terbaik untuk Palestina melalui BNI Syariah 66 00000 21 atau Mandiri 101 000 5634 264 A.n. Aksi Cepat Tanggap


MEDAN – Terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak dibawah umur yang marak terjadi beberapa waktu lalu, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, H. Sabar Syamsurya Sitepu, angkat bicara dan meminta Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengevaluasi kinerja Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), karena terkesan lambat menindaklanjuti kasus-kasus kejahatan seksual tersebut (extra ordinary Crime).
Medan – Sebanyak 11.864 orang pegawai harian lepas (PHL/honorer) Pemko Medan habiskan anggaran APBD 400 miliar per tahun sehingga dinilai sangat memberatkan keuangan Daerah. Keberadaan PHL ini sudah menjadi sorotan, terlebih yang berada di Dinas PU Bina Marga sebanyak 3000 orang lebih.
MEDAN – Sampah termasuk juga salah satu limbah yang dapat membahayakan lingkungan sekitar. Jika sampah yang dibuang mengandung zat berbahaya, dan beracun, maka selain lingkungan, kehidupan umat manusia juga akan terancam dalam bahaya, disebabkan limbah B3. Demikian dikatakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Medan, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, Sabtu (23/2/2019) di Kota Medan.
Komisi A DPRD Kota Medan menilai pihak Imigrasi Kelas I khususnya Kota Medan tidak serius membongkar jaringan penyelundupan WNA Bangladesh ke Malaysia melalui Kota Medan. Pasalnya, kasus jaringan penyelun dupan dan keberadaan WNA Bangladesh di Medan tidak dapat teratasi.