Breaking News

Nasional

Showing posts with label ACT. Show all posts
Showing posts with label ACT. Show all posts

Sunday, December 22, 2019

December 22, 2019

Dahsyat! ACT Distribusikan Beras ke 3 Ponpes Simalungun dalam Sehari



Simalungun, (22/12) - Dalam melaksanakan misi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap tidak tanggung-tanggung, 3 orang relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan staf Aksi Cepat (ACT) Tanggap Sumatera Utara  mendistribusikan Beras Untuk Santri Indonesia ( BERISI ) ke Simalungun dalam sehari, Ahad (22/12/2019).

Distibusi BERISI kali ini menyasar hingga luar kota Medan, tepatnya di Kabupaten Simalungun berjarak sekitar 206 km atau dengan kata lain menempuh waktu  5 jam 10 menit. Dengan membawa 100 karung beras 5 kg, pada hari Sabtu (21/12) tim distribusi Beras ini berangkat dari Medan pukul 10 pagi. Dan tiba di Kabupaten Simalungun pukul 04.00 sore.

Selain telah mengantongi nama salah satu pondok pesantren yang berhak menerima bantuan Beras Untuk Santri Indonesia ini, namun tim Berisi ACT Sumut upayakan untuk mencari beberapa nama lagi yang berhak menerimanya. Hingga terkumpul lah 3 nama pondok pesantren yang akan menerima bantuan BERISI.

Ponpes Surya Agung
Keesokan harinya, tim distribusi bergerak pagi hari sekali menuju ke tiga pondok pesantren yang sudah ditetapkan sebagai penerima BERISI. Untuk pertama, tim menuju Pondok Pesantren Surya Agung. Pondok ini berjarak  sekitar 1,8 km, atau hanya menempuh waktu sekitar 5 menit. Ponpes ini sangat terpencil sekali lokasinya, terletak ditengah-tengah perkebunan kelapa sawit, namun lahan yang dibangun pondok pesantren yang berusia 9 tahun ini merupakan lahan pribadi, hanya kebetulan saja berada dilokasi lahan perkebunan PTPN 4.

Dilokasi tim disambut baik oleh adik-adik Santri dan yang mewakili dari Pendidik Ponpes, Ust. Dadang. Sehari sebelumnya tim telah melakukan komunikasi kepada Ust, Dadang, mengenai niat kunjungan kami. Ustad Dadang pun menyambut baik dan sangat kebetulan sekali kedatangan tim bertepatan saat Santri akan liburan panjang. Justru pada saat kami akan mendistribusikan BERISI ini, santri mulai ada yang dijemput oleh orangtuanya, namun ditunda beberapa jam karena untuk menyambut tim ACT Sumut yang membawa paket BERISI.

Setelah selesai serah terima BERISI, ustad Dadang menyempatkan diri membawa tim berkeliling komplek Ponpes, sembari menjelaskan beberapa unit usaha yang sedang dikembangkan oleh Ponpes. Di ponpes Surya Agung ini sudah dibangun unit usaha air mineral masak yang diperjual belikan dilingkungan sekitar Ponpes, setiap harinya mereka mampu memproduksi hingga 50 galon air mineral masak.

Kemudian ada juga lahan perkebunannya, selain hasilnya dijual ke pasar terdekat, hasil perkebunan yang berupa sayur-sayuran juga merupakan panganan yang sehat untuk para Santri. Santri yang tanam, santri yang panen, dan santri juga yang menikmati hasilnya, dan ini sangat membantu pihak Ponpes dalam memnyiapkan panganan yag sehat bagi Santrinya walau dengan keterbatasan biaya. Saat ini Ponpes tidak mematokkan biaya kepada Santrinya, karena walau kita berikan patokan harga tidak sedikit orang tua Santri minta keringanan, bahkan ada juga orang tua Santri yang memiliki kelebihan rezeki, justru membayar iuran (SPP) melebihi dari yang kami minta, jelas Dadang.

Kita sengaja tidak ingin memberatkan orang tua Santri dan Santri itu sendiri dengan biaya Iuran (SPP) yang mengikat, karena mereka ingin belajar di ponpes ini saja sudah sangat kita syukuri. Kita bersyukur masih banyak anak-anak yang memiliki minat belajar di ponpes, walau saat ini minat itu sudah mulai menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Karena diawal-awal ponpes ini berdiri jumlah Santri bisa mencapai 300 orang, kini hanya 80 orang saja.

Kami berharap dengan kunjungan ACT ini mampu menggerakkan kembali minat orangtua untuk mengajak anaknya menimba ilmu di ponpes ini, walau dengan keterbatasan dan lingkungan yang terpencil ditegah perkebunan sawit, namun kami yakin para santri akan tetap betah dan semangat menimba ilmu disini, karena suasana hening mampun meningkatkan daya otak dan mudah menghafal. Selain itu disini anak-anak santri juga akan kita ajarkan cara bercocok tanam dan beternak, ujarnya.

Ponpes Daarut Tahfidz
Setelah usai dari Ponpes Surya Agung, tim kembali bergerak di lokasi distribusi selanjutnya. Kali ini kita menuju ke Desa Sei Mangkei berjarak sekitar 9,4 km dari lokasi sebelumnya, atau dengan menempuh waktu sekitar 18 menit. Tim bergerak menuju Ponpes Daarut Tahfidz, sebuah Pondok Pesantren yang lebih memfokuskan anak-anak Santri nya untuk menjadi penghafal (hafidz) Quran.

Ponpes Daarut Tahidz ini hampir sama dengan Ponpes Surya Agung berada didalam area perkebunan, namun bedanya Daarut Tahfidz berdekatan dengan pemukiman penduduk, namun antara asrama putera dan puterinya  terpisah, akan tetapi tetap berbaur denagn pemukiman penduduk. Uniknya ponpes ini memiliki pantai pasir putih dihalaman belakangnya, pantai pasir putih Sungai Asahan.

Sehingga kalau diperhatikan, lingkungannya sangat Asri sehingga para santri juga akan merasa nyawan dan mudah menghafal setiap ayat-ayat AlQuran. Selain itu lingkungannya juga cukup bersih.

Setibanya kami di Ponpes ini, para santri dan pengajarnya sangat baik menyambut tim distribusi BERISI. Terlihat beberapa Santri laki-lakinya menggunakan jubah putih dan sorban putih, sebagian terllihat sibuk dengan hafalannya di mushola. Ust. Abdul Rahim, salah satu pengajarnya menyambut kami besert a keluarganya. Ustad pun sempat mengajak tim berkeliling-keliling dikawasan Ponpes Asri ini.

Menurut Abdul Rahim, Santri disini ada 40 orang, dengan lingkungan yang Asri ini dapat mempermudah hafalan dan memberikan semangat  menghafal bagi para santri. Itu sebabnya para santri disini masih kanak-kanak saja ada yang sudah mampu menghafal hingga 5 juzz. Bahkan sudah ada yang mampu menjadi Imam Tarawih disaat ramadhan tahun lalu.

Usai menemani kami berkeliling di ponpes, kami pun segera melaksanakan niat awal kami ingin mengantarkan bantuan Beras Untuk Santri Indonesia kepada Ponpes Daarut Tahfidz ini. Ustadz Abdul Rahim mengucapkan rasa syukurnya karena masih ada yang masih mempedulikan kehidupan para Santri, semoga apa yang dilakukan ACT mendapat keberkahan dari Allah SWT. Usai serah terima, tim pun segera meninggalkan Ponpes Daarut Tahfidz dan meluncur menuju Ponpes berikutnya.

Ponpes Daarul Khoirot
Untuk ponpes yang ketiga ini, tim bergerak ke lokasi distribusi menuju Desa Tanjung Hataran. Disana ada Ponpes Daarul Khoirot namanya, dengan menempuh jarak 30,5 km atau kisaran waktu 1 jam 6 menit, dan melewati jalan yang kurang baik, tim pun tiba dilokasi. Namun yang sedikit disayangkan tim tidak dapat menemui para Santri, karena bertepatan dengan liburan akhir semester.

Akhirnya bantuan BERISI kita salurkan melalui pengurus Ponpes yang saat itu masih berada dilokasi, dan mereka menyambut baik kedatangan tim ACT-MRI Sumut, dan sempat menjamu kami makan dan minum di ponpesyang cukup terbilang sederhana ini. Dan Alhamdulillah, usai serah terima BERISI di Daarul Khoirot usai pula tugas tim BERISI ACT-MRI Sumut pada hari ini, dengan menempuh jarak 4,5 jam dari kota Medan namun 3 ponpes mampu dikunjungi dalam 1 hari dan BERISI terealisasi didistrubsikan.

Friday, May 10, 2019

May 10, 2019

ACT Bagikan 500 Paket Berbuka Untuk Palestina

MuslimOnline.Id- GAZA – Sejak hari pertama Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Palestina hingga akhir Ramadhan. Senin (6/5) lalu, puluhan anak di lapangan Johr Al Deek, wilayah Gaza Tengah berkumpul menerima paket iftar Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Senyum anak-anak Palestina menjadi bukti nyata ACT terus membersamai warga Palestina di tengah kecamuk perang di bulan Ramadhan ini. 500 paket iftar pun telah didistribusikan kepada 500 warga yang tersebar di sekitar Gaza, yakni di Al Amreekiya dan Al Qarya Al Badawiya.


Pasca serangan yang didaratkan Israel ke Palestina dua malam sebelum Ramadhan, kondisi Ramadhan terasa tidak bersahabat. Walau demikian. Walau kondisi terasa tidak bersahabat, Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, selama Ramadan akan ada paket makanan siap santap yang dibagikan setiap sahur dan berbuka puasa.

 “Paket iftar ini kami distribusikan langsung dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Insya Allah ACT akan terus melakukan rangkaian distribusi iftar bersamaan dengan distribusi paket sahur selama Ramadhan ini di Gaza. Penerima manfaat dari pembagian iftar kali ini adalah masyarakat prasejahtera yang tinggal di Gaza,” ujarnya.

Paket-paket yang diberikan pada awal Ramadhan itu terdiri dari nasi dan ayam, serta beberapa makanan lain untuk menunjang nutrisi mereka, seperti buah dan jus.

“Ramadhan ini menjadi Ramadhan yang berat buat warga Palestina, khususnya di Gaza. Serangan dari Israel memang seolah tidak mengambil jeda, bahkan ketika bulan suci tiba. Dua malam menjelang bulan Ramadan, Israel menjatuhkan serangan udara di tiga belas titik di Gaza. Selain menyasar penduduk yang sangat membutuhkan, kami juga memberikan sajian sahur ini untuk para lansia di sebuah rumah jompo di Gaza,” tambah Faradiba.

Al Jazeera mencatat 26 korban jiwa dalam serangan tersebut, diperkirakan dua orang dari 26 korban jiwa itu merupakan anak-anak yang masih berusia balita. Sementara dilaporkan juga oleh ANTARA, sebanyak 177 orang luka, dan 135 rumah rusak akibat dari serangan lalu.

Wednesday, May 8, 2019

May 08, 2019

ACT Masifkan Bantu Palestina di Ramadhan Tahun Ini

MuslimOnline.Id- Dua malam menjelang Ramadhan, Palestina tengah berduka. Hal ini disebaban serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan. Serangan udara meledak sedikitnya di 60 wilayah yang menjadi target sasaran, Sabtu (4/5) malam.

Selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluhlantakkan sekitar 200 bangunan di sepanjang Jalur Gaza. Merespon aksi keji tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan Ramadhan untuk Palestina.

Ibnu Khajar, Vice President ACT menyampaikan sikap ACT terhadap kondisi duka yang dihadapi bangsa Palestina pasca serangan jelang Ramadhan, “ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina terlebih di bulan Ramadhan yang suci ini. ACT melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

Lembaga langsung merespon sejak Ahad pagi atas kondisi ini. Program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan. Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk segera mendistribusikan kesediaan paket pangan dan bantuan lainnya. Sebagai spirit kemanusiaan, water tank milik ACT dan dapur umum untuk berbuka puasa maupun sahur untuk para bangsa Palestina akan terus siaga. Insya Allah umat Islam Indonesia melalui ACT akan terus membersamai mereka,” ungkap Ibnu, Selasa (7/5/2019).

Sejalan dengan itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT Bambang Triyono menyatakan bahwa ACT akan mengirimkan Paket Pangan IHC untuk lebih dari 5000 keluarga selama  bulan Ramadhan, 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, dan 1,6 juta liter air bersih untuk didistribusikan di seluruh Jalur Gaza.

 “Program-program ini kami berikan untuk menghadapi krisis pangan dan tentunya menjadi sebuah respon cepat kami terhadap duka bangsa Palestina di tengah perayaan bulan suci umat muslim,”tambahnya.

Sebagai rangkaian dari program Ramadhan, saat ini terdapat 25 syeikh Palestina bersama tim ACT pergi ke rumah-rumah peribadahan untuk menyampaikan secara langsung kondisi yang ada di Palestina.

“Kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk turut andil dalam usaha perjuangan ini. Terus doakan agar Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi mereka. Insya Allah, lembaga ini berkomitmen untuk terus mengirimkan bantuan, memastikan mereka melewati fase Ramadhan hingga Idul Fitri nanti dapat khusyuk beribadah. Kami umat muslim Indonesia dan berharap seluruh muslim di dunia untuk terus peduli dengan saudara kita di Palestina,” tutup Ibnu.

Tuesday, April 30, 2019

April 30, 2019

Desa Jaring Halus, Target Implementasi ACT di Ramadhan




MuslimOnline.Id- Sebentar lagi ummat Islam menyambut bulan suci Ramadhan, pria-wanita, tua-muda, sudah tidak sabar lagi menantinya. Segala sesuatu dipersiapkan untuk kehadirannya, dengan berbagai cara dan corak budaya. Baik itu persipan mental, kesehatan, serta menyiapkan rencana membuat pangan untuk menu sahur mau pun berbuka. Begitu juga dengan Anda bukan?

Tapi taukah Anda, bahwa ada saudara-saudara kita dibeberapa daerah, khususnya di Sumatera Utara ini, masih memiliki keterbatasan dalam menyiapkan segala kebutuhan di setiap menyambut bulan suci Ramadhan. Mereka tidak seperti kita dengan persiapan yang matang, karena bagi mereka dapat makan saja sudah bersyukur. Tidak harus dengan cara berlebih-lebihan saat berbuka mau pun sahur.

Namun, alangkah bahagianya kita juga pengalaman berbuka dan sahur dengan panganan yang memadai dapat juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kekurangan itu. Khususnya oleh saudara-saudara kita yang berada di tepian negeri, di pesisir, keluarga para nelayan. Seperti halnya, masyarakat di Desa Jaring Halus.

Mungkin dari namanya saja, sudah terbayang oleh kita, nuansa desa yang penuh dengan jaring-jaring yang halus, desa dengan nuansa perkampungan nelayan. Tidak salah lagi, desa ini memang merupakan pemukiman nelayan. Jaring Halus merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, provinsi Sumatera Utara.

ACT Sumut pun mencoba untuk menyambangi desa tersebut, desa yang konon dulunya merupakan tempat hijrah sementaranya nelayan dari negeri jiran Kedah, Malaysia. Namun kini komunitas mereka telah tinggal disana sampai sekarang, kini jumlah mereka lebih dari 3000 jiwa. Sesuai dengan asalnya, masyarakat Jaring Halus selain berbahasa Indonesia, mereka masih menggunakan bahasa melayu Kedah Malaysia.

Untuk menuju ke Desa Jaring Halus ini, kita harus menggunakan dua jenis kendaraan, kendaraan darat dan kendaraan air. Sebab Desa Jaring Halus ini berada ditengah pulau hutan manggrove, yang bersinggungan dengan selat Malaka. Dari kota Medan menuju Langkat memakan waktu sekitar 2 jam. Dari Langkat tepatnya kota Stabat, diperkirakan 1 jam menuju dermaga di Kecamatan Secanggang.

Penyeberangan dilakukan dengan menggunakan perahu bermesin yang merupakan angkutan penyeberangan umum. Perahunya lumayan besar, ada atap pelindung hujan dan mampu mengangkut 10-20 orang penumpang. Umumnya perahu ini hanya ada ada 4 kali dalam sehari penyeberangan dari Batang buluh menuju Jaring halus, pada pukul 09.00, 12.00, 15.00, dan 18.00.

Di pinggiran sungai jika beruntung kita akan menjumpai sejumlah satwa liar yang hidup di sekitar manggrove seperti monyet, bangau, dan elang. Ada juga perahu-perahu kecil dan nelayan yang tampak sedang mengambil hasil alam sekitaran hutan.

Ketika mendekati desa Jaring halus sungai terbagi menjadi beberapa cabang aliran sungai dan dari depan sungai-sungai tersebut menyatu dengan lautan. Dari lautan yang lebar tersebut mulai tampak desa jaring halus dengan susunan rumah penduduknya yang kokoh dengan pondasi kayu nibung di atas air. Rumah-rumah penduduk tampak padat di pinggiran sungai, dan ada juga yang tersebar di daratan desa jaring halus.

Desa yang merupakan pulau terluar di sisi timur Pulau Sumatera ini masih menyimpan banyak potensi. Potensi alam misalnya desa ini masih memiliki Hutan desa seluas sekitar 40 hektare tersebut. Potensi alam yang besar ini didukung oleh budaya masyarakat Jaring halus yang masih menjaga dan mempertahankan kelestarian lingkungannya dengan aturan-aturan lokal.

Namun sayang, dibalik potensi yang cukup besar ini, selain minimnya kesadaran masyarakat dan kurangnya sosialisasi dari pemangku kepentingan. Kebersihan dan Kesehatan tata ruang desa ini, menjadikan Jaring Halus menjadi pemukiman kumuh. Genangan air, tumpukan sampah, dan sumber air bersih yang kurang memadai, yang kesemuanya ini bisa berakibat fatal terhadap kesehatan masyarakat desa.

Ini lah yang menjadi 'PR' bagi kita untuk mengimplementasikan berbagai program kemanusiaan di Desa Jaring Halus ini. Lewat program Marhaban Ya Dermawan, semoga saja banyak para dermawan-dermawan yang sudi menderma sedikit rezekinya kepada saudara-saudara kita di Jaring Halus. Terkhusus di bulan Ramadhan ini, bulan dimana kita diajak berlomba-lomba untuk beramal kebajikan sesuai dengan tuntunan AlQuran dan Hadist Rasulullah SAW.

Ayo para Dermawan, Bantu saudara-saudara kita melalui
Yayasan Aksi Cepat Tanggap
BNI Syariah # 66 00000 21
Mandiri # 101 000 5634 264

Aksi Cepat Tanggap
#MarhabanYaDermawan


April 30, 2019

ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan ke Korban Banjir Bengkulu

MuslimOnline.Id- Jakarta - Banjir  tengah  melanda  wilayah  Bengkulu  sejak  Sabtu  (27/4).  Sebagai  respons  awal,  Aksi  Cepat Tanggap  (ACT)  mendirikan  Posko  Kemanusiaan  dan  Dapur  Umum  yang  tersebar  di  lima  titik  terdampak banjir  maupun  longsor.  Bantuan  diyakini  semakin  bertambah  dengan  pemberangkatan  truk kemanusiaan  dan  armada  bantuan  yang  dikirimkan,  Senin  (29/4).


“Koordinasi  dengan  lintas  lini  dengan  tim  di  wilayah  Bengkulu,  baru  saja  tuntas.  Karena  ke  depannya, kita  akan  membentuk  kerangka  aksi  bantuan.  Kemudian  juga  kita  akan  meluaskan  aksi,  juga meningkatkan  volume  dan  kekuatan  aksi  ini,”  jelas  Bambang  Triyono  selaku  Direktur  Global  Humanity Response  ACT.

Kerangka  aksi  bantuan  dalam  waktu  dekat  ini  diantaranya  pengiriman  60  ton  bantuan  logistik  yang diberangkatkan  dengan  truk  dari  gudang  Humanity  Distribution  Center  ACT  di  Gunung  Sindur,  Bogor. Bantuan  logistik  yang  dikirimkan di  antaranya sembako, selimut,  popok  bayi,  susu, biskuit, termasuk  juga pakaian  untuk  korban  banjir Bengkulu.

Bantuan  diberangkatkan  pada  Senin  (29/4)  sore,  bersamaan  dengan  pengiriman  3  jenis  armada. Mereka  di  antaranya  3  unit  mobil  rescue,  1  unit  Humanity  Food  Truck,  dan  1  unit  ambulans  pre-hospital untuk fase  darurat.

Menurut  Bambang,  aktivitas  tim  ACT  di  Bengkulu  hari  ini  akan  lebih  difokuskan  kepada  bantuan  pangan siap  santap  dan  distribusi  logistik  awal  kepada  korban.  Namun  ke  depannya,  Bambang  menjelaskan sangat  diperlukan  kembali  penguatan  posko-posko  di  Bengkulu  dan  penambahan  posko  lain  mengingat kondisi  lokasi  saat  ini. Hari  ketiga  sejak  banjir  melanda,  Ahad  (28/4),  jumlah  pengungsian  masih  masif,  meski  banjir  perlahan mulai  surut.

Apra  Julianda  Poetra,  relawan  yang  tergabung  dalam  Masyarakat  Relawan  Indonesia  (MRI) Bengkulu  mengatakan,  warga  juga  ada  yang  bertahan  di  sekitar  rumah  dengan  mendirikan  tenda darurat atau  berteduh  di  posko.

"Pengungsian masih masif. Banjir di wilayah kota mulai surut, tetapi di beberapa kabupaten, itu masih
terendam. Jalan dan jembatan juga banyak yang putus, sehingga bantuan dan tim rescue belum bisa masuk dikarenakan akses kami jadi terbatas juga," ujar Apra.

Sebelumnya sejak Jumat (26/4) malam, hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu terendam banjir. Kondisi banjir yang cukup parah membuat beberapa warga terpaksa mengungsi ke posko-posko, salah satunya yang didirikan oleh ACT.
Banjir yang diperkirakan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut ini,  menyebabkan sejumlah jalur transportasi terputus, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, yang
menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan, serta Bengkulu dengan Lampung.

Friday, April 26, 2019

April 26, 2019

Launching Program Ramadhan, ACT Lakukan Akselerasi Pengentasan Kemiskinan

Launching Program Marhaban Ya Ramadhan ACT Sumut
MuslimOnline.Id - JAKARTA — Menyambut bulan suci Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak muslim sedunia memperbanyak amal saleh melalui program kemanusiaan di pelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia yang terangkum dalam program Ramadhan bertema "Marhaban Yaa Dermawan". Melalui program ini, ACT juga mengajak para stakholders untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan akselerasi kedermawanan.

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan Ramadhan merupakan bulan terbaik dan termulia dari semua bulan yang senantiasikan dijadikan momentum pelipatgandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat Muslim. "Sekalipun Indonesia masih disibukkan dengan tema politik, Ramadhan merupakan momen menyatukan berbagai perbedaan. Di bulan yang suci ini, kita harus selalu ingat bahwa ekonomi sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim masih mengkhawatirkan, khususnya akibat konflik yang berkepanjangan, baik internal maupun eksternal," paparnya, Rabu (24/4/2019).

Sejalan dengan itu, Vice President ACT Ibnu Khajar mengungkapkan, program "Marhaban Yaa Dermawan" hadir karena ACT meyakini Indonesia masih dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki jiwa dermawan.

 "Kami meyakini semua umat selalu merindukan kedatangan Ramadhan, begitu pun sebaliknya, Ramadhan juga sangat merindukan adanya orang yang dermawan. Ramadhan adalah momen terbaik bagi para dermawan untuk kemudian menebar amalan kebaikan. Tujuan finalnya, program-program yang diberikan juga bisa berperan sebagai pengentas kemiskinan," terang Ibnu.

Adapun spirit menebar amalan kebaikan di bulan Ramadhan tidak hanya untuk masyarakat prasejahtera di ibukota, tetapi juga ke tepian dan pelosok negeri lewat Kapal Ramadan.

"Kami juga akan memberangkatkan Kapal ramadan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan. Insya Allah kami akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero nusantara," tambahnya.

Di sisi lain, bangkitnya filantropi islam dalam rangka mengentaskan kemiskinan masih memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem dan mendorongnya menjadi salah satu garda depan.

Pandangan ini disampaikan pula oleh Imam Teguh Saptono, Komisaris PT Global Waqf Corp - ACT. "Ramadhan merupakan kesempatan yang terbuka buat muslim sedunia untuk berkontribusi dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan kedermawanan dan memuliakan sesama manusia tidak hanya di Indonesia namun juga secara global. Salah satu caranya adalah dengan menaiki gelombang investasi yang bertanggung jawab, memaksimalkan instrumen pendanaan Islam seperti zakat dan wakaf," paparnya.

Bersamaan dengan peluncuran program �
"Marhaban Yaa Dermawan", ACT juga memperkenalkan situs baru yakni news.act.id, actnews.tv, act.id, dan cepattanggap.org untuk mempermudah keterlibatan khalayak dalam kegiatan kemanusiaan dan kedermawanan.

Hafit T. Masud selaku Vice President ACT menjelaskan, empat situs yang dihadirkan merupakan optimalisasi peran ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, terutama dalam menyalurkan donasi umat lewat program-program Ramadan mendatang.

"Kami, ACT memang sedang merambah ke dunia digital, ACT goes to digital. Khusus situs news.act.id dan actnews.tv adalah untuk meningkatkan kualitas ACT dari segi komunikasi. Insya Allah, ACT akan menayangkan semua informasi mengenai program-program Ramadhan dalam bentuk berita artikel maupun video di kedua situs itu. Masyarakat hanya perlu mengakses satu situs untuk mendapatkan laman donasi yang juga dilengkapi dengan penjabaran program secara detail. Bahkan situs cepattanggap.id dirancang dalam konsep urundana digital. Setiap program akan ditampilkan kisah dan pencapaian donasinya untuk mengundang empati masyarakat," jelas Hafit.

Monday, April 8, 2019

April 08, 2019

Konser Melly Goeslaw, Kumpulkan 400 Juta untuk Palestina

MuslimOnline.Id- Kepedulian masyarakat Medan, Sumatera Utara, terhadap derita saudara di Palestina sangat luar biasa. Itu terlihat dari antusias mengeluarkan donasi saat pelaksanaan Hijrahfest to Medan 2019 di Asrama Haji, Medan sejak 5-7 April 2019.

Bahkan, suasana haru terlihat saat puncak pada Ahad (7/4/2019), peserta Hijrahfest sangat sigap mengeluarkan uang untuk ikut lelang. Acara yang disupport oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara ini menghadirkan penyanyi Melly Goeslaw.

Beberapa barang yang dilelang di antaranya lukisan yang laku terjual Rp20 juta/orang dan dibeli oleh beberapa orang. Selanjutnya Melly didapuk menyanyikan lagu bunda, dimana peserta akan menyumbangkan Rp5 juta/orang. Ada sekira 26 orang yang ikhlas merogoh dompetnya untuk Palestina. Melihat pemandangan ini, Melly pun terharu.  

“Semoga bunda semua diberikan sehat, panjang umur, diberi waktu kesempatan untuk melihat cucunya membanggakan keluarganya,” ujarnya.

Melly sendiri tak hanya menyanyikan lagu Bunda, lagu andalan lain seperti Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta membius ribuan peserta yang sejak pagi sudah tertib di lokasi. Sementara itu, hingga akhir acara donasi terkumpul Rp478.472.900.

Marketing Communication ACT Sumatera Utara, Ilham Moehammad menjelaskan pencapaian selama Hijrahfest to Medan di luar ekspektasi.

 “Kami targetkan sekitar Rp300 jutaan. Ini di luar ekspektasi kami,” ujarnya, Ahad (8/4/2019) malam.

Jumlah Rp 478.472.900 itupun, kata Ilham masih bisa bertambah. Karena belum termasuk sumbangan di stan ACT hari terakhir.

 “In sya Allah bisa sampai setengan miliar,” lanjutnya.

Ilham menjelaskan donasi ini akan langsung diserahkan untuk keperluan saudara-saudara di Palestina. Apalagi, lanjutnya kondisi Gaza saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Sesuai rilis yang dikelarkan PBB bahwa Gaza iu tahun 2020 akan selesai, musnah kalau enggak kita selamatkan sebagai umat Islam. Makanya kita jor-joran bantu saudara-saudara kita di Gaza. Karena posisi Gaza itu sendiri dengan keterbatasan blokade yang dilakukan Israel.

"Gaza hanya bisa menikmati listrik dua jam per hari. Diblokade tembok setinggi 14 meter dan sekitar luas 300 km. Sudah hampir sama dengan luas Sumatera Utara. Bayangkan kalau Sumut dipagar sekelilingnya semua dan enggak bisa kemana-mana,” ungkapnya.

Penduduk Gaza bisa keluar hanya dari pintu Mesir dan Yaman. “Dimana kita tahu kedua negara ini pro Syiah. Dengan kondisi ini mereka dibatasi keluar. Sembako, sayur mayur sulit masuk Gaza. Penduduk Gaza disuruh keluar oleh Israel secar pelan-pelan. Bagi yang bisa melawan, ya melawan. Bagi yang enggak bisa ya tertahan, melawan dibunuh,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini ACT melibatkan 15 relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Selama 3 hari ACT ada di Hijrah Fest 2019 ini, dan setiap hari melakukan penggalangan dana untuk Palestina

Hal menarik selain penggalangan dana untuk Palestina adalah adanya prosesi masuk Islam dari salah seorang peserta. Wanita yang enggan disebutkan namanya di media itu minta di syahadatkan di tengah ribuan orang yang hadir.

 Persyahadatan itu pun dipimpin oleh  Steven Indra Wibowo Ketua Muallaf Center Indonesia yang juga hadir sebagai pengisi acara Hijrah Fest.

Sunday, March 24, 2019

March 24, 2019

Aksi Sumut Selamatkan Palestina, Jadi Perhatian di Car Free Day Medan

MuslimOnline.Id- Hari minggu ternyata bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan bagi relawan ACT-MRI Sumut, bersama beberapa komunitas lainnya, seperti QR For Humanity, Himagri UMSU, Teater Dermaga, MIM (Muda Inisiatif Memberi), IRAMA (Ikatan Remaja Masjid Al Mustafa), GEMMA (Gerakan Maghrib Mengaji Al Mustafa), dan komunitas Doodle Art Medan, mereka melakukan Aksi Kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina, khususnya di Gaza, Ahad (24/3/2019).

Marketing Communication (Marcom) ACT Sumut, Ilham Moehammad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemantik kepedulian terhadap Palestina.

"Aksi ini bertujuan menyadarkan warga sumut bahwa saudara kita di Palestina sedang mmbutuhkan bantuan kita," ujarnya pada MuslimOnline.

Aksi yang diikuti lebih dari ratusan orang ini, cukup menjadi pusat perhatian masyarakat kota Medan yang pagi itu beraktifitas di Car Free Day Lapangan Merdeka Medan. Beragam kegiatan yang dilakukan oleh gabungan komunitas ini, selain orasi yang menggugah masyarakat, mereka juga melakukan drama teatrikal kekejaman dan penindasan zionis Israel. Adegan setiap adegan cukup menggugah dan menyadarkan masyarakat yang menonton saat itu.

Aksi ditutup dengan long march membawa bendera Palestina sepanjang 10 meter dengan mengitari Lapangan Merdeka Medan, sembari meneriakkan Yel-yel serta seruan dukungan.

Beberapa kali juga terdengar teriakan takbir dari peserta aksi. Yang teriakan aksi itu juga diikuti oleh peserta Car Free Day, dan peserta Lomba Marathon yang saat itu juga turut meramaikan Lapangan Merdeka Medan. Beberapa warga yang sedang berolah raga pun tak segan-segan mendokumentasikan aksi relawan ACT-MRI Sumut ini. Usai longmarch, beberapa warga juga tampak sibuk membubuhkan tandatangan nya di spanduk petisii dukungan Sumut Selamatkan Palestina, tua-muda, pria-wanita, tampak antusias pagi itu.

Ilham menuturkan bahwa aksi kali ini, juga meminta dukungan tentang program Kapal Kemanusiaan untuk Palestina.

"Kami juga memnta dukungan dan doa warga Sumut bahwa sebentar lagi ACT akan memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina," tutur Ilham.

Selain aksi orasi, kegiatan kali ini juga diisi dengan seni melukis di paper art atau biasa disebut dengan doddle art oleh komunitas Doodle Art Medan. Dan ada juga aksi selfie-selfie warga dan peserta aksi bersama Badut Hello Kitty yang sudah disiapkan oleh ACT Sumut.

Menjelang siang, peserta aksi pun membubarkan diri dengan tertib. Tanpa ada kendala dan gangguan sedikit pun di lapangan


"Nah untuk warga Medan dan Sumut yang ingin memberikan dukungannya terhadap saudara-saudara Palestina kita yang ditindas oleh Zionis Israel. Berikan donasi terbaikmu ke Aksi Cepat Tanggap Jln. Abdullah Lubis Depan Hotel Bandara, Kota Medan," pungkas Ilham.

Untuk Donasi ataupun Infaq bisa juga disalurkan ke Nomor Rekening :
➡ BNI Syariah : 66-00000-21
➡ Bank Mandiri : 101-000-5634-264
➡ An.Aksi Cepat Tanggap

Monday, March 4, 2019

March 04, 2019

Peduli Palestina, Siswa Siti Hajar Sumbang Rp 100 Juta Via ACT

MuslimOnline.Id- Riuh rendah suara keceriaan anak-anak Islamic Full-day School Siti Hajar, Jumat pagi (1/3/2019). Keceriaan tersebut karena adanya Roadshow Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara bersama Syeikh Abdallah H.A. Abudan yang didatangkan langsung dari Palestina.

"Alhamdulillah di hari jumat berkah ini, sambutan hangat dari siswa-siswi juga guru Islamic Full-day School Siti Hajar," ujar Hidayatun Nisak, yang memimpin rombongan Partnership ACT Sumut.

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Yayasan dr. Ahmad Primonta Tarigan imulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lantunan lagu Atunatuffuli dari anak-anak Sekolah Dasar.

Kepala Sekolah SDS IT Siti Hajar, Rahmad Martuah, S.Sn, M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan yang menunjukkan kepedulian Indonesia kepada Palestina ini.

Para siswa Siti Hajar dalam acara tersebut menyampaikan coklat dan surat cinta kepada warga Palestina. Selain itu, cinderamata juga diserahkan oleh Kepala Sekolah Islamic Full-day School Siti Hajar kepada Syeikh Abdallah dari Palestina yang memberikan informasi terbaru tentang Palestina.

Acara hari itu diakhiri dengan penyerahan donasi kepada tim ACT Sumatera Utara senilai Rp 100.000.000.

Hidayatun Nisak menjelaskan untaian kepedulian dari Indonesia untuk Palestina terus mengalir deras.

"Insya Allah, seluruh elemen masyarakat dari mulai perorangan, komunitas, sekolah, dan elemen lainnya terus bergerak untuk menyuarakan kepedulian atas nestapa yang terjadi di Palestina," ujarnya.

ACT terus mengajak Sahabat peduli untuk memberikan doa dan dukungan terbaik untuk Palestina melalui  BNI Syariah 66 00000 21 atau Mandiri 101 000 5634 264 A.n. Aksi Cepat Tanggap