Breaking News

Nasional

Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Thursday, March 9, 2017

March 09, 2017

Zionis Akhirnya Setujui RUU Larangan Pengeras Suara Adzan

Moeslimonline.com,-Sidang parlemen di Israel diwarnai keributan saat sejumlah anggota memberikan persetujuan awal soal rancangan undang-undang (RUU) yang melarang penggunaan pengeras suara oleh institusi keagamaan, pada Rabu (8/3).

Beberapa anggota parlemen keturunan Arab merobek salinan rancangan undang-undang yang disebut 'RUU Muazin' selama perdebatan dalam sidang lantaran RUU itu praktis akan mempengaruhi kumandang adzan bagi umat Muslim.

RUU itu akan dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan untuk yang terakhir kali di parlemen beberapa waktu mendatang.Jika diberlakukan, aturan itu akan melarang penggunaan pengeras suara untuk adzan di masjid pada pukul 23.00 malam hingga pukul 07.00 pagi.

Sedangkan, aturan lainnya akan melarang penggunaan pengeras suara yang menganggap "suaranya terlalu keras dan tidak masuk akal serta cenderung mengganggu" setiap saat di sepanjang hari.Dua versi RUU itu disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada bulan November.

Netanyahu mengatakan pada waktu itu bahwa ia menerima banyak keluhan dari semua lapisan masyarakat Israel "tentang kebisingan dan penderitaan yang disebabkan oleh suara berlebih dari pengeras suara yang ada di rumah-rumah ibadah."

Salah satu yang mendukung RUU ini, Motti Yogev dari Partai Jewish Home, mengatakan bahwa RUU itu "bagian penting dari legislasi sosial yang memungkinkan orang Arab dan Yahudi untuk bersantai selama jam istirahat".

"Tidak ada maksud untuk menyakiti orang-orang dari berbagai keyakinan," tambahnya.Para pengkritik menilai bahwa RUU ini merupakan serangan terhadap kebebasan beragama.

"Suara muazin tidak pernah menyebabkan kebisingan lingkungan. Ini adalah soal ritual agama Islam penting, dan kami tidak pernah campur tangan dalam setiap upacara keagamaan terkait dengan Yahudi di parlemen ini. Anda telah melakukan tindakan rasis," kata Ahmed Tibi dari partai yang didominasi warga keturunan Arab dalam perdebatan."Intervensi Anda sangat menyerang Muslim," tambahnya.

Ayman Odeh, pemimpin Partai Joint List, keluar dari ruangan sesaat setelah merobek salinan RUU.Warga Arab yang berada di Israel, yang juga dikenal sebagai Arab Israel, merupakan keturunan dari 160.000 warga Palestina yang tetap tinggal setelah pemerintahan Israel dibentuk pada tahun 1948.

Jumlahnya mencapai 20% dari penduduk Israel Sekitar 80% kaum Israel Arab adalah Muslim, sisanya terbagi antara Kristen dan Druze.

Tuesday, March 7, 2017

March 07, 2017

15 Ribu Wanita Palestina Ditahan Israel Sejak 1967

Moeslimonline.com,-Badan urusan tawanan dan mantan tawanan Palestina menyebutkan, sejak tahun 1967 tentara Zionis telah menahan 15.000 perempuan Palestina.

Dalam keteranganya, Senin (6/3) badan tawanan ini menyebutkan, gelombang penangkapan yang dilakukan tentara Zionis terhadap para wanita Palestina terus berlangsung, intensitasnya bahkan terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Hingga kini Israel masih menahan 56 tawanan wanita Palestina di dua penjara Israel Sharon dan Damona. 16 diantaranya berusia dibawah umur 18 tahun dan 11 tawanan lainya menderita masalah kesehatan.

Selama tahun 2016 Israel menangkap 170 perempuan dan gadis. Mereka menahan dua wanita secara adiministratif (tanpa dakwaan) asal Eiziriyah dekat Al-Quds dan Ehsan Dababisah asal Nuba barat laut Hebron.

Mereka juga masih menahan Lina Jarbuni yang divonis 17 tahun penjara asal Desa Arab di wilayah jajahan Palestina 48. Ia dijadwalkan bebas pada bulan April 2017 ini.

Para wanita ini, mengalami perlakuan yang menghinakan selain penyiksaan sejak awal ditahan hingga sekarang. Mereka bahkan ditahan di ruang isolasi dan dilarang dikunjungi pihak keluarga. Selain pengabaian kesehatan.
Selama masa intifadhah pertama tahun 1987 banyak sekali para wanita Palestina yang ditahan tentara Zionis. Jumlah mereka mencapai 3000 orang. Pada intifadhah kedua tahun 2000 jumlah tawanan wanita Palestina mendekati 900 orang. Sementara pada intifadhah ketiga sejak bulan Oktober 2015 hingga sekarang tentara Zionis telah membunuh 27 wanita Palestina.

sumber : pip

Saturday, March 4, 2017

March 04, 2017

Inilah Orang Nomor Satu yang Menjadi Musuh Israel di Gaza

Moeslimonline,-Yahya Sinwar bukanlah wajah baru di arena Palestina. Sejarahnya besar. Pernah mendekam di penjara Israel selama bertahun-tahun. Sebelum itu, perjalanan hidupnya adalah perjuangan. Semua orang tahu hal itu baik di arena keamanan atau politik di Jalur Gaza.

Hari-hari ini, nama Sinwar ramai diperbincangkan oleh elit politik dan media massa Israel, setelah ia terpilih menjadi pimpinan utama Hamas di Jalur Gaza menggantikan Ismail Haniyah.

Koran Israel Maarev menyatakan, badan keamanan Israel sibuk dengan “niat terselubung” Jalur Gaza setelah Sinwar memimpin dan bagaimana hubunganya dengan Israel, terutama terkait gencatan senjata dan serdadu Israel yang menjadi sandera kelompok perlawanan.

Perjalanan Sinwar

Sinwar dilahirkan tahun 1962 di kamp pengungsi Khan Yunis dari keluarga pengungsi dari asal daerah al-Majdal (Ashkelon) di wilayah Palestina jajahan tahun 1948.

Setelah lulus di sekolah menengah atas di kamp pengungsi di Khan Yunis, Sinwar melanjutkan ke perguruan tinggi Universitas Islam Gaza dan memperoleh gelar S1 jurusan Bahasa Arab.

Selama menjadi mahasiswa, Sinwar pernah mengetuai Blok Islam, sayap pelajar Hamas, bekerja di Dewan Pelajar selama lima tahun, menjadi sekretaris tim bagian teknis, bagian olah raga, wakil ketua, dan kemudian menjadi ketua Dewan Senat Mahasiswa.

Setelah lulus, Sinwar membentuk Badan Keamanan di bawah Hamas yang dikenal dengan Majd tahun 1985 yang konsentrasi kerjanya adalah melawan penjajah Israel di Jalur Gaza dan memberantas kelompok spionase dan yang bekerjasama dengan Israel dari warga Palestina.

Penangkapan

Sinwar ditangkap pertama kali oleh Israel tahun 1982 selama 4 bulan. Di tahun 1985 ditangkap dan ditahan selama 8 bulan dengan dakwahan membentuk Badan Keamanan milik Hamas Majd. Tahun 1988 ditangkap dan ditahan adiministratif sebelum akhirnya diintrogasi dan divonis penjara “seumur hidup 4 kali” sampai dia dibebaskan dalam perjanjian “wafa ahrar” tahun 2011.

Bebas dan Memimpin

Israel penjajah membebaskan Sinwar dalam perjanjian “wafa ahrar” dengan Hamas pada 18 Oktober tahun 2011 setelah mendekam selama 24 tahun. Setelah itu, ia menjadi pimpinan paling penting Hamas di Jalur Gaza dan menjadi salah satu anggota biro politiknya.

Hamas pernah memilihnya menjadi pejabat urusan sandera Israel yang ditahan Hamas dan pimpinan dalam seluruh proses perundingan terkait masalah ini dengan Israel.

Sinwar dikenal sosok “keamanan” yang penting dan tidak pernah muncul di public kecuali sangat jarang.

Musuh Israel

Wartawan Israel khusus soal Palestina Evi Sakharuf menyebut Sinwar sebagai “musuh nomer satu Israel di Jalur Gaza” dari tawanan menjadi pimpinan utama dan ketua biro politik Hamas untuk Jalur Gaza.

Sakharaf menyebut Sinwar memiliki karismatik kuat dan juga sangat straigle (berpandangan keras) dalam sikap sehingga dijuluki Israel “barisan elang” di Hamas yang sangat memahami kebutuhan gerakannya di bidang politik dan militer.

sumber : pip
March 04, 2017

Sejumlah Organisasi HAM Dunia Minta Israel Masuk Daftar Hitam PBB

Moeslimonline.com,-Surat kabar Zionis Yedeot Aharonot mengungkapkan bahwa sejumlah organisasi HAM menyampaikan seruan kepada PBB untuk memasukan penjajah Zionis “Israel” ke dalam daftar hitam negara-negara dan entitas politik yang secara sistematis melanggar HAM – terutama pada anak-anak – seama konflik bersenjata.

Organisasi HAM ini menyampaikan seruan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Gotric yang di dalamnya mereka meminta agar ditambahkan nama militer penjajah “Israel” ke dalam daftar hitam negara-negara dan organisasi-organisasi bersenjata yang bertanggung jawab melanggar HAM anak-anak selama konfrontasi bersenjata, yang konsekuensinya adalah tuntutan pemberlakuan sanksi pada Zionis “Israel”.

Yedeot Aharonot menjelaskan bahwa seruan yang disampaikan kepada PBB ini berasal dari jaringan HAM yang didirikan pada tahun 2001 atas nama "Watchlist on Children and Armed Conflicts" yang konsen dan menyoroti dampak perang dan aksi-aksi bersenjata terhadap hak-hak asasi anak-anak.

Jaringan HAM ini menuduh militer penjajah Zionis “Israel” sengaja membunuh dan melukai anak-anak Palestina, serta menyerang sekolah-sekolah mereka dan rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Jaringan HAM meminta PBB melakukan upaya menghimpun informasi yang dibutuhkan tentang pelanggaran-pelanggaran ini.

Jaringan HAM mengisyaratkan kepada apa yang dilakukan dua tahun lalu oleh wakil khusus Sekjen PBB yang konsen pada anak-anak dan konflik bersenjata, Leila Zerrougui, untuk memasukkan militer penjajah Zionis “Israel” ke dalam daftar hitam, namun penjajah Zionis “Israel” dan PBB kala ini menekan organisasi internasional tersebut, karena langkah ini akan berdampak meninggalkan efek jangka panjang.

Jaringan HAM menyebutkan bahwa Palestina dan organisasi-organisasi HAM telah melakukan tekanan serupa kepada PBB untuk melaksanakan permintaan Leila Zerrougui tersebut. Dan Sekjen PBB Ban Ki-mon kala itu memutuskan tidak memasukkan militer penjajah Zionis “Israel” dalam daftar hitam dengan kompensasi dikeluarkannya nama Gerakan Perlawanan Islam Hamas dari daftar hitam.

Jaringan HAM menilai sekjen PBB yang baru memiliki kesempatan baru untuk melakukan langkah ini, untuk mengirim pesan jelas kepada semua negara anggota di organisasi dunia tersebut bahwa setiap lembaga atau entitas yang ada di dalam daftar hitam tersebut dikarena satu sebab satu-satunya, yaitu melakukan pelanggaran serius terhadap hak-hak asasi anak.

sumber : ip