Breaking News

Nasional

Showing posts with label Gaza. Show all posts
Showing posts with label Gaza. Show all posts

Friday, May 10, 2019

May 10, 2019

ACT Bagikan 500 Paket Berbuka Untuk Palestina

MuslimOnline.Id- GAZA – Sejak hari pertama Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Palestina hingga akhir Ramadhan. Senin (6/5) lalu, puluhan anak di lapangan Johr Al Deek, wilayah Gaza Tengah berkumpul menerima paket iftar Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Senyum anak-anak Palestina menjadi bukti nyata ACT terus membersamai warga Palestina di tengah kecamuk perang di bulan Ramadhan ini. 500 paket iftar pun telah didistribusikan kepada 500 warga yang tersebar di sekitar Gaza, yakni di Al Amreekiya dan Al Qarya Al Badawiya.


Pasca serangan yang didaratkan Israel ke Palestina dua malam sebelum Ramadhan, kondisi Ramadhan terasa tidak bersahabat. Walau demikian. Walau kondisi terasa tidak bersahabat, Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, selama Ramadan akan ada paket makanan siap santap yang dibagikan setiap sahur dan berbuka puasa.

 “Paket iftar ini kami distribusikan langsung dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Insya Allah ACT akan terus melakukan rangkaian distribusi iftar bersamaan dengan distribusi paket sahur selama Ramadhan ini di Gaza. Penerima manfaat dari pembagian iftar kali ini adalah masyarakat prasejahtera yang tinggal di Gaza,” ujarnya.

Paket-paket yang diberikan pada awal Ramadhan itu terdiri dari nasi dan ayam, serta beberapa makanan lain untuk menunjang nutrisi mereka, seperti buah dan jus.

“Ramadhan ini menjadi Ramadhan yang berat buat warga Palestina, khususnya di Gaza. Serangan dari Israel memang seolah tidak mengambil jeda, bahkan ketika bulan suci tiba. Dua malam menjelang bulan Ramadan, Israel menjatuhkan serangan udara di tiga belas titik di Gaza. Selain menyasar penduduk yang sangat membutuhkan, kami juga memberikan sajian sahur ini untuk para lansia di sebuah rumah jompo di Gaza,” tambah Faradiba.

Al Jazeera mencatat 26 korban jiwa dalam serangan tersebut, diperkirakan dua orang dari 26 korban jiwa itu merupakan anak-anak yang masih berusia balita. Sementara dilaporkan juga oleh ANTARA, sebanyak 177 orang luka, dan 135 rumah rusak akibat dari serangan lalu.

Tuesday, May 7, 2019

May 07, 2019

Ramadhan Ini, Dai Peduli Bawa Imam asal Gaza ke Sumut

MuslimOnline.Id- Dai Peduli Sumatera Utara akan menggelar Safari Ramadhan Imam Gaza Palestina pada Ramadhan 1440 H tahun ini. Imam asal Gaza tersebut akan berkeliling daerah Sumatera Utara tepatnya Kota Medan, Deliserdang, Tebingtinggi, Tanjungbalai dan Labuhanbatu.

Hal itu disampaikan Ketua Dai Peduli Sumut, Ustadz H Khairul Arif Giawa Lc MA kepada wartawan, Selasa (7/5/2019) di Medan.

"Safari Imam Gaza di Sumut akan berlangsung dari 15 - 27 Mei 2019," ujarnya didampingi Sekretaris Dai Peduli, Islahuddin Panggabean dan Manager Fundrising, Ibnu Hasyim Lubis.

H Khairul berharap kegiatan safari dakwah ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap nasib saudara kita di Gaza yang sedang terzholimi oleh zionis Israel

"Kami secara khusus juga Mmengajak masyarakat Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah yatim di gaza," kata H Khairul.

Sementara itu, Sekretaris Islahuddin mengatakan bahwa Imam Gaza yang akan datang ke Sumatera Utara adalah Muhammed Zaki Sahada Hamad. Ia adalah Imam Masjid Al-Ajami Gaza.

"Beliau kelahiran 1994 tetapi telah hafal Al-Quran bahkan bisa menyetor hafalan dalam sekali duduk. Beliau merupakan Imam Masjid Al-Ajami di Gaza," ujarnya.

Sebelumnya, Syaikh M Zaki beserta Imam Muda Gaza lain telah bersilaturahim dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ustadz Sdi Hidayat.

Dalam laman facebooknya, Ustadz Adi Hidayat juga menyebut prestasi dari Imam Muda Gaza tersebut yakni mampu menghafal Al-Quran dalam satu kali duduk.

"Prestasi mereka adalah bisa menyetor hafalan Al-Quran 30 Juz dalam 1 x duduk," ujar Adi dalam laman Facebooknya.

Safari Dakwah di Sumatera Utara akan diawali dengan kajian shubuh di Masjid Al-Arif, Konplek Tasbi 2, Jalan Ring Road Medan Selayang pada Rabu 15 Mei 2019.

Tuesday, March 7, 2017

March 07, 2017

15 Ribu Wanita Palestina Ditahan Israel Sejak 1967

Moeslimonline.com,-Badan urusan tawanan dan mantan tawanan Palestina menyebutkan, sejak tahun 1967 tentara Zionis telah menahan 15.000 perempuan Palestina.

Dalam keteranganya, Senin (6/3) badan tawanan ini menyebutkan, gelombang penangkapan yang dilakukan tentara Zionis terhadap para wanita Palestina terus berlangsung, intensitasnya bahkan terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Hingga kini Israel masih menahan 56 tawanan wanita Palestina di dua penjara Israel Sharon dan Damona. 16 diantaranya berusia dibawah umur 18 tahun dan 11 tawanan lainya menderita masalah kesehatan.

Selama tahun 2016 Israel menangkap 170 perempuan dan gadis. Mereka menahan dua wanita secara adiministratif (tanpa dakwaan) asal Eiziriyah dekat Al-Quds dan Ehsan Dababisah asal Nuba barat laut Hebron.

Mereka juga masih menahan Lina Jarbuni yang divonis 17 tahun penjara asal Desa Arab di wilayah jajahan Palestina 48. Ia dijadwalkan bebas pada bulan April 2017 ini.

Para wanita ini, mengalami perlakuan yang menghinakan selain penyiksaan sejak awal ditahan hingga sekarang. Mereka bahkan ditahan di ruang isolasi dan dilarang dikunjungi pihak keluarga. Selain pengabaian kesehatan.
Selama masa intifadhah pertama tahun 1987 banyak sekali para wanita Palestina yang ditahan tentara Zionis. Jumlah mereka mencapai 3000 orang. Pada intifadhah kedua tahun 2000 jumlah tawanan wanita Palestina mendekati 900 orang. Sementara pada intifadhah ketiga sejak bulan Oktober 2015 hingga sekarang tentara Zionis telah membunuh 27 wanita Palestina.

sumber : pip

Saturday, March 4, 2017

March 04, 2017

Inilah Orang Nomor Satu yang Menjadi Musuh Israel di Gaza

Moeslimonline,-Yahya Sinwar bukanlah wajah baru di arena Palestina. Sejarahnya besar. Pernah mendekam di penjara Israel selama bertahun-tahun. Sebelum itu, perjalanan hidupnya adalah perjuangan. Semua orang tahu hal itu baik di arena keamanan atau politik di Jalur Gaza.

Hari-hari ini, nama Sinwar ramai diperbincangkan oleh elit politik dan media massa Israel, setelah ia terpilih menjadi pimpinan utama Hamas di Jalur Gaza menggantikan Ismail Haniyah.

Koran Israel Maarev menyatakan, badan keamanan Israel sibuk dengan “niat terselubung” Jalur Gaza setelah Sinwar memimpin dan bagaimana hubunganya dengan Israel, terutama terkait gencatan senjata dan serdadu Israel yang menjadi sandera kelompok perlawanan.

Perjalanan Sinwar

Sinwar dilahirkan tahun 1962 di kamp pengungsi Khan Yunis dari keluarga pengungsi dari asal daerah al-Majdal (Ashkelon) di wilayah Palestina jajahan tahun 1948.

Setelah lulus di sekolah menengah atas di kamp pengungsi di Khan Yunis, Sinwar melanjutkan ke perguruan tinggi Universitas Islam Gaza dan memperoleh gelar S1 jurusan Bahasa Arab.

Selama menjadi mahasiswa, Sinwar pernah mengetuai Blok Islam, sayap pelajar Hamas, bekerja di Dewan Pelajar selama lima tahun, menjadi sekretaris tim bagian teknis, bagian olah raga, wakil ketua, dan kemudian menjadi ketua Dewan Senat Mahasiswa.

Setelah lulus, Sinwar membentuk Badan Keamanan di bawah Hamas yang dikenal dengan Majd tahun 1985 yang konsentrasi kerjanya adalah melawan penjajah Israel di Jalur Gaza dan memberantas kelompok spionase dan yang bekerjasama dengan Israel dari warga Palestina.

Penangkapan

Sinwar ditangkap pertama kali oleh Israel tahun 1982 selama 4 bulan. Di tahun 1985 ditangkap dan ditahan selama 8 bulan dengan dakwahan membentuk Badan Keamanan milik Hamas Majd. Tahun 1988 ditangkap dan ditahan adiministratif sebelum akhirnya diintrogasi dan divonis penjara “seumur hidup 4 kali” sampai dia dibebaskan dalam perjanjian “wafa ahrar” tahun 2011.

Bebas dan Memimpin

Israel penjajah membebaskan Sinwar dalam perjanjian “wafa ahrar” dengan Hamas pada 18 Oktober tahun 2011 setelah mendekam selama 24 tahun. Setelah itu, ia menjadi pimpinan paling penting Hamas di Jalur Gaza dan menjadi salah satu anggota biro politiknya.

Hamas pernah memilihnya menjadi pejabat urusan sandera Israel yang ditahan Hamas dan pimpinan dalam seluruh proses perundingan terkait masalah ini dengan Israel.

Sinwar dikenal sosok “keamanan” yang penting dan tidak pernah muncul di public kecuali sangat jarang.

Musuh Israel

Wartawan Israel khusus soal Palestina Evi Sakharuf menyebut Sinwar sebagai “musuh nomer satu Israel di Jalur Gaza” dari tawanan menjadi pimpinan utama dan ketua biro politik Hamas untuk Jalur Gaza.

Sakharaf menyebut Sinwar memiliki karismatik kuat dan juga sangat straigle (berpandangan keras) dalam sikap sehingga dijuluki Israel “barisan elang” di Hamas yang sangat memahami kebutuhan gerakannya di bidang politik dan militer.

sumber : pip